alexametrics
23 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Pimpinan PTKIN Ex-IAIN Sunan Ampel Gelar Rakor di IAIN Madura

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – IAIN Madura menjadi tuan rumah Seminar Nasional dan Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan PTKIN Persemakmuran ex-IAIN Sunan Ampel. Acara tersebut diselenggarakan selama tiga hari mulai 26–28 Maret 2021.

Seminar dan rakor tersebut merupakan agenda rutin PTKIN ex-IAIN Sunan Ampel. Tempat pelaksanaannya bergilir, dari satu kampus ke kampus lain yang tercatat sebagai anggota persemakmuran ex-IAIN Sunan Ampel Surabaya.

”Kampus ex-IAIN Sunan Ampel ini ada sembilan,” ucap Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim kemarin (28/3). Yakni, IAIN Madura, IAIN Tulungagung, IAIN Jember, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, IAIN Samarinda, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Sunan Ampel, dan UIN Mataram. Dari sembilan kampus tersebut, hanya UIN Mataram tidak hadir karena lockdown.

Menurutnya, kampus-kampus tersebut semula fakultas cabang dari Sunan Ampel. Seiring perkembangan zaman, berubah menjadi mandiri. Menjadi IAIN dan UIN. ”Tentu, agenda ini rutin dilaksanakan agar tidak melupakan sejarah. Tujuan kedua, mempererat silaturahmi sebagai keluarga besar,” katanya.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergisitas, JPRM Silaturahmi ke Bupati Fauzi

Dijelaskan, Rakor Pimpinan PTKIN ex-IAIN Sunan Ampel tersebut digelar untuk membangun kerja sama. Untuk memajukan lembaga masing-masing sebagai instansi pendidikan perguruan tinggi. ”Prinsipnya persemakmuran. Makmur bersama. Misalnya ada satu yang belum, akan dibantu oleh yang lain dalam bentuk kerja sama,” katanya.

Baik kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan penerbitan jurnal. Tamu yang hadir dalam acara Seminar Nasional dan Rakor tersebut adalah Direktur PTKI Prof. Dr. Suyitno. Dia menjelaskan proses pengembangan PTKI di masa depan.

Kemudian, hadir juga Direktur Nur Syam Center Prof. Dr. Nur Syam. Dia menerangkan tentang tata kelola perguruan tinggi di masa depan. Selain itu, para rektor beserta wakil rektor satu, dua, dan tiga dari kampus-kampus ex-IAIN Sunan Ampel juga ikut hadir. Selain itu, dekan, kepala biro, dan direktur pascasarjana dari masing-masing kampus juga hadir.

Mereka semua menggelar rapat dengan bidang-bidang masing-masing. Rektor sesama rector, warek sesama warek, kemudian diplenokan. Rakor itu kemudian menghasilkan beberapa kebijakan untuk dikembangkan. ”Hasilnya, bagaimana caranya meningkatkan mutu prodi-prodi, kelembagaan melalui tridarma perguruan tinggi,” sambung Kosim.

Baca Juga :  Sesalkan Petugas Tes CPNS Teledor

Kosim mengatakan, ke depan kemungkinan akan ada kerja sama dengan model KKN bersama, riset kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat bersama. ”Rakor tahun depan disepakati akan dilaksanakan di IAIN Ponorogo,” imbuhnya.

Akhir rakor ini, peserta rakor berkunjung ke Sentra Batik Aneka di Desa Klampar, Kecamatan Proppo. ”Ini untuk memperkenalkan produk khas Batik Pamekasan, dan alhamdulillah tertarik semua, termasuk dari kampus Samarinda. Tidak sekadar melihat, tapi juga ada praktik. Beberapa peserta rakor ikut praktik pembuatan batik,” paparnya.

Sekadar diketahui, dari sembilan PTKIN ini, ada tiga IAIN yang sedang berproses menjadi UIN. Yakni IAIN Jember, IAIN Tulungagung, dan IAIN Samarinda. Tinggal menunggu tanda tangan Presiden RI dalam waktu dekat ini. Sementara tiga lainnya masih proses, yakni IAIN Madura, IAIN Kediri, dan IAIN Ponorogo. ”Tiga terakhir ini akan memulai penyusunan proposal,” pungkas Kosim. (ky/par)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – IAIN Madura menjadi tuan rumah Seminar Nasional dan Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan PTKIN Persemakmuran ex-IAIN Sunan Ampel. Acara tersebut diselenggarakan selama tiga hari mulai 26–28 Maret 2021.

Seminar dan rakor tersebut merupakan agenda rutin PTKIN ex-IAIN Sunan Ampel. Tempat pelaksanaannya bergilir, dari satu kampus ke kampus lain yang tercatat sebagai anggota persemakmuran ex-IAIN Sunan Ampel Surabaya.

”Kampus ex-IAIN Sunan Ampel ini ada sembilan,” ucap Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim kemarin (28/3). Yakni, IAIN Madura, IAIN Tulungagung, IAIN Jember, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, IAIN Samarinda, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Sunan Ampel, dan UIN Mataram. Dari sembilan kampus tersebut, hanya UIN Mataram tidak hadir karena lockdown.


Menurutnya, kampus-kampus tersebut semula fakultas cabang dari Sunan Ampel. Seiring perkembangan zaman, berubah menjadi mandiri. Menjadi IAIN dan UIN. ”Tentu, agenda ini rutin dilaksanakan agar tidak melupakan sejarah. Tujuan kedua, mempererat silaturahmi sebagai keluarga besar,” katanya.

Baca Juga :  Partai Demokrat JatimĀ Gelar Safari Ramadan

Dijelaskan, Rakor Pimpinan PTKIN ex-IAIN Sunan Ampel tersebut digelar untuk membangun kerja sama. Untuk memajukan lembaga masing-masing sebagai instansi pendidikan perguruan tinggi. ”Prinsipnya persemakmuran. Makmur bersama. Misalnya ada satu yang belum, akan dibantu oleh yang lain dalam bentuk kerja sama,” katanya.

Baik kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan penerbitan jurnal. Tamu yang hadir dalam acara Seminar Nasional dan Rakor tersebut adalah Direktur PTKI Prof. Dr. Suyitno. Dia menjelaskan proses pengembangan PTKI di masa depan.

Kemudian, hadir juga Direktur Nur Syam Center Prof. Dr. Nur Syam. Dia menerangkan tentang tata kelola perguruan tinggi di masa depan. Selain itu, para rektor beserta wakil rektor satu, dua, dan tiga dari kampus-kampus ex-IAIN Sunan Ampel juga ikut hadir. Selain itu, dekan, kepala biro, dan direktur pascasarjana dari masing-masing kampus juga hadir.

Mereka semua menggelar rapat dengan bidang-bidang masing-masing. Rektor sesama rector, warek sesama warek, kemudian diplenokan. Rakor itu kemudian menghasilkan beberapa kebijakan untuk dikembangkan. ”Hasilnya, bagaimana caranya meningkatkan mutu prodi-prodi, kelembagaan melalui tridarma perguruan tinggi,” sambung Kosim.

Baca Juga :  84 Desa Kota Keris Gelar Pilkades Serentak

Kosim mengatakan, ke depan kemungkinan akan ada kerja sama dengan model KKN bersama, riset kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat bersama. ”Rakor tahun depan disepakati akan dilaksanakan di IAIN Ponorogo,” imbuhnya.

Akhir rakor ini, peserta rakor berkunjung ke Sentra Batik Aneka di Desa Klampar, Kecamatan Proppo. ”Ini untuk memperkenalkan produk khas Batik Pamekasan, dan alhamdulillah tertarik semua, termasuk dari kampus Samarinda. Tidak sekadar melihat, tapi juga ada praktik. Beberapa peserta rakor ikut praktik pembuatan batik,” paparnya.

Sekadar diketahui, dari sembilan PTKIN ini, ada tiga IAIN yang sedang berproses menjadi UIN. Yakni IAIN Jember, IAIN Tulungagung, dan IAIN Samarinda. Tinggal menunggu tanda tangan Presiden RI dalam waktu dekat ini. Sementara tiga lainnya masih proses, yakni IAIN Madura, IAIN Kediri, dan IAIN Ponorogo. ”Tiga terakhir ini akan memulai penyusunan proposal,” pungkas Kosim. (ky/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/