alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Dorong Penyelesaian Taman Gladak Anyar dan Taman Asri Kowel

PAMEKASAN – Kelanjutan pembangunan Taman Gladak Anyar dan Taman Asri Kowel tidak jelas. Dua taman itu dibiarkan tanpa pengerjaan. Padahal, eksekutif berencana mengembangkan dua taman tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Achmadi mengatakan, pembangunan dua taman tersebut hingga saat ini belum final. Pemerintah perlu melanjutkan pembangunan hingga selesai. ”Sampai saat ini, dua taman itu belum bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Padahal, uang yang digunakan untuk membangun taman itu mengeluarkan biaya besar,” kata Hosnan.

Hosnan sangat menyayangkan karena taman tersebut tidak ditarik retribusi. Dia juga menilai konsep perencanaan yang dirancang saat dibangun dulu sia-sia. ”Dua taman ini dibangun sejak 2014. Disuplai dari APBN dan APBD. Total biaya yang sudah dikeluarkan sekitar Rp 3,2 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bawaslu Pamekasan Terima 15 Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu

Pembangunan taman itu untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH). Sebab, selama ini, capaian RTH belum memenuhi standar. Masih 8 persen dari total luas wilayah. Sementara wilayah kota harus memenuhi 30 persen RTH.

Pembangunan taman, sambung Hosnan, menganut smart environment dan smart city. Konsep itu berfungsi meningkatkan kesehatan masyarakat dengan udara segar dan bisa dinikmati anak-anak untuk belajar.

Karena itu, Hosnan berharap pembangunan dua taman itu segera dirasakan manfaatnya oleh publik. ”Minimal bisa menyumbang PAD. Kami sangat menyayangkan taman ini tidak dikelola optimal,” katanya.

 

PAMEKASAN – Kelanjutan pembangunan Taman Gladak Anyar dan Taman Asri Kowel tidak jelas. Dua taman itu dibiarkan tanpa pengerjaan. Padahal, eksekutif berencana mengembangkan dua taman tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Achmadi mengatakan, pembangunan dua taman tersebut hingga saat ini belum final. Pemerintah perlu melanjutkan pembangunan hingga selesai. ”Sampai saat ini, dua taman itu belum bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Padahal, uang yang digunakan untuk membangun taman itu mengeluarkan biaya besar,” kata Hosnan.

Hosnan sangat menyayangkan karena taman tersebut tidak ditarik retribusi. Dia juga menilai konsep perencanaan yang dirancang saat dibangun dulu sia-sia. ”Dua taman ini dibangun sejak 2014. Disuplai dari APBN dan APBD. Total biaya yang sudah dikeluarkan sekitar Rp 3,2 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sip, Izin Operasional RSU Waru Keluar

Pembangunan taman itu untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH). Sebab, selama ini, capaian RTH belum memenuhi standar. Masih 8 persen dari total luas wilayah. Sementara wilayah kota harus memenuhi 30 persen RTH.

Pembangunan taman, sambung Hosnan, menganut smart environment dan smart city. Konsep itu berfungsi meningkatkan kesehatan masyarakat dengan udara segar dan bisa dinikmati anak-anak untuk belajar.

Karena itu, Hosnan berharap pembangunan dua taman itu segera dirasakan manfaatnya oleh publik. ”Minimal bisa menyumbang PAD. Kami sangat menyayangkan taman ini tidak dikelola optimal,” katanya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/