21.6 C
Madura
Friday, December 9, 2022

Hanya Berkutat di Dua Tersangka

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kasus pembakaran truk bermuatan tembakau sudah terungkap. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Hingga saat ini, belum ada tembahan tersangka lain. Termasuk, kemungkinan aktor intelektual yang menjadi dalang di balik peristiwa itu.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Eka Purnama menerangkan, hasil pemeriksaan masih mengarah kepada dua tersangka. Baik hasil pemeriksaan terhadap barang bukti maupun saksi.

Dua tersangka itu berinisial SY, 49, warga Kecamatan Waru, dan KH, 32, warga Kecamatan Pegantenan. Semua keterangan saksi menyebut nama dua tersangka sebagai penggerak massa. Termasuk, sumber informasi kedatangan tembakau luar Pamekasan itu berasal dari dua tersangka tersebut.

”Dua tersangka itu menyampaikan informasi tentang kedatangan tembakau luar Madura kepada masyarakat. Dari warung kopi ke warung kopi,” ungkapnya kemarin (27/9).

Baca Juga :  Target Produksi Tembakau 18 Ribu Ton di Sampang

Satreskrim Polres Pamekasan memeriksa 12 saksi dalam perkara tersebut. Keterangan para saksi mengarah pada SY dan KH sebagai penggerak massa. KH ditangkap di Terminal Ronggosukowati. Sedangkan SY diringkus di wilayah Kecamatan Pakong. Kini mereka mendekam di balik tahanan polres.

Kedua tersangka ditangkap Selasa (20/9). KH sempat berupaya melarikan diri. Dia berniat kabur ke Jember. Namun, informasi tersebut diketahui polisi sehingga dilakukan pencegatan.

Awalnya, petugas mendapat informasi bahwa KH akan berangkat ke Jember dari Terminal Lama Pamekasan. Tapi, setelah ditunggu cukup lama, yang bersangkutan tidak muncul. Karena itu, tim polisi dibagi dua. ”Satu tim melakukan pencarian tersangka di Terminal Ronggosukowati,” tuturnya.

Kemudian, polisi menemukan pria berperawakan sangat mirip dengan ciri-ciri tersangka. Lalu, petugas menangkapnya. Ternyata benar, pria itu adalah KH. ”KH ini yang melakukan pembakaran secara langsung,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Susun Perda Wirausahawan Muda

Eka mengungkapkan, dua tersangka itu merupakan pedagang tembakau. Namun pada musim tanam saat ini, SY dan KH mengaku sama-sama merugi. ”Bahkan, KH sampai menggadaikan mobil untuk menutupi kerugian,” jelasnya.

Karena itu, mereka berasumsi bahwa harga tembakau Madura rusak akibat masuknya tembakau luar. Lalu, muncul inisiatif untuk mencegat truk pengangkut tembakau dari luar dan membakarnya.

Eka belum bisa memastikan potensi keterlibatan pihak lain yang menjadi otak di balik pembakaran truk di Lapangan Bulay, Kecamatan Galis, itu. Hasil pemeriksaan hanya mengarah kepada dua tersangka. ”Sementara ini, kami berlanjut di pemeriksaan saksi,” terangnya. (bus/luq)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kasus pembakaran truk bermuatan tembakau sudah terungkap. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Hingga saat ini, belum ada tembahan tersangka lain. Termasuk, kemungkinan aktor intelektual yang menjadi dalang di balik peristiwa itu.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Eka Purnama menerangkan, hasil pemeriksaan masih mengarah kepada dua tersangka. Baik hasil pemeriksaan terhadap barang bukti maupun saksi.

Dua tersangka itu berinisial SY, 49, warga Kecamatan Waru, dan KH, 32, warga Kecamatan Pegantenan. Semua keterangan saksi menyebut nama dua tersangka sebagai penggerak massa. Termasuk, sumber informasi kedatangan tembakau luar Pamekasan itu berasal dari dua tersangka tersebut.


”Dua tersangka itu menyampaikan informasi tentang kedatangan tembakau luar Madura kepada masyarakat. Dari warung kopi ke warung kopi,” ungkapnya kemarin (27/9).

Baca Juga :  Penerima Bansos Rastra Stagnan

Satreskrim Polres Pamekasan memeriksa 12 saksi dalam perkara tersebut. Keterangan para saksi mengarah pada SY dan KH sebagai penggerak massa. KH ditangkap di Terminal Ronggosukowati. Sedangkan SY diringkus di wilayah Kecamatan Pakong. Kini mereka mendekam di balik tahanan polres.

Kedua tersangka ditangkap Selasa (20/9). KH sempat berupaya melarikan diri. Dia berniat kabur ke Jember. Namun, informasi tersebut diketahui polisi sehingga dilakukan pencegatan.

Awalnya, petugas mendapat informasi bahwa KH akan berangkat ke Jember dari Terminal Lama Pamekasan. Tapi, setelah ditunggu cukup lama, yang bersangkutan tidak muncul. Karena itu, tim polisi dibagi dua. ”Satu tim melakukan pencarian tersangka di Terminal Ronggosukowati,” tuturnya.

- Advertisement -

Kemudian, polisi menemukan pria berperawakan sangat mirip dengan ciri-ciri tersangka. Lalu, petugas menangkapnya. Ternyata benar, pria itu adalah KH. ”KH ini yang melakukan pembakaran secara langsung,” ucapnya.

Baca Juga :  Harga Jual Tembakau Tinggi, Tiga Gudang Tutup

Eka mengungkapkan, dua tersangka itu merupakan pedagang tembakau. Namun pada musim tanam saat ini, SY dan KH mengaku sama-sama merugi. ”Bahkan, KH sampai menggadaikan mobil untuk menutupi kerugian,” jelasnya.

Karena itu, mereka berasumsi bahwa harga tembakau Madura rusak akibat masuknya tembakau luar. Lalu, muncul inisiatif untuk mencegat truk pengangkut tembakau dari luar dan membakarnya.

Eka belum bisa memastikan potensi keterlibatan pihak lain yang menjadi otak di balik pembakaran truk di Lapangan Bulay, Kecamatan Galis, itu. Hasil pemeriksaan hanya mengarah kepada dua tersangka. ”Sementara ini, kami berlanjut di pemeriksaan saksi,” terangnya. (bus/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/