alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Dana Bantuan PKH Dipotong, Warga Penerima Mengeluh

PAMEKASAN – Sejumlah warga Dusun Angsanah, Desa Jembringin, Kecamatan Proppo, geram. Dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang mereka terima tidak sesuai yang mestinya. Oknum aparat desa diduga menyunat dana bantuan tersebut.

Modusnya, ATM milik penerima PKH diminta untuk dikumpulkan. Kemudian pengambilan dana PKH dikoordinasi seseorang. Namun dana bantuan yang dicairkan pada 22 Januari 2019 tersebut tidak utuh sebagaimana mestinya.

”Yang punya kartu PKH disiarkan agar dikumpulkan. Jika tidak dikumpulkan, katanya akan terblokir,” ungkap Jasuli, salah seorang warga desa setempat.

Khawatir dengan informasi terblokir tersebut, warga penerima PKH terpaksa mengumpulkan ATM sekaligus memberi tahu PIN mereka. Setelah itu, pengambilan dana PKH dikoordinasi seseorang. ”Namun warga tidak menerima utuh dana bantuan itu,” ucapnya.

Baca Juga :  Diblokir, Penerima BST Ngadu Polres

Dana yang diterima warga tidak sama. Ada yang menerima Rp 1 juta, Rp 1,9 juta, Rp 800, dan Rp 700 ribu. Bagi yang menerima lebih Rp 1 juta, diduga dipotong Rp 50 ribu. ”Sementara yang menerima Rp 1 juta ke bawah dipotong Rp 30 ribu,” beber dia.

Keluhan serupa disampaikan Mashuri, warga setempat. Dia berharap, pemotongan dana bantuan PKH tersebut dikembalikan. Dia berharap warga penerima PKH mendapat haknya sebagaimana mestinya.

Apalagi di desa lain tidak ada pemotongan. ATM mereka juga tidak dikumpulkan. Warga mengambil sendiri dana bantuan PKH ke bank. ”Dulu hanya dipotong Rp 20 ribu untuk bensin, kami tidak mempermasalahkan. Tapi sekarang langsung dipotong Rp 50 ribu,” katanya.

Baca Juga :  Bansos PKH dan Rastra Madura Capai Rp 1 Triliun

Koordinator PKH Kabupaten Pamekasan Hanafi mengaku telah mewanti-wanti agar ATM tidak diberikan kepada orang lain. Jika penerima PKH tidak bisa mengambil sendiri, sudah ada agen bank yang jalan ke desa-desa. ”Kalau (penerima PKH sudah) sepuh biasanya dibantu oleh agen,” terangnya.

Berkenaan dengan dugaan pemotongan dana PKH tersebut, menurut informasi yang diterima Hanafi sudah berdasarkan kesepakatan dengan penerima. Namun jika berpolemik, aparat desa mengaku siap mengembalikan.

”Itu katanya inisiatif warga (penerima PKH) yang mau memberi. Tapi (pemotongan) itu bukan dilakukan pendamping PKH,” tukas Hanafi.

PAMEKASAN – Sejumlah warga Dusun Angsanah, Desa Jembringin, Kecamatan Proppo, geram. Dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang mereka terima tidak sesuai yang mestinya. Oknum aparat desa diduga menyunat dana bantuan tersebut.

Modusnya, ATM milik penerima PKH diminta untuk dikumpulkan. Kemudian pengambilan dana PKH dikoordinasi seseorang. Namun dana bantuan yang dicairkan pada 22 Januari 2019 tersebut tidak utuh sebagaimana mestinya.

”Yang punya kartu PKH disiarkan agar dikumpulkan. Jika tidak dikumpulkan, katanya akan terblokir,” ungkap Jasuli, salah seorang warga desa setempat.


Khawatir dengan informasi terblokir tersebut, warga penerima PKH terpaksa mengumpulkan ATM sekaligus memberi tahu PIN mereka. Setelah itu, pengambilan dana PKH dikoordinasi seseorang. ”Namun warga tidak menerima utuh dana bantuan itu,” ucapnya.

Baca Juga :  Penentuan BEP Tembakau Tak Libatkan Petani

Dana yang diterima warga tidak sama. Ada yang menerima Rp 1 juta, Rp 1,9 juta, Rp 800, dan Rp 700 ribu. Bagi yang menerima lebih Rp 1 juta, diduga dipotong Rp 50 ribu. ”Sementara yang menerima Rp 1 juta ke bawah dipotong Rp 30 ribu,” beber dia.

Keluhan serupa disampaikan Mashuri, warga setempat. Dia berharap, pemotongan dana bantuan PKH tersebut dikembalikan. Dia berharap warga penerima PKH mendapat haknya sebagaimana mestinya.

Apalagi di desa lain tidak ada pemotongan. ATM mereka juga tidak dikumpulkan. Warga mengambil sendiri dana bantuan PKH ke bank. ”Dulu hanya dipotong Rp 20 ribu untuk bensin, kami tidak mempermasalahkan. Tapi sekarang langsung dipotong Rp 50 ribu,” katanya.

Baca Juga :  Realisasi BPNT Butuh 186 E-Warung

Koordinator PKH Kabupaten Pamekasan Hanafi mengaku telah mewanti-wanti agar ATM tidak diberikan kepada orang lain. Jika penerima PKH tidak bisa mengambil sendiri, sudah ada agen bank yang jalan ke desa-desa. ”Kalau (penerima PKH sudah) sepuh biasanya dibantu oleh agen,” terangnya.

Berkenaan dengan dugaan pemotongan dana PKH tersebut, menurut informasi yang diterima Hanafi sudah berdasarkan kesepakatan dengan penerima. Namun jika berpolemik, aparat desa mengaku siap mengembalikan.

”Itu katanya inisiatif warga (penerima PKH) yang mau memberi. Tapi (pemotongan) itu bukan dilakukan pendamping PKH,” tukas Hanafi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/