alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Pengembangan Embung Samiran Butuh Tambahan Rp 20 M

PAMEKASAN – Pengembangan Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, terus dikerjakan. Pemerintah butuh tambahan dana cukup besar untuk menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengutarakan, Embung Samiran akan dikembangkan secara besar-besaran. Tetapi, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan.

Tahap pertama digelar tahun anggaran 2019. Dana yang digelontorkan sekitar Rp 5 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dana tersebut khusus digunakan untuk pengerukan embung. Rekanan yang mengerjakan yakni CV Burung Nuri dari Sampang.

Sementara tahap selanjutnya, seperti pembuatan plengsengan serta kebutuhan fasilitas lain akan digelar pada 2020 mendatang. Dana yang dibutuhkan senilai Rp 20 miliar. Sumbernya dari APBD melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Baca Juga :  Pikat Perhatian Masyarakat Pemilih, Petugas KPPS Berpakaian ala Sakera

Agoes belum memastikan berapa nominal yang akan dikucurkan tahun depan. Dia berharap, total kebutuhan anggaran terpenuhi. Dengan demikian, pengembangan embung tersebut tuntas. ”Kami masih komunikasi dan koordinasi,” katanya kemarin (26/10).

Perluasan embung itu bertujuan menambah daya tampung air. Saat ini, tempat penampungan bahan baku air itu hanya seluas satu hektare. Kemudian, ditambah empat hektare menjadi lima hektare.

Air yang ditampung akan dikelola menjadi air bersih yang bisa dikonsumsi. Penyaringan dilakukan melalui water treatment plant (WTP). Hanya, diakui WTP yang dimiliki sekarang kemampuannya terbatas.

Butuh pembangunan WTP baru. Pemerintah mengusulkan suntikan dana melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, tahun depan akan dikucurkan anggaran Rp 33 miliar untuk pembangunan penyaringan air itu.

Baca Juga :  Minta Tuntaskan Pengembangan Wisata Unggulan

Dalam rangka mendukung pembangunan WTP, pemerintah membebaskan lahan seluas 4.000 meter persegi di Desa Kodik, Kecamatan Proppo. Anggaran yang digelontorkan untuk pembebasan lahan senilai Rp 1,5 miliar.

Anggaran tersebut dikucurkan melalui APBD Pamekasan dengan nomenklatur dana usaha bersama (DUB). Lahan siap, tinggal pembangunan menunggu dana dari pemerintah pusat. ”Semoga tahun depan bisa terealisasi,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pengembangan Embung Samiran butuh anggaran fantastis. Pemerintah daerah harus mengelola anggaran tersebut dengan baik dan profesional.

Pekerjaan konstruksi harus benar-benar sesuai yang direncanakan. Harapannya, embung itu bermanfaat dengan baik bagi masyarakat. ”Pengawasan Embung Samiran menjadi atensi kami,” tandasnya.

PAMEKASAN – Pengembangan Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, terus dikerjakan. Pemerintah butuh tambahan dana cukup besar untuk menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengutarakan, Embung Samiran akan dikembangkan secara besar-besaran. Tetapi, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan.

Tahap pertama digelar tahun anggaran 2019. Dana yang digelontorkan sekitar Rp 5 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dana tersebut khusus digunakan untuk pengerukan embung. Rekanan yang mengerjakan yakni CV Burung Nuri dari Sampang.


Sementara tahap selanjutnya, seperti pembuatan plengsengan serta kebutuhan fasilitas lain akan digelar pada 2020 mendatang. Dana yang dibutuhkan senilai Rp 20 miliar. Sumbernya dari APBD melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Baca Juga :  Pikat Perhatian Masyarakat Pemilih, Petugas KPPS Berpakaian ala Sakera

Agoes belum memastikan berapa nominal yang akan dikucurkan tahun depan. Dia berharap, total kebutuhan anggaran terpenuhi. Dengan demikian, pengembangan embung tersebut tuntas. ”Kami masih komunikasi dan koordinasi,” katanya kemarin (26/10).

Perluasan embung itu bertujuan menambah daya tampung air. Saat ini, tempat penampungan bahan baku air itu hanya seluas satu hektare. Kemudian, ditambah empat hektare menjadi lima hektare.

Air yang ditampung akan dikelola menjadi air bersih yang bisa dikonsumsi. Penyaringan dilakukan melalui water treatment plant (WTP). Hanya, diakui WTP yang dimiliki sekarang kemampuannya terbatas.

Butuh pembangunan WTP baru. Pemerintah mengusulkan suntikan dana melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, tahun depan akan dikucurkan anggaran Rp 33 miliar untuk pembangunan penyaringan air itu.

Baca Juga :  Rp 300 Juta untuk Pengembangan RTH

Dalam rangka mendukung pembangunan WTP, pemerintah membebaskan lahan seluas 4.000 meter persegi di Desa Kodik, Kecamatan Proppo. Anggaran yang digelontorkan untuk pembebasan lahan senilai Rp 1,5 miliar.

Anggaran tersebut dikucurkan melalui APBD Pamekasan dengan nomenklatur dana usaha bersama (DUB). Lahan siap, tinggal pembangunan menunggu dana dari pemerintah pusat. ”Semoga tahun depan bisa terealisasi,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pengembangan Embung Samiran butuh anggaran fantastis. Pemerintah daerah harus mengelola anggaran tersebut dengan baik dan profesional.

Pekerjaan konstruksi harus benar-benar sesuai yang direncanakan. Harapannya, embung itu bermanfaat dengan baik bagi masyarakat. ”Pengawasan Embung Samiran menjadi atensi kami,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/