alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Penyakit Gagal Ginjal di Pamekasan Tinggi

PAMEKASAN – Penderita gagal ginjal di Pamekasan cukup tinggi. Itu bisa dilihat dari data yang terekam di kantor BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan. Selama satu semester, ada 2 ribu lebih kasus gagal ginjal yang masuk di sistem data BPJS Kesehatan.

Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Eko D. Kesdu memaparkan, pihaknya paling banyak meng-cover penderita gagal ginjal. Pasien gagal ginjal yang menjalani rawat inap mencapai 372 orang. Jumlah ini lebih tinggi dari pasien anemia yang 342 orang dan katarak 256 orang.

”Untuk yang rawat jalan, selama satu semester sebanyak 2.340 kasus gagal ginjal. Kasus ini tertinggi dibandingkan dengan diagnosis penyakit lainnya,” ujar Eko D. Kesdu saat ditemui di kantornya Senin (28/8).

Baca Juga :  Canangkan Pelaksanaan ORI Difteri Putaran Ke-2

Karena kasus gagal ginjal cukup banyak, biaya yang dikeluarkan pun tinggi. Selama Januari–Juni 2017, biaya yang dikeluarkan untuk cuci darah Rp 2,695 miliar. Menyusul di bawahnya biaya pengobatan katarak Rp 2,057 miliar.

”Data ini sudah tersistem. Jadi, seluruh peserta BPJS Kesehatan yang mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terekam di sistem kami,” tambahnya.

Di Pamekasan, total ada 49 faskes yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Perinciannya, tiga rumah sakit, tiga klinik, empat dokter gigi, 19 dokter keluarga, dan 20 puskesmas.

Khusus untuk kasus gagal ginjal, rata-rata ditangani di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan. Widya, verifikator BPJS Center RSUD dr Slamet Martodirdjo, menjelaskan, setiap minggu ada sekitar 77 kunjungan pasien gagal ginjal. ”Dari Januari–Juni ada sekitar 2.190 kunjungan pasien gagal ginjal ke sini,” sebutnya.

Baca Juga :  Hasil SKD Diumumkan Hari Ini

Sementara itu, Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan drg. Ikke Yulia Pujiastuti, M.Kes. menegaskan, gagal ginjal bisa dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya, akibat pola hidup yang kurang sehat, sering mengonsumsi minuman kemasan, atau komplikasi.

Kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi sayur-sayuran juga bisa mengakibatkan gagal ginjal. ”Makanya, sebelum terdiagnosis gagal ginjal, masyarakat harus menjaga pola hidup sehat. Antara bekerja dan waktu istirahat harus berimbang. Termasuk rajin olahraga,” sarannya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Penderita gagal ginjal di Pamekasan cukup tinggi. Itu bisa dilihat dari data yang terekam di kantor BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan. Selama satu semester, ada 2 ribu lebih kasus gagal ginjal yang masuk di sistem data BPJS Kesehatan.

Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Eko D. Kesdu memaparkan, pihaknya paling banyak meng-cover penderita gagal ginjal. Pasien gagal ginjal yang menjalani rawat inap mencapai 372 orang. Jumlah ini lebih tinggi dari pasien anemia yang 342 orang dan katarak 256 orang.

”Untuk yang rawat jalan, selama satu semester sebanyak 2.340 kasus gagal ginjal. Kasus ini tertinggi dibandingkan dengan diagnosis penyakit lainnya,” ujar Eko D. Kesdu saat ditemui di kantornya Senin (28/8).

Baca Juga :  Konsulat Jenderal Amerika Serikat Ingin Kembali Datang ke Madura

Karena kasus gagal ginjal cukup banyak, biaya yang dikeluarkan pun tinggi. Selama Januari–Juni 2017, biaya yang dikeluarkan untuk cuci darah Rp 2,695 miliar. Menyusul di bawahnya biaya pengobatan katarak Rp 2,057 miliar.

”Data ini sudah tersistem. Jadi, seluruh peserta BPJS Kesehatan yang mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terekam di sistem kami,” tambahnya.

Di Pamekasan, total ada 49 faskes yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Perinciannya, tiga rumah sakit, tiga klinik, empat dokter gigi, 19 dokter keluarga, dan 20 puskesmas.

Khusus untuk kasus gagal ginjal, rata-rata ditangani di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan. Widya, verifikator BPJS Center RSUD dr Slamet Martodirdjo, menjelaskan, setiap minggu ada sekitar 77 kunjungan pasien gagal ginjal. ”Dari Januari–Juni ada sekitar 2.190 kunjungan pasien gagal ginjal ke sini,” sebutnya.

Baca Juga :  Empat Pasien Covid-19 Terus Membaik

Sementara itu, Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan drg. Ikke Yulia Pujiastuti, M.Kes. menegaskan, gagal ginjal bisa dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya, akibat pola hidup yang kurang sehat, sering mengonsumsi minuman kemasan, atau komplikasi.

Kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi sayur-sayuran juga bisa mengakibatkan gagal ginjal. ”Makanya, sebelum terdiagnosis gagal ginjal, masyarakat harus menjaga pola hidup sehat. Antara bekerja dan waktu istirahat harus berimbang. Termasuk rajin olahraga,” sarannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/