26.9 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Kades Mapper Diduga Sabotase Pencairan BLT BBM

Warga Datangi Kantor Pos, Tekan Bantuan Dicairkan

PAMEKASAN – Kepala Desa Mapper, Kecamatan Proppo, Muhammad Ridwan diduga sabotase undangan pencairan BLT subsidi BBM. Pemicunya, masyarakat enggan belanja di e-warong milik desa.

Muhsibullah, warga setempat mengatakan, ada kecurigaan dari masyarakat terkait bantuan tersebut. Sebab, sebagian warga sudah menerima. Tetapi, dia belum mendapat bantuan tersebut padahal masuk data penerima. ”Saya konfirmasi ke Kades, jawabannya, masih dalam proses,” ungkapnya.

Tidak puas dengan jawaban Kades, Muhsibullah mendatangi kantor pos untuk meminta penjelasan secara langsung. Pada waktu tersebut, dia kembali menemukan namanya sendiri dalam daftar penerima bantuan yang ada di kantor Pos. ”Bahkan, saya juga menemukan nama-nama lain yang belum menerima,” jelasnya.

Muhsibullah kemudian bermusyawarah dengan warga lain yang belum menerima bantuan untuk mendatangi KCP Pos Proppo. Tujuannya, menekan petugas agar mencairkan bantuan yang menjadi haknya itu. ”Awalnya, petugas di kantor Pos tidak mau mencairkan bantuan karena kami tidak membawa undangan,” tuturnya.

Tapi, karena warga terus memberikan tekanan, akhirnya petugas berkoordinasi dengan Kades Mapper untuk mencairkan BLT BBM. Kades setuju asal bantuan itu dicairkan di kediamannya. ”Kami datang ke rumah Kades dan pencairan benar-benar dilakukan,” ucapnya.

Baca Juga :  Sehat, Lima PMI Boleh Pulang

Muhsibullah mengatakan, undangan pencairan bantuan itu tidak disebar oleh Kades. Alasannya, warga tidak mau membelanjakan bantuan itu di e-warong desa setempat. ”Padahal yang saya ketahui, bantuan itu bebas dibelanjakan di mana saja. Asalkan kodenya sama,” katanya.

Petugas KCP Pos Proppo Dwi Surya Wahyudi menjelaskan, bahwa kedatangan warga tidak pernah diketahui sebelumnya. Tiba-tiba, warga meminta pencairan langsung dilakukan saat itu juga. ”Sedangkan pencairan hanya bisa dilakukan jika ada undangan,” jelasnya.

Semua undangan sudah diserahkan kepada Kades Mapper. Tepatnya, empat hari sebelum pelaksanaan pencairan tahap pertama pada Jumat (16/9).

Wahyudi menyampaikan, jumlah total penerima BLT Subsidi BBM di Desa Mapper sebanyak 423 keluarga penerima manfaat (KPM). Tapi, yang mencairkan pada tahap pertama hanya 332 KPM. ”Jadi tersisa 91 KPM yang belum dicairkan pada tahap pertama,” jelasnya.

Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp 500 ribu. Perinciannya, Rp 300 ribu untuk BLT subsidi BBM per orang dan Rp 200 ribu untuk bantuan biaya sembako. ”Saya sudah sering koordinasi ke Kades untuk melakukan pencairan. Tap,i dia selalu meminta saya untuk menunggu informasi lebih lanjut. Saat ini semua sisa pencairan sebanyak 91 KPM itu sudah selesai dilakukan,” tandasnya.

Baca Juga :  Kasihan, Khatijah Ternyata Idap Penyakit Sindrom Nefrotik

Kades Mapper Muhammad Ridwan mengatakan, pada pencairan tahap pertama sebenarnya sudah direncanakan untuk cair secara keseluruhan. Namun, pada waktu itu dianggap tidak memungkinkan karena keterbatasan waktu.

”Pada pencairan tahap pertama, sampai pukul 11.00 ternyata belum selesai. Bahkan, masih banyak yang belum menerima. Sementara saat itu bersamaan dengan waktu salat Jumat sehingga saya minta ditunda atau dijadwalkan ulang,” tuturnya.

Ridwan mengatakan, pencairan tahap kedua direncanakan berlangsung pada hari ini, Rabu (28/9). Sedangkan undangan dibagikan kepada KPM Selasa (27/9). Tapi karena warga sudah lebih dahulu menagih bantuan tersebut, akhirnya pencairan dilakukan.

Ridwan menepis terkait tudingan undangan tidak dibagikan karena tidak mau belanja di e-warong desa. Menurutnya, pernyataan itu tidak benar. Namun, dia mengakui bahwa sering menyampaikan kepada warganya untuk membelanjakan BPNT di e-warong desa.

Tujuannya, agar warga dan pemerintah desa dapat terlihat harmonis serta saling membantu. ”Jadi kalau sudah ada (e-warong) di desa sendiri, kenapa harus belanja ke desa lain. Maksudnya begitu yang ingin saya sampaikan,” pungkasnya. (bus/pen)

PAMEKASAN – Kepala Desa Mapper, Kecamatan Proppo, Muhammad Ridwan diduga sabotase undangan pencairan BLT subsidi BBM. Pemicunya, masyarakat enggan belanja di e-warong milik desa.

Muhsibullah, warga setempat mengatakan, ada kecurigaan dari masyarakat terkait bantuan tersebut. Sebab, sebagian warga sudah menerima. Tetapi, dia belum mendapat bantuan tersebut padahal masuk data penerima. ”Saya konfirmasi ke Kades, jawabannya, masih dalam proses,” ungkapnya.

Tidak puas dengan jawaban Kades, Muhsibullah mendatangi kantor pos untuk meminta penjelasan secara langsung. Pada waktu tersebut, dia kembali menemukan namanya sendiri dalam daftar penerima bantuan yang ada di kantor Pos. ”Bahkan, saya juga menemukan nama-nama lain yang belum menerima,” jelasnya.


Muhsibullah kemudian bermusyawarah dengan warga lain yang belum menerima bantuan untuk mendatangi KCP Pos Proppo. Tujuannya, menekan petugas agar mencairkan bantuan yang menjadi haknya itu. ”Awalnya, petugas di kantor Pos tidak mau mencairkan bantuan karena kami tidak membawa undangan,” tuturnya.

Tapi, karena warga terus memberikan tekanan, akhirnya petugas berkoordinasi dengan Kades Mapper untuk mencairkan BLT BBM. Kades setuju asal bantuan itu dicairkan di kediamannya. ”Kami datang ke rumah Kades dan pencairan benar-benar dilakukan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Bantu Ringankan Beban PKL dan Warga Tak Mampu

Muhsibullah mengatakan, undangan pencairan bantuan itu tidak disebar oleh Kades. Alasannya, warga tidak mau membelanjakan bantuan itu di e-warong desa setempat. ”Padahal yang saya ketahui, bantuan itu bebas dibelanjakan di mana saja. Asalkan kodenya sama,” katanya.

Petugas KCP Pos Proppo Dwi Surya Wahyudi menjelaskan, bahwa kedatangan warga tidak pernah diketahui sebelumnya. Tiba-tiba, warga meminta pencairan langsung dilakukan saat itu juga. ”Sedangkan pencairan hanya bisa dilakukan jika ada undangan,” jelasnya.

- Advertisement -

Semua undangan sudah diserahkan kepada Kades Mapper. Tepatnya, empat hari sebelum pelaksanaan pencairan tahap pertama pada Jumat (16/9).

Wahyudi menyampaikan, jumlah total penerima BLT Subsidi BBM di Desa Mapper sebanyak 423 keluarga penerima manfaat (KPM). Tapi, yang mencairkan pada tahap pertama hanya 332 KPM. ”Jadi tersisa 91 KPM yang belum dicairkan pada tahap pertama,” jelasnya.

Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp 500 ribu. Perinciannya, Rp 300 ribu untuk BLT subsidi BBM per orang dan Rp 200 ribu untuk bantuan biaya sembako. ”Saya sudah sering koordinasi ke Kades untuk melakukan pencairan. Tap,i dia selalu meminta saya untuk menunggu informasi lebih lanjut. Saat ini semua sisa pencairan sebanyak 91 KPM itu sudah selesai dilakukan,” tandasnya.

Baca Juga :  Plh Bupati Pamekasan Doakan Peserta UASBN Sukses

Kades Mapper Muhammad Ridwan mengatakan, pada pencairan tahap pertama sebenarnya sudah direncanakan untuk cair secara keseluruhan. Namun, pada waktu itu dianggap tidak memungkinkan karena keterbatasan waktu.

”Pada pencairan tahap pertama, sampai pukul 11.00 ternyata belum selesai. Bahkan, masih banyak yang belum menerima. Sementara saat itu bersamaan dengan waktu salat Jumat sehingga saya minta ditunda atau dijadwalkan ulang,” tuturnya.

Ridwan mengatakan, pencairan tahap kedua direncanakan berlangsung pada hari ini, Rabu (28/9). Sedangkan undangan dibagikan kepada KPM Selasa (27/9). Tapi karena warga sudah lebih dahulu menagih bantuan tersebut, akhirnya pencairan dilakukan.

Ridwan menepis terkait tudingan undangan tidak dibagikan karena tidak mau belanja di e-warong desa. Menurutnya, pernyataan itu tidak benar. Namun, dia mengakui bahwa sering menyampaikan kepada warganya untuk membelanjakan BPNT di e-warong desa.

Tujuannya, agar warga dan pemerintah desa dapat terlihat harmonis serta saling membantu. ”Jadi kalau sudah ada (e-warong) di desa sendiri, kenapa harus belanja ke desa lain. Maksudnya begitu yang ingin saya sampaikan,” pungkasnya. (bus/pen)

Artikel Terkait

Most Read

Sejumlah Sekolah UNBK Offline

Puisi Aniyatin Asdabi Basyir*

Truk Rusak Berat, Sopir Selamat

Artikel Terbaru

/