alexametrics
29.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Bangun Congkop dari Infak Peziarah

PAMEKASAN – Asta Batu Ampar di Dusun Batu Ampar, Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, banyak didatangi peziarah. Mereka yang datang berinfak seikhlasnya. Hasil infak tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas oleh pengelola.

Misbahul Munir selaku penjaga Asta Batu Ampar mengatakan, infak itu seikhlasnya.  Pria yang disapa Gus Bahul tersebut mengatakan, manfaat infak tersebut nantinya juga akan kembali kepada peziarah. Penjaga hanya memfaslitasi. ”Kalau satu bus biasanya Rp 50 ribu,” katanya.

Salah satu yang difasilitasi adalah bangunan untuk berteduh bagi peziarah di areal makam. Selain itu pencetakan buku yang berisi tentang sejarah dan silsilah pendek Syekh Abu Syamsuddin dan beberapa buju’ yang turut dimakamkan di Asta Batu Ampar.

Baca Juga :  Wakil Rakyat Desak Percepat Pembangunan

”Kalau bukunya sudah habis dan nanti dicetak lagi, di dalamnya berisi sejarah pendek bujuk agar orang-orang juga tahu sejarahnya,” terangnya.

Selama ini pembangunan dilakukan secara mandiri. Tidak ada bantuan dari pemerintah kabupaten. Semua perbaikan bangunan di areal asta berasal dari gotong royong peziarah dengan infak tersebut. (c2)

PAMEKASAN – Asta Batu Ampar di Dusun Batu Ampar, Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, banyak didatangi peziarah. Mereka yang datang berinfak seikhlasnya. Hasil infak tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas oleh pengelola.

Misbahul Munir selaku penjaga Asta Batu Ampar mengatakan, infak itu seikhlasnya.  Pria yang disapa Gus Bahul tersebut mengatakan, manfaat infak tersebut nantinya juga akan kembali kepada peziarah. Penjaga hanya memfaslitasi. ”Kalau satu bus biasanya Rp 50 ribu,” katanya.

Salah satu yang difasilitasi adalah bangunan untuk berteduh bagi peziarah di areal makam. Selain itu pencetakan buku yang berisi tentang sejarah dan silsilah pendek Syekh Abu Syamsuddin dan beberapa buju’ yang turut dimakamkan di Asta Batu Ampar.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Pamekasan Usulkan Raperda Poligami ke Bapemperda

”Kalau bukunya sudah habis dan nanti dicetak lagi, di dalamnya berisi sejarah pendek bujuk agar orang-orang juga tahu sejarahnya,” terangnya.

Selama ini pembangunan dilakukan secara mandiri. Tidak ada bantuan dari pemerintah kabupaten. Semua perbaikan bangunan di areal asta berasal dari gotong royong peziarah dengan infak tersebut. (c2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/