alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Bantuan Fasilitas Tak Merata, Perajin Berharap Dapat perhatian

PAMEKASAN – Bantuan fasilitas penunjang produksi batik Kabupaten Pamekasan belum merata. Tidak semua perajin batik menerima bantuan pemerintah. Jika dibiarkan, khawatir pengembangan batik terhambat.

Bantuan yang diberikan pemerintah sangat terbatas. Masih banyak perajin di beberapa desa yang memproduksi batik tidak mendapatkan bantuan. Padahal, kualitas batik Pamekasan sangat potensial dijual di pasar dunia.

Ketua Komunitas Perempuan Batik (Kupetik) Pamekasan Deajeng Pangestu mengatakan, perajin batik membutuhkan fasilitas dari pemerintah. Selama ini bantuan yang disalurkan tidak merata. Tidak semua perajin batik mendapatnya.

”Setelah saya terjun ke Desa Klampar dan Banyumas, ternyata masih banyak keluhan perajin. Seperti bantuan pencelupan. Yang mendapatkan bantuan itu hanya warga di daerah Toket. Padahal, perajin yang lain membutuhkan,” katanya kemarin (28/10).

Baca Juga :  Usaha Perajin Batik Pamekasan Menjaga Khas Daerah

Selain fasilitas, pembinaan pemkab tidak maksimal. Bina usaha yang pernah dibentuk hanya terdapat di beberapa daerah. Jika dibiarkan, perkembangan produksi batik dikhawatirkan terhambat.

Untuk itu, dia berharap pemerintah lebih memperhatikan dan mengembangkan nilai kearifan lokal, inovasi, dan kreasi batik Pamekasan. Sebab, saat ini persaingan batik semakin ketat. Bila pemerintah tidak segera bertindak, khawatir kalah bersaing dengan kualitas batik dari daerah lain.

”Bantuan sekecil apa pun, sebisa mungkin harus merata. Selain itu, bantuan yang diberikan tidak hanya digunakan perorangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto tidak bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi, tidak ada tanggapan. (c1)

Baca Juga :  IAIN Madura Raih Dua ISO, Buka Dua Prodi Magister

 

PAMEKASAN – Bantuan fasilitas penunjang produksi batik Kabupaten Pamekasan belum merata. Tidak semua perajin batik menerima bantuan pemerintah. Jika dibiarkan, khawatir pengembangan batik terhambat.

Bantuan yang diberikan pemerintah sangat terbatas. Masih banyak perajin di beberapa desa yang memproduksi batik tidak mendapatkan bantuan. Padahal, kualitas batik Pamekasan sangat potensial dijual di pasar dunia.

Ketua Komunitas Perempuan Batik (Kupetik) Pamekasan Deajeng Pangestu mengatakan, perajin batik membutuhkan fasilitas dari pemerintah. Selama ini bantuan yang disalurkan tidak merata. Tidak semua perajin batik mendapatnya.


”Setelah saya terjun ke Desa Klampar dan Banyumas, ternyata masih banyak keluhan perajin. Seperti bantuan pencelupan. Yang mendapatkan bantuan itu hanya warga di daerah Toket. Padahal, perajin yang lain membutuhkan,” katanya kemarin (28/10).

Baca Juga :  Tiga Hari Bantu Korban Erupsi Semeru

Selain fasilitas, pembinaan pemkab tidak maksimal. Bina usaha yang pernah dibentuk hanya terdapat di beberapa daerah. Jika dibiarkan, perkembangan produksi batik dikhawatirkan terhambat.

Untuk itu, dia berharap pemerintah lebih memperhatikan dan mengembangkan nilai kearifan lokal, inovasi, dan kreasi batik Pamekasan. Sebab, saat ini persaingan batik semakin ketat. Bila pemerintah tidak segera bertindak, khawatir kalah bersaing dengan kualitas batik dari daerah lain.

”Bantuan sekecil apa pun, sebisa mungkin harus merata. Selain itu, bantuan yang diberikan tidak hanya digunakan perorangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto tidak bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi, tidak ada tanggapan. (c1)

Baca Juga :  Sebelum Meninggal, Janji Ajak Makan Kue Bareng Teman

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/