alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Sebulan Hasilkan 700 Ton Sampah

PAMEKASAN – Pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan. Apalagi, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat cukup tinggi. Sebulan bisa mencapai 700 ton sampah.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengutarakan, produksi sampah di Bumi Gerbang Salam sampai saat ini masih tergolong tinggi. Sebagian merupakan sampah plastik.

”Kita tahu kalau sampah plastik sangat sulit ditangani. Kalau dibiarkan, ratusan tahun sampah itu tidak hancur,” ujarnya.

Tingginya produksi sampah tersebut, menurut Jabir berpengaruh terhadap kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah di Pamekasan. Pihaknya berencana mengembangkan program tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS-3R).

Sayangnya, sampai saat ini jumlah TPS-3R di Pamekasan belum ideal. Idealnya, di setiap kelurahan di Kecamatan Kota terdapat minimal satu TPS.

Baca Juga :  Dua Putri Kedaton Dukung Penuh Lomba Foto Hari Ibu 2018

”Saat ini baru ada enam TPS dari sebelas kelurahan yang ada di Kecamatan Kota. Target kami, pembangunan TPS-3R di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Kota” katanya.

Persoalan sampah ini sangat memengaruhi penilaian predikat Adipura. Dalam penilaian Adipura, hal yang pertama dinilai adalah keseriusan Pemkab Pamekasan dalam mengelola infrastruktur tata kelola persampahan.

”Kalau penilaian pertama sudah gagal, tidak akan bisa suatu daerah meraih Adipura,” pungkasnya. 

PAMEKASAN – Pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan. Apalagi, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat cukup tinggi. Sebulan bisa mencapai 700 ton sampah.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengutarakan, produksi sampah di Bumi Gerbang Salam sampai saat ini masih tergolong tinggi. Sebagian merupakan sampah plastik.

”Kita tahu kalau sampah plastik sangat sulit ditangani. Kalau dibiarkan, ratusan tahun sampah itu tidak hancur,” ujarnya.


Tingginya produksi sampah tersebut, menurut Jabir berpengaruh terhadap kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah di Pamekasan. Pihaknya berencana mengembangkan program tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS-3R).

Sayangnya, sampai saat ini jumlah TPS-3R di Pamekasan belum ideal. Idealnya, di setiap kelurahan di Kecamatan Kota terdapat minimal satu TPS.

Baca Juga :  DLH Akui Ada Penolakan Warga Terkait Pembangunan TPS 3R

”Saat ini baru ada enam TPS dari sebelas kelurahan yang ada di Kecamatan Kota. Target kami, pembangunan TPS-3R di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Kota” katanya.

Persoalan sampah ini sangat memengaruhi penilaian predikat Adipura. Dalam penilaian Adipura, hal yang pertama dinilai adalah keseriusan Pemkab Pamekasan dalam mengelola infrastruktur tata kelola persampahan.

”Kalau penilaian pertama sudah gagal, tidak akan bisa suatu daerah meraih Adipura,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/