alexametrics
21.2 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Pengadaan Buku SD Telan Rp 4,9 Miliar

PAMEKASAN – Pengadaan buku sekolah dasar (SD) di Pamekasan dianggarkan cukup tinggi. Tahun ini pemkab menggelontorkan Rp 4,9 miliar untuk proyek tersebut. Megaproyek ini baru memasuki tahap lelang di Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Pemkab Pamekasan.

Sebagaimana tercantum di laman LPSE, sudah ada 18 rekanan yang mendaftar proyek pengadaan buku SD. Belum disebutkan nama-nama rekanan yang mendaftar. Sebab sesuai jadwal yang tercantum, 24–31 Oktober baru masuk tahap upload dokumen penawaran.

Baru setelah itu dijadwalkan pembukaan dokumen penawaran. Proses lelang membutuhkan waktu cukup panjang. Penandatanganan kontrak akan dilakukan antara 15–24 November 2017.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Moch. Tarsun mengakui di instansinya ada proyek pengadaan buku SD. Tetapi dia mengklaim tidak tahu secara detail berapa paket buku serta buka apa saja yang akan dibeli. ”Silakan konfirmasi ke Pak Halidi (Kasi Kelembagaan Pendidikan Sekolah Dasar Disdik, Red),” ujar Moch. Tarsun singkat Kamis (26/10).

Baca Juga :  Gerakan Literasi Satu Guru Satu Buku Sukses

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Al Anwari mengaku tidak tahu mengenai program pengadaan buku SD. Selama ini pihaknya tidak diajak berkoordinasi. Padalah komisi IV merupakan mitra disdik.

”Kami tidak tahu soal itu. Bagaimana proses lelangnya, buku apa yang akan dibeli, serta ke mana akan didistribusikan kami tidak pernah diajak berkoordinasi,” papar Anwari.

Pihaknya pernah membahas di tingkat badan anggaran (banggar). Tetapi itu hanya pembahasan awal ketika merumuskan APBD Pamekasan 2017. Padahal idealnya, pasca anggaran itu didok dan akan digelar, ada koordinasi lanjutan dengan legislatif.

Meski DPRD tidak dilibatkan, Anwari berharap proses lelang pengadaan buku berjalan lancar. Setidaknya, kasus yang pernah terjadi terkait pengadaan buku disdik yang berakhir di meja hukum tidak terulang.

Baca Juga :  Carry Gosong Itu Angkut Puluhan Jeriken Bensin

Pengalaman tersebut dinilai sangat mengganggu konsentrasi dalam menata pendidikan di Kota Gerbang Salam. ”Kami berharap buku-buku yang dibeli nanti sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Pamekasan,” tukasnya.

PAMEKASAN – Pengadaan buku sekolah dasar (SD) di Pamekasan dianggarkan cukup tinggi. Tahun ini pemkab menggelontorkan Rp 4,9 miliar untuk proyek tersebut. Megaproyek ini baru memasuki tahap lelang di Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Pemkab Pamekasan.

Sebagaimana tercantum di laman LPSE, sudah ada 18 rekanan yang mendaftar proyek pengadaan buku SD. Belum disebutkan nama-nama rekanan yang mendaftar. Sebab sesuai jadwal yang tercantum, 24–31 Oktober baru masuk tahap upload dokumen penawaran.

Baru setelah itu dijadwalkan pembukaan dokumen penawaran. Proses lelang membutuhkan waktu cukup panjang. Penandatanganan kontrak akan dilakukan antara 15–24 November 2017.


Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Moch. Tarsun mengakui di instansinya ada proyek pengadaan buku SD. Tetapi dia mengklaim tidak tahu secara detail berapa paket buku serta buka apa saja yang akan dibeli. ”Silakan konfirmasi ke Pak Halidi (Kasi Kelembagaan Pendidikan Sekolah Dasar Disdik, Red),” ujar Moch. Tarsun singkat Kamis (26/10).

Baca Juga :  Gerakan Literasi Satu Guru Satu Buku Sukses

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Al Anwari mengaku tidak tahu mengenai program pengadaan buku SD. Selama ini pihaknya tidak diajak berkoordinasi. Padalah komisi IV merupakan mitra disdik.

”Kami tidak tahu soal itu. Bagaimana proses lelangnya, buku apa yang akan dibeli, serta ke mana akan didistribusikan kami tidak pernah diajak berkoordinasi,” papar Anwari.

Pihaknya pernah membahas di tingkat badan anggaran (banggar). Tetapi itu hanya pembahasan awal ketika merumuskan APBD Pamekasan 2017. Padahal idealnya, pasca anggaran itu didok dan akan digelar, ada koordinasi lanjutan dengan legislatif.

Meski DPRD tidak dilibatkan, Anwari berharap proses lelang pengadaan buku berjalan lancar. Setidaknya, kasus yang pernah terjadi terkait pengadaan buku disdik yang berakhir di meja hukum tidak terulang.

Baca Juga :  Dorong Presiden Cabut Remisi Susrama

Pengalaman tersebut dinilai sangat mengganggu konsentrasi dalam menata pendidikan di Kota Gerbang Salam. ”Kami berharap buku-buku yang dibeli nanti sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Pamekasan,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/