alexametrics
24 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Kasian, Nenek Berusia 103 Berjualan Kerupuk untuk Sambung Hidup

PAMEKASAN – Jika menilik usia, nenek Tallat sudah sangat sepuh. Tapi, semangatnya bertahan dan menyambung hidup mengalahkan kawula muda. Buktinya, nenek Tallat setiap hari berjualan kerupuk meski usianya diperkirakan mencapai 103 tahun. Selain menjajakan kerupuk, warga Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan itu juga menjajakan makanan ringan dan sawo beralaskan sak bekas.

Tina, salah seorang warga Desa Tentenan mengungkapkan bahwa nenek Tallat sudah lama menjanda dan hidup sendirian. Padahal, salah satu anaknya sudah menawarkan untuk tinggal bersama. ”Tapi, nenek Tallat memilih menempati rumah tua peninggalan mendiang suaminya. Tetangga kasihan karena kondisinya memprihatinkan,” ujarnya.

Dijelaskan, nenek Tallat diketahui memiliki tiga anak laki-laki. Rinciannya Mat Saleh, Munir, dan Mursa. Semuanya sudah berkeluarga dan menjalani kehidupan masing-masing di perantauan. “Sejak saya kecil hingga dikaruniai anak tiga, nenek Tallat sudah jualan dan tempatnya pindah-pindah. Kadang di madrasah atau di sekolah,” ungkap wanita berusia 52 tahun itu.

Baca Juga :  Nowo¬†Terlalu Manis, Teguh Pilih Kehilangan

Sementara saat ditemui RadarMadura.id, nenek Tallat mengungkapkan memiliki alasan kenapa sampai sekarang masih berjualan. Salah satu alasannya, karena tidak mau dianggap merepotkan orang lain. “Tapi, saya berharap dapat bantuan dari pemerintah. Sebab, sudah lama tidak ada yang memberi saya uang,” ungkapnya. 

PAMEKASAN – Jika menilik usia, nenek Tallat sudah sangat sepuh. Tapi, semangatnya bertahan dan menyambung hidup mengalahkan kawula muda. Buktinya, nenek Tallat setiap hari berjualan kerupuk meski usianya diperkirakan mencapai 103 tahun. Selain menjajakan kerupuk, warga Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan itu juga menjajakan makanan ringan dan sawo beralaskan sak bekas.

Tina, salah seorang warga Desa Tentenan mengungkapkan bahwa nenek Tallat sudah lama menjanda dan hidup sendirian. Padahal, salah satu anaknya sudah menawarkan untuk tinggal bersama. ”Tapi, nenek Tallat memilih menempati rumah tua peninggalan mendiang suaminya. Tetangga kasihan karena kondisinya memprihatinkan,” ujarnya.

Dijelaskan, nenek Tallat diketahui memiliki tiga anak laki-laki. Rinciannya Mat Saleh, Munir, dan Mursa. Semuanya sudah berkeluarga dan menjalani kehidupan masing-masing di perantauan. “Sejak saya kecil hingga dikaruniai anak tiga, nenek Tallat sudah jualan dan tempatnya pindah-pindah. Kadang di madrasah atau di sekolah,” ungkap wanita berusia 52 tahun itu.

Baca Juga :  Tampil di Forum IVL Jakarta, Ini Yang Dilakukan Bupati Baddrut Tamam


Sementara saat ditemui RadarMadura.id, nenek Tallat mengungkapkan memiliki alasan kenapa sampai sekarang masih berjualan. Salah satu alasannya, karena tidak mau dianggap merepotkan orang lain. “Tapi, saya berharap dapat bantuan dari pemerintah. Sebab, sudah lama tidak ada yang memberi saya uang,” ungkapnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/