alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Janji Lelang Lanjutan Stadion Meleset, Pembangunan Bisa Kembali Molor

PAMEKASAN – Janji Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan untuk melelang dua paket pembangunan lanjutan Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) meleset. Sampai saat ini, paket pekerjaan senilai Rp 10 miliar lebih itu belum ditenderkan. Buktinya, laman Layanan Pengadanaan secara Elektronik (LPSE) Pamekasan belum mencantumkan lelang lanjutan SGRP.

Ada dua pekerjaan yang rencananya akan digelar tahun ini. Yakni pembangunan sirkuit atau halaman parkir stadion dengan anggaran sekitar Rp 4,3 miliar. Kemudian, proyek pembangunan lintasan atletik digerojok sekitar Rp 6,4 miliar.

Kedua paket ini gagal digelar pada tahun anggaran 2017. Penyebabnya, dua kali lelang, dua kali pula mengalami kegagalan. Dispora pun menargetkan untuk melakukan lelang di akhir 2017.

Baca Juga :  Lebih Lega Bayar Iuran JKN-KIS dengan Niat Sedekah

”Mungkin nanti November atau Desember kita upayakan untuk ditender ulang untuk ketiga kalinya,” kata Kepala Dispora Pamekasan Muhammad pada pertengahan September 2017 lalu.

Namun hingga memasuki pekan terakhir Desember, tidak ada tanda-tanda bahwa paket tersebut akan ditenderkan. Tak pelak hal ini pun membuat Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pamekasan Moh Ali berang. Dia heran mengapa proyek tersebut belum ditenderkan.

Padahal, menurut dia, jika proyek tersebut dilelang akhir tahun ini, maka awal 2018 sudah bisa digelar. Setidaknya, pada 2018 nanti sudah tidak perlu proses tender lagi. Sebab proses tender butuh waktu yang tidak singkat.

”Kami tahu bahwa tender itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan hingga satu bulan setengah,” ujar Ali. ”Ini sudah memasuki akhir Desember dan rupanya tak kunjung dilelang,” tambahnya.

Baca Juga :  Owner RS Larasati Ikut Promosikan Batik

Melesetnya janji lelang stadion di akhir 2017 ini dinilai akan berdampak sistemik. Pada awal 2018 nanti, pemkab masih harus melakukan tender ulang. Itu pun kalau tender yang dilakukan berjalan lancar.

Sementara, pada 2018 Pamekasan akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan. Dia khawatir, proyek ini kembali tidak terlaksana. ”Akibatnya, nanti sirkuit tak bisa dipakai. Padahal para pembalap motor sudah lama menginginkan adanya sirkuit agar mereka tidak melakukan balap liar di jalan raya,” tukasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Janji Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan untuk melelang dua paket pembangunan lanjutan Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) meleset. Sampai saat ini, paket pekerjaan senilai Rp 10 miliar lebih itu belum ditenderkan. Buktinya, laman Layanan Pengadanaan secara Elektronik (LPSE) Pamekasan belum mencantumkan lelang lanjutan SGRP.

Ada dua pekerjaan yang rencananya akan digelar tahun ini. Yakni pembangunan sirkuit atau halaman parkir stadion dengan anggaran sekitar Rp 4,3 miliar. Kemudian, proyek pembangunan lintasan atletik digerojok sekitar Rp 6,4 miliar.

Kedua paket ini gagal digelar pada tahun anggaran 2017. Penyebabnya, dua kali lelang, dua kali pula mengalami kegagalan. Dispora pun menargetkan untuk melakukan lelang di akhir 2017.

Baca Juga :  Minta Anulir Kebijakan Impor Garam

”Mungkin nanti November atau Desember kita upayakan untuk ditender ulang untuk ketiga kalinya,” kata Kepala Dispora Pamekasan Muhammad pada pertengahan September 2017 lalu.

Namun hingga memasuki pekan terakhir Desember, tidak ada tanda-tanda bahwa paket tersebut akan ditenderkan. Tak pelak hal ini pun membuat Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pamekasan Moh Ali berang. Dia heran mengapa proyek tersebut belum ditenderkan.

Padahal, menurut dia, jika proyek tersebut dilelang akhir tahun ini, maka awal 2018 sudah bisa digelar. Setidaknya, pada 2018 nanti sudah tidak perlu proses tender lagi. Sebab proses tender butuh waktu yang tidak singkat.

”Kami tahu bahwa tender itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan hingga satu bulan setengah,” ujar Ali. ”Ini sudah memasuki akhir Desember dan rupanya tak kunjung dilelang,” tambahnya.

Baca Juga :  Belum Setahun, Jembatan Ambruk

Melesetnya janji lelang stadion di akhir 2017 ini dinilai akan berdampak sistemik. Pada awal 2018 nanti, pemkab masih harus melakukan tender ulang. Itu pun kalau tender yang dilakukan berjalan lancar.

Sementara, pada 2018 Pamekasan akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan. Dia khawatir, proyek ini kembali tidak terlaksana. ”Akibatnya, nanti sirkuit tak bisa dipakai. Padahal para pembalap motor sudah lama menginginkan adanya sirkuit agar mereka tidak melakukan balap liar di jalan raya,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/