alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Setelah Divaksin, Bupati Baddrut Segar Bugar

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pemkab Pamekasan menggelar vaksinasi perdana di dua tempat kemarin (27/1). Di Pendapa Agung Ronggosukowati dan di Puskesmas Kowel. Anggota forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan sejumlah pimpinan ormas keagamaan divaksin di pendapa.

Proses vaksinasi ini melalui empat tahapan. Pertama, tahap registrasi. Pejabat yang terdaftar untuk divaksin melalui loket satu harus mendaftarkan diri. Kedua, pejabat melalui loket dua untuk screening penyakit. Ketiga, penyuntikan dosis vaksin 0,5 mililiter.

Keempat, observasi atau pemantauan pasca divaksin selama 30 menit. Observasi ini untuk memantau apakah ada gejala-gejala yang terjadi kepada mereka yang divaksin. Dari hasil observasi, 12 pejabat yang divaksin dinyatakan aman. Mereka pulang dalam keadaan segar bugar.

Jumlah pejabat yang direncanakan divaksin di Pendapa Agung Ronggosukowati itu berjumlah 14 orang. Yakni, Bupati Baddrut Tamam, Ketua PN Maslikan, Ketua DPRD Fathor Rohman, Dandim 0826 Letkol Inf. Tedjo Baskoro, dan Kapolres AKBP Apip Ginanjar.

Baca Juga :  Hari Ini, Bupati Lantik Pj Sekkab Baru

Kemudian, Kajari Mukhlis, Sekkab Totok Hartono, Ketua MUI Kota Pamekasan Haidar Dardiri, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pamekasan Daeng Ali Taufiq. Lalu, ada pejabat di lingkungan dinas Kesehatan (dinkes). Di antaranya Hendarto, Achmad Marsuki, Wiwiet Widowati A., Mazhar, dan Avira Sulistyowati. Dari 14 orang ini, dua orang dinyatakan belum bisa disuntik vaksin. Yakni, Ketua DPRD Fathor Rohman dan Sekkab Totok Hartono.

Fathor Rohman belum divaksin karena batuk pilek dalam tujuh hari terakhir dan belum pulih. Sementara Totok Hartono memiliki riwayat darah tinggi yang belum terkontrol. ”Untuk sementara, vaksinasi untuk mereka ditunda hingga batuk pileknya sembuh dan hipertensinya terkontrol,” terang vaksinator Covid-19 Tri Puspita Nirmala.

Bupati Baddrut Tamam menyampaikan, vaksin yang di-plotting pemerintah sudah terjamin halal dan pasti aman. Karena itu, dia berharap vaksinasi ini berjalan lancar ke depan. ”Ini demi melindungi kita semua, melindungi dalam segala hal,” terangnya.

Baca Juga :  Syafii Dituntut 4 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut

Baddrut mengatakan, jika vaksinasi ini berjalan lancar, maka kekebalan kelompok atau golongan akan semakin meningkat. Otomatis akan memberi rasa aman dari potensi infeksi Covid-19. ”Sekali lagi, vaksin ini halal dan aman, kami semua segar bugar setelah divaksin,” katanya.

Salah seorang pengurus MUI Pamekasan Haidar Dardiri mengatakan, sebagai kaum muslimin, apa yang sudah menjadi keputusan MUI pusat pastinya sudah baik dan halal. Karena itu, dia yakin dan bisa dilaksanakan. ”Jika sudah menjadi keputusan dari para ulama, muttafaq alaih, mari kita jalankan ikhtiar kita dan tidak perlu ragu-ragu,” terang pria yang juga ketua MUI Kota Pamekasan itu. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pemkab Pamekasan menggelar vaksinasi perdana di dua tempat kemarin (27/1). Di Pendapa Agung Ronggosukowati dan di Puskesmas Kowel. Anggota forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan sejumlah pimpinan ormas keagamaan divaksin di pendapa.

Proses vaksinasi ini melalui empat tahapan. Pertama, tahap registrasi. Pejabat yang terdaftar untuk divaksin melalui loket satu harus mendaftarkan diri. Kedua, pejabat melalui loket dua untuk screening penyakit. Ketiga, penyuntikan dosis vaksin 0,5 mililiter.

Keempat, observasi atau pemantauan pasca divaksin selama 30 menit. Observasi ini untuk memantau apakah ada gejala-gejala yang terjadi kepada mereka yang divaksin. Dari hasil observasi, 12 pejabat yang divaksin dinyatakan aman. Mereka pulang dalam keadaan segar bugar.


Jumlah pejabat yang direncanakan divaksin di Pendapa Agung Ronggosukowati itu berjumlah 14 orang. Yakni, Bupati Baddrut Tamam, Ketua PN Maslikan, Ketua DPRD Fathor Rohman, Dandim 0826 Letkol Inf. Tedjo Baskoro, dan Kapolres AKBP Apip Ginanjar.

Baca Juga :  Helmy Yahya Undang Baddrut Tamam ke Jakarta

Kemudian, Kajari Mukhlis, Sekkab Totok Hartono, Ketua MUI Kota Pamekasan Haidar Dardiri, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pamekasan Daeng Ali Taufiq. Lalu, ada pejabat di lingkungan dinas Kesehatan (dinkes). Di antaranya Hendarto, Achmad Marsuki, Wiwiet Widowati A., Mazhar, dan Avira Sulistyowati. Dari 14 orang ini, dua orang dinyatakan belum bisa disuntik vaksin. Yakni, Ketua DPRD Fathor Rohman dan Sekkab Totok Hartono.

Fathor Rohman belum divaksin karena batuk pilek dalam tujuh hari terakhir dan belum pulih. Sementara Totok Hartono memiliki riwayat darah tinggi yang belum terkontrol. ”Untuk sementara, vaksinasi untuk mereka ditunda hingga batuk pileknya sembuh dan hipertensinya terkontrol,” terang vaksinator Covid-19 Tri Puspita Nirmala.

Bupati Baddrut Tamam menyampaikan, vaksin yang di-plotting pemerintah sudah terjamin halal dan pasti aman. Karena itu, dia berharap vaksinasi ini berjalan lancar ke depan. ”Ini demi melindungi kita semua, melindungi dalam segala hal,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Bakal Wajibkan ASN Berbatik Khas
- Advertisement -

Baddrut mengatakan, jika vaksinasi ini berjalan lancar, maka kekebalan kelompok atau golongan akan semakin meningkat. Otomatis akan memberi rasa aman dari potensi infeksi Covid-19. ”Sekali lagi, vaksin ini halal dan aman, kami semua segar bugar setelah divaksin,” katanya.

Salah seorang pengurus MUI Pamekasan Haidar Dardiri mengatakan, sebagai kaum muslimin, apa yang sudah menjadi keputusan MUI pusat pastinya sudah baik dan halal. Karena itu, dia yakin dan bisa dilaksanakan. ”Jika sudah menjadi keputusan dari para ulama, muttafaq alaih, mari kita jalankan ikhtiar kita dan tidak perlu ragu-ragu,” terang pria yang juga ketua MUI Kota Pamekasan itu. (ky)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/