alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Desak Jokowi Cabut Keppres, Wartawan Pamekasan Gelar Aksi Teatrikal

PAMEKASAN – Sebagai simbol penolakan pemberian remisi kepada terpidana pembunuh wartawan Jawa Pos Radar Bali, wartawan Pamekasan menggelar aksi solidaritas dan teatrikal, Selasa (29/1). Aksi itu dilakukan di Monumen Arek Lancor.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Denpasar menetapkan I Nyoman Susrama sebagai terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap AA Narendra Prabangsa, 10 tahun silam. Susrama dipidana hukuman penjara seumur hidup.

Namun, pada 7 Desember 2018 Presiden Jokowi mengeluarkan Keppres Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi berupa keringanan hukuman.

Frenky, perwakilan aksi mengatakan, aksi solidaritas dan teatrikal digelar untuk mendesak Presiden Jokowi mencabut keppres pemberian remisi kepada otak pembunuh jurnalis. “Kami mohon kepada Bapak Presiden Jokowi segera mencabut Keppres Nomor 29 Ttahun 2018,” katanya.

Baca Juga :  Ratusan Wartawan Bertugas di Madura

Dijelaskan, kajian Presiden untuk mengeluarkan remisi dinilai kurang matang. Sebab, Susrama bukan hanya menjadi otak pembunuhan berencana. Tapi, juga menghalang-halangi tugas jurnalis.

“Sesuai fakta persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Prabangsa dibunuh karena sering memberitakan proyek-proyek mantan adik bupati itu,” jelas wartawan Jawa Pos Radar Madura itu.

Dikatakan, pemberian remisi kepada tersangka otak pembunuhan dianggap melukai hati jurnalis se-Indonesia.

“Ketika pidana seumur hidup dirubah menjadi 20 tahun, artinya dalam waktu dekat ini Susrama bebas. Itu sangat menyakiti dan melukai hati kami sebagai jurnalis,” katanya. (Herlina Trisukma)

PAMEKASAN – Sebagai simbol penolakan pemberian remisi kepada terpidana pembunuh wartawan Jawa Pos Radar Bali, wartawan Pamekasan menggelar aksi solidaritas dan teatrikal, Selasa (29/1). Aksi itu dilakukan di Monumen Arek Lancor.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Denpasar menetapkan I Nyoman Susrama sebagai terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap AA Narendra Prabangsa, 10 tahun silam. Susrama dipidana hukuman penjara seumur hidup.

Namun, pada 7 Desember 2018 Presiden Jokowi mengeluarkan Keppres Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi berupa keringanan hukuman.


Frenky, perwakilan aksi mengatakan, aksi solidaritas dan teatrikal digelar untuk mendesak Presiden Jokowi mencabut keppres pemberian remisi kepada otak pembunuh jurnalis. “Kami mohon kepada Bapak Presiden Jokowi segera mencabut Keppres Nomor 29 Ttahun 2018,” katanya.

Baca Juga :  Rentan Terpapar Covid-19, Kru JPRM Divaksin

Dijelaskan, kajian Presiden untuk mengeluarkan remisi dinilai kurang matang. Sebab, Susrama bukan hanya menjadi otak pembunuhan berencana. Tapi, juga menghalang-halangi tugas jurnalis.

“Sesuai fakta persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Prabangsa dibunuh karena sering memberitakan proyek-proyek mantan adik bupati itu,” jelas wartawan Jawa Pos Radar Madura itu.

Dikatakan, pemberian remisi kepada tersangka otak pembunuhan dianggap melukai hati jurnalis se-Indonesia.

“Ketika pidana seumur hidup dirubah menjadi 20 tahun, artinya dalam waktu dekat ini Susrama bebas. Itu sangat menyakiti dan melukai hati kami sebagai jurnalis,” katanya. (Herlina Trisukma)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/