alexametrics
20.6 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Desak Pemerintah Kembangkan Bakat Santri

PAMEKASAN – Santri di Pamekasan memiliki karya yang bisa bernilai ekonomis dan memberi manfaat bagi masyarakat. Salah satunya temuan berupa alat pengukur kesuburan tanah oleh siswa SMK Mambaul Ulum Bata-Bata dan robot hidrolik karya siswa MA Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet.

Tapi, karya-karya santri itu selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Baik pemerintah di tingkat kabupaten atau pun pemerintah provinsi. Padahal jika dikembangkan, temuan atau karya para santri tersebut akan berdampak positif bagi kemajuan Pamekasan.

Anggota DPRD Jawa Timur asal Pamekasan Baddrut Tamam mengungkapkan, seharusnya bakat dan karya santri dikembangkan. Pemerintah seharusnya memperlakukan sama kepada siswa dari sekolah negeri atau pun pesantren. Sebab pada dasarnya santri juga punya kemampuan yang sama di bidang teknologi.

Baca Juga :  Perempuan Telantar Diduga Gila

”Negara perlu memfasilitasi dan mendorong perlakuan yang sama kepada sekolah-sekolah pesantren dan nonpesantren,” kata Baddrut Tamam, Kamis (26/10).

Santri sebagai aset generasi bangsa, lanjut Baddrut, tidak hanya dituntut memiliki integritas moral. Namun juga dituntut memiliki kapasitas intelektual dan keahlian yang berdaya saing. Dalam konteks ini, menurut dia, negara harus adil dalam kebijakan kependidikan.

”Tidak sedikit pejuang dan tokoh hebat di republik ini lahir dari pesantren. Bahkan bisa jadi tidak akan ada Indonesia tanpa perjuangan nyata dari kiai dan santri,” jelasnya. ”Jika kiai dan santri di pra kemerdekaan berjuang nyata untuk Indonesia, sekarang saatnya kiai dan santri berjuang mengantarkan generasi hebat masa depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sikap Anggota Dewan terkait Turunnya Jumlah Rencana Pembelian Tembakau

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun mengatakan, pengembangan pendidikan tingkat SMA dan sederajat bukan lagi wewenang pemerintah kabupaten. Sebab pemkab hanya diperbolehkan mengelola dari pendidikan dasar hingga tingkat SMP dan sederajat. ”Pengelolaan SMA dan sederajat telah diambil alih provinsi,” katanya.

PAMEKASAN – Santri di Pamekasan memiliki karya yang bisa bernilai ekonomis dan memberi manfaat bagi masyarakat. Salah satunya temuan berupa alat pengukur kesuburan tanah oleh siswa SMK Mambaul Ulum Bata-Bata dan robot hidrolik karya siswa MA Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet.

Tapi, karya-karya santri itu selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Baik pemerintah di tingkat kabupaten atau pun pemerintah provinsi. Padahal jika dikembangkan, temuan atau karya para santri tersebut akan berdampak positif bagi kemajuan Pamekasan.

Anggota DPRD Jawa Timur asal Pamekasan Baddrut Tamam mengungkapkan, seharusnya bakat dan karya santri dikembangkan. Pemerintah seharusnya memperlakukan sama kepada siswa dari sekolah negeri atau pun pesantren. Sebab pada dasarnya santri juga punya kemampuan yang sama di bidang teknologi.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenkumham Jatim Apresiasi Capaian Sohibur Rachman

”Negara perlu memfasilitasi dan mendorong perlakuan yang sama kepada sekolah-sekolah pesantren dan nonpesantren,” kata Baddrut Tamam, Kamis (26/10).

Santri sebagai aset generasi bangsa, lanjut Baddrut, tidak hanya dituntut memiliki integritas moral. Namun juga dituntut memiliki kapasitas intelektual dan keahlian yang berdaya saing. Dalam konteks ini, menurut dia, negara harus adil dalam kebijakan kependidikan.

”Tidak sedikit pejuang dan tokoh hebat di republik ini lahir dari pesantren. Bahkan bisa jadi tidak akan ada Indonesia tanpa perjuangan nyata dari kiai dan santri,” jelasnya. ”Jika kiai dan santri di pra kemerdekaan berjuang nyata untuk Indonesia, sekarang saatnya kiai dan santri berjuang mengantarkan generasi hebat masa depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Perempuan Telantar Diduga Gila

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun mengatakan, pengembangan pendidikan tingkat SMA dan sederajat bukan lagi wewenang pemerintah kabupaten. Sebab pemkab hanya diperbolehkan mengelola dari pendidikan dasar hingga tingkat SMP dan sederajat. ”Pengelolaan SMA dan sederajat telah diambil alih provinsi,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/