alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Pemuda Zaman Now Harus Jauhi Narkoba

PAMEKASAN – Sumpah Pemuda memiliki ragam tafsir. Secara sederhana, sumpah yang dipekikkan pada 28 Oktober 1928 ini menjadi titik sejarah perjuangan dan spirit nasionalisme kaum muda. Bagi GP Ansor Pamekasan, pemuda sekarang harus taat hukum dan jauhi narkoba.

Langit di atas Lapangan Yayasan Darul Ulum, Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, cerah siang Sabtu (28/10). Tetapi, matahari yang memanggang tidak membuat puluhan anggota Banser GP Ansor Pamekasan letih. Spirit sumpah pemuda menjadi pemacu mereka untuk menyimak setiap perkataan yang disampaikan oleh Kanit Dikyasa Polres Pamekasan Ipda Sri Sugiarto.

Sri yang kemarin didampingi Banit Dikyasa Brigpol Arif Yunianto dan Bripto Wahyu Septi mengulas tuntas tentang etika, sopan santun, dan tertib berlalu lintas. Kepada para anggota Banser dia berpesan agar mematuhi aturan hukum di jalan raya. Sebab taat hukum merupakan bagian dari nasionalisme.

”Banser harus dapat mengaplikasikan sikap disiplin, patuh, dan taat terhadap peraturan hukum yang ada dengan berprilaku tertib lalu lintas,” kata Sri Sugiarto.

Baca Juga :  SMAN 3 Pamekasan Raih Prestasi Tingkat Nasional

Sri datang ke tempat ini sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda. Dia ingin generasi muda saat ini, khususnya Banser GP Ansor Pamekasan, bisa mengambil spirit sumpah pemuda. Mereka yang hidup di zaman prakemerdekaan telah rela berkorban jiwa-raga demi kesatuan dan persatuan bangsa.

”Taat terhadap aturan berlalu lintas bagian dari nasionalisme. Sebab hukum berlalu lintas diatur demi terwujudkan ketertiban dan keselamatan bersama, terutama di jalan raya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Pamekasan Fathorrahman mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian dari pendidikan dan pelatihan dasar bagi anggota Banser. Sengaja dibarengkan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda agar mereka bisa mengambil spirit dari pejuang terdahulu. Sebab pemuda memang harus rela berkorban demi bangsa dan negara.

Selain materi tentang tertib lalu lintas, ada pula materi lainnya. Seperti tentang nasionalisme, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan keaswajaan. Termasuk, juga tentang upaya membendung bahaya narkoba bagi generasi muda. ”Pemuda zaman now (zaman sekarang, Red) harus bersumpah untuk tertib lalu lintas dan menjauhi narkoba,” tuturnya.

Baca Juga :  Sungai Kering Malah Jadi TPS! DLH Pamekasan Diam

Moh. Rokib selaku ketua pelaksana menambahkan, bahwa pemuda zaman sekarang memiliki tantangan yang cukup berat. Di samping bahaya narkoba, juga ada ancama berupa berita hoax yang harus diwaspadai. Sebab informasi yang tidak benar dan tersebar di media massa cenderung bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Oleh karena itu, dia mengajak agar generasi muda terus membekali diri dengan pengetahuan yang memadai. Termasuk pengetahuan di bidang teknologi dan informasi. Pada dasarnya, menurut Rokib, perjuangan pemuda harus diperbaharui sesuai perkembangan zaman.

”Ingat pesan Bung Karno, kalau pemuda sudah berumur 21 dan 22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa, pemuda yang begini baiknya digunduli saja kepalanya,” pesannya.

PAMEKASAN – Sumpah Pemuda memiliki ragam tafsir. Secara sederhana, sumpah yang dipekikkan pada 28 Oktober 1928 ini menjadi titik sejarah perjuangan dan spirit nasionalisme kaum muda. Bagi GP Ansor Pamekasan, pemuda sekarang harus taat hukum dan jauhi narkoba.

Langit di atas Lapangan Yayasan Darul Ulum, Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, cerah siang Sabtu (28/10). Tetapi, matahari yang memanggang tidak membuat puluhan anggota Banser GP Ansor Pamekasan letih. Spirit sumpah pemuda menjadi pemacu mereka untuk menyimak setiap perkataan yang disampaikan oleh Kanit Dikyasa Polres Pamekasan Ipda Sri Sugiarto.

Sri yang kemarin didampingi Banit Dikyasa Brigpol Arif Yunianto dan Bripto Wahyu Septi mengulas tuntas tentang etika, sopan santun, dan tertib berlalu lintas. Kepada para anggota Banser dia berpesan agar mematuhi aturan hukum di jalan raya. Sebab taat hukum merupakan bagian dari nasionalisme.


”Banser harus dapat mengaplikasikan sikap disiplin, patuh, dan taat terhadap peraturan hukum yang ada dengan berprilaku tertib lalu lintas,” kata Sri Sugiarto.

Baca Juga :  Tim Gabungan Temukan Mamin Kedaluwarsa

Sri datang ke tempat ini sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda. Dia ingin generasi muda saat ini, khususnya Banser GP Ansor Pamekasan, bisa mengambil spirit sumpah pemuda. Mereka yang hidup di zaman prakemerdekaan telah rela berkorban jiwa-raga demi kesatuan dan persatuan bangsa.

”Taat terhadap aturan berlalu lintas bagian dari nasionalisme. Sebab hukum berlalu lintas diatur demi terwujudkan ketertiban dan keselamatan bersama, terutama di jalan raya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Pamekasan Fathorrahman mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian dari pendidikan dan pelatihan dasar bagi anggota Banser. Sengaja dibarengkan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda agar mereka bisa mengambil spirit dari pejuang terdahulu. Sebab pemuda memang harus rela berkorban demi bangsa dan negara.

Selain materi tentang tertib lalu lintas, ada pula materi lainnya. Seperti tentang nasionalisme, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan keaswajaan. Termasuk, juga tentang upaya membendung bahaya narkoba bagi generasi muda. ”Pemuda zaman now (zaman sekarang, Red) harus bersumpah untuk tertib lalu lintas dan menjauhi narkoba,” tuturnya.

Baca Juga :  Safari Ramadan, Pemkab Pamekasan Santuni Anak Yatim

Moh. Rokib selaku ketua pelaksana menambahkan, bahwa pemuda zaman sekarang memiliki tantangan yang cukup berat. Di samping bahaya narkoba, juga ada ancama berupa berita hoax yang harus diwaspadai. Sebab informasi yang tidak benar dan tersebar di media massa cenderung bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Oleh karena itu, dia mengajak agar generasi muda terus membekali diri dengan pengetahuan yang memadai. Termasuk pengetahuan di bidang teknologi dan informasi. Pada dasarnya, menurut Rokib, perjuangan pemuda harus diperbaharui sesuai perkembangan zaman.

”Ingat pesan Bung Karno, kalau pemuda sudah berumur 21 dan 22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa, pemuda yang begini baiknya digunduli saja kepalanya,” pesannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/