alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Topeng Gettak Gambarkan Sosok Prabu Baladewa

PAMEKASAN – Tari topeng gettak merupakan salah satu seni kebanggaan Pamekasan. Namun, banyak masyarakat tidak tahu dengan tarian tersebut. Bagi generasi muda tarian tersebut dianggap asing.

Kapala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, tarian tersebut perlu dilestarikan dan dikembangkan agar bisa menjadi pertunjukan yang menarik. Dengan demikian, minat dan kecintaan masyarakat untuk mempelajari tarian tersebut bisa meningkat. ”Kolosal tari topeng gettak yang diikuti ratusan penari ini untuk mengenalkan kepada masyarakat dan generasi muda. Karena meski menjadi tarian andalan Pamekasan, ternyata masih banyak yang tidak kenal,” terangnya.

 Dia meminta agar gairah seni dan budaya masyarakat seperti tari-tarian dan pertunjukan lainnya meningkat. Sanggar dan komunitas perlu aktif menjalankan program latihan dan pembinaan. ”Sejak disparbud menjadi instansi tersendiri, geliat masyarakat untuk menampilkan kreasi dan ciptanya sebenarnya sudah mulai meningkat,” terangnya.

Baca Juga :  Bupati-Wabup Pamekasan Hibahkan Seluruh Gaji

Topeng gettak merupakan salah satu tari tradisional yang menjadi bagian dari pertunjukan ludruk sandur. Sandur merupakan jenis kesenian rakyat yang paling banyak digemari di Pamekasan. ”Sandur selalu hadir dalam setiap acara seperti pesta perkawinan, khitanan, dan lain-lain,” terangnya.

Dalam sandur, tari topeng gettak hadir sebagai pembuka. Tari topeng getak awaltnya dikenal dengan nama tari klonoan. Setiap gerakan tari klonoan selalu tergantung pada bunyi kendang yang berbunyi ”ge” dan ”tak”.  ”Bunyi gendang itulah yang menjadikan tari tradisional ini dinamakan tari topeng gettak,” terangnya.

Seni tari tradisional ini menggambarkan sosok tokoh Prabu Baladewa dalam pertunjukan topeng dalang Madura. Prabu Baladewa merupakan tokoh yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Madura. Baladewa merupakan tokoh dengan karakter yang kuat, berpikiran terbuka, dan lurus dalam mengungkap setiap masalah. ”Karakter tersebut dianggap menggambarkan karakter orang Madura pada umumnya,” katanya. 

Baca Juga :  Polantas Pamekasan Ciduk Pocong Malam Tahun Baru
- Advertisement -

PAMEKASAN – Tari topeng gettak merupakan salah satu seni kebanggaan Pamekasan. Namun, banyak masyarakat tidak tahu dengan tarian tersebut. Bagi generasi muda tarian tersebut dianggap asing.

Kapala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, tarian tersebut perlu dilestarikan dan dikembangkan agar bisa menjadi pertunjukan yang menarik. Dengan demikian, minat dan kecintaan masyarakat untuk mempelajari tarian tersebut bisa meningkat. ”Kolosal tari topeng gettak yang diikuti ratusan penari ini untuk mengenalkan kepada masyarakat dan generasi muda. Karena meski menjadi tarian andalan Pamekasan, ternyata masih banyak yang tidak kenal,” terangnya.

 Dia meminta agar gairah seni dan budaya masyarakat seperti tari-tarian dan pertunjukan lainnya meningkat. Sanggar dan komunitas perlu aktif menjalankan program latihan dan pembinaan. ”Sejak disparbud menjadi instansi tersendiri, geliat masyarakat untuk menampilkan kreasi dan ciptanya sebenarnya sudah mulai meningkat,” terangnya.

Baca Juga :  Istri Menteri Borong Batik

Topeng gettak merupakan salah satu tari tradisional yang menjadi bagian dari pertunjukan ludruk sandur. Sandur merupakan jenis kesenian rakyat yang paling banyak digemari di Pamekasan. ”Sandur selalu hadir dalam setiap acara seperti pesta perkawinan, khitanan, dan lain-lain,” terangnya.

Dalam sandur, tari topeng gettak hadir sebagai pembuka. Tari topeng getak awaltnya dikenal dengan nama tari klonoan. Setiap gerakan tari klonoan selalu tergantung pada bunyi kendang yang berbunyi ”ge” dan ”tak”.  ”Bunyi gendang itulah yang menjadikan tari tradisional ini dinamakan tari topeng gettak,” terangnya.

Seni tari tradisional ini menggambarkan sosok tokoh Prabu Baladewa dalam pertunjukan topeng dalang Madura. Prabu Baladewa merupakan tokoh yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Madura. Baladewa merupakan tokoh dengan karakter yang kuat, berpikiran terbuka, dan lurus dalam mengungkap setiap masalah. ”Karakter tersebut dianggap menggambarkan karakter orang Madura pada umumnya,” katanya. 

Baca Juga :  Pencipta Tari Muang Sangkal Berpulang
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/