alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Warga Protes Pembangunan TPS Kangenan

PAMEKASAN – Pembangunan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle (TPS 3R) di Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan, terus menuai protes dari warga. Mereka mempertanyakan persyaratan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) meski dinas lingkungan hidup (DLH) selalu mengklaim syarat pembangunan TPS itu sudah lengkap.

Nurul Fajrih, warga setempat, menilai, pembangunan tanpa amdal bakal memicu konflik. Terutama antara warga dan pemerintah daerah. Sebab, pembangunan TPS 3R berimpitan dengan rumah warga.

Warga setempat hampir setiap hari diserang hama polusi sampah. ”Jika disertai amdal, manfaat TPS berdiri dirasakan. Sebagai contoh, dapat mencegah kerusakan lingkungan dan menghindari konflik dengan masyarakat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya,” katanya.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir membantah TPS 3R Kangenan itu tanpa amdal. Sebelum dibangun, pihaknya melibatkan berbagai elemen masyarakat. Setelah itu, baru dilakukan kesepakatan kontrak.

Baca Juga :  Jatuh karena Kursi Diambil saat Hendak Duduk Begini Kondisi Anggun

”Baik dari proses dokumen perencanaan sampai ke proses sosialisasi, sudah semua. Itu surat pernyataan secara formal lengkap berdasar perundang-undangan  pembangunan TPS,” jelasnya.

Mengenai sampah yang datang dari luar seperti klinik kesehatan dan lain-lain, Jabir menegaskan hal tersebut sudah sesuai dengan kontrak dan aturan. ”Karena pembangunan TPS 3R di Kelurahan Kangenan lingkup skalanya adalah kawasan,” pungkasnya.

 

PAMEKASAN – Pembangunan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle (TPS 3R) di Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan, terus menuai protes dari warga. Mereka mempertanyakan persyaratan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) meski dinas lingkungan hidup (DLH) selalu mengklaim syarat pembangunan TPS itu sudah lengkap.

Nurul Fajrih, warga setempat, menilai, pembangunan tanpa amdal bakal memicu konflik. Terutama antara warga dan pemerintah daerah. Sebab, pembangunan TPS 3R berimpitan dengan rumah warga.

Warga setempat hampir setiap hari diserang hama polusi sampah. ”Jika disertai amdal, manfaat TPS berdiri dirasakan. Sebagai contoh, dapat mencegah kerusakan lingkungan dan menghindari konflik dengan masyarakat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya,” katanya.


Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir membantah TPS 3R Kangenan itu tanpa amdal. Sebelum dibangun, pihaknya melibatkan berbagai elemen masyarakat. Setelah itu, baru dilakukan kesepakatan kontrak.

Baca Juga :  Peringati HPSN, DLH Bersihkan Sampah Plastik di Pesisir Tlanakan

”Baik dari proses dokumen perencanaan sampai ke proses sosialisasi, sudah semua. Itu surat pernyataan secara formal lengkap berdasar perundang-undangan  pembangunan TPS,” jelasnya.

Mengenai sampah yang datang dari luar seperti klinik kesehatan dan lain-lain, Jabir menegaskan hal tersebut sudah sesuai dengan kontrak dan aturan. ”Karena pembangunan TPS 3R di Kelurahan Kangenan lingkup skalanya adalah kawasan,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/