24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Butuh Tambahan 88 Ribu Peserta JKN

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Penduduk Pamekasan masih banyak yang belum ter-cover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk mencapai universal health coverage (UHC), butuh tambahan kuota lebih 88 ribu jiwa lagi.

Berdasar data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, 84,64 persen masyarakat sudah terlindungi JKN. Jika dikonversi pada angka, jumlah penerima manfaat mencapai 725.566 jiwa.

Sampai saat ini, pemerintah daerah masih fokus dalam pemenuhan kuota untuk pengajuan jaminan kesehatan tersebut sehingga bisa mencapai 95 persen UHC. ”Setiap bulan sudah ada kuotanya,” ujar operator SIKS-NG Dinsos Pamekasan Mohammad Andi Purwanto.

Sejak tiga bulan terakhir, kuota yang disediakan pemerintah pusat untuk Pamekasan semakin menurun. Pada Juli lalu, jumlahnya 13.228 orang. Sementara untuk kuota Agustus 5.000 jiwa. Sedangkan untuk September 2.638 penerima.

Baca Juga :  2022 Anggaran PJU Menurun

Penduduk Pamekasan berjumlah 857.264 jiwa. Target untuk mencapai UHC 95 persen atau 814.400,8 peserta JKN. Sementara jumlah peserta saat ini masih 84,64 persen atau 725.566 jiwa. Karena itu, untuk mencapai 95 persen kurang 88.834,8 peserta.

Menurut Andi, upaya pemenuhan kuota dalam program tersebut sudah dilakukan tiap bulan. Melalui program itu, warga kurang mampu bisa mendapat layanan kesehatan gratis. Sesuai data Dinsos Pamekasan, sekitar 137 ribu penduduk Kota Gerbang Salam berada di bawah garis kemiskinan.

Andi menuturkan, pemerintah daerah masih berusaha memenuhi target UHC 95 persen. Terutama, dalam penguatan verifikasi dan validasi (verval) data. Misalnya, memperbaiki data penerima manfaat yang sudah meninggal atau pindah domisili ke luar Pamekasan.

Baca Juga :  Ribuan Nama Guru Dicoret

Sebelum 2024, target UHC harus terealisasi. Meski, kuota yang disediakan per bulan cukup sedikit. ”Kalau target khusus sebenarnya agak berat. Sebab, kuota hampir penuh dan turun terus setiap bulan. Kemudian, anggaran daerah juga sangat terbatas,” ucapnya.

Untuk UHC tahun ini, Pamekasan belum bisa menyusul Sampang. Sebab, hanya tersisa tiga bulan menuju penghujung tahun. ”Rasanya sangat berat tahun ini.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah berpendapat, jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat perlu dioptimalkan. Terutama, dalam memilah penerima manfaat yang masuk daftar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Warda meminta, pemerintah daerah mengakomodasi warga yang belum menerima jaminan kesehatan agar terdaftar sebagai penerima manfaat. ”Butuh penambahan kuota sehingga UHC juga tercapai,” ujarnya. (afg/luq)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Penduduk Pamekasan masih banyak yang belum ter-cover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk mencapai universal health coverage (UHC), butuh tambahan kuota lebih 88 ribu jiwa lagi.

Berdasar data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, 84,64 persen masyarakat sudah terlindungi JKN. Jika dikonversi pada angka, jumlah penerima manfaat mencapai 725.566 jiwa.

Sampai saat ini, pemerintah daerah masih fokus dalam pemenuhan kuota untuk pengajuan jaminan kesehatan tersebut sehingga bisa mencapai 95 persen UHC. ”Setiap bulan sudah ada kuotanya,” ujar operator SIKS-NG Dinsos Pamekasan Mohammad Andi Purwanto.


Sejak tiga bulan terakhir, kuota yang disediakan pemerintah pusat untuk Pamekasan semakin menurun. Pada Juli lalu, jumlahnya 13.228 orang. Sementara untuk kuota Agustus 5.000 jiwa. Sedangkan untuk September 2.638 penerima.

Baca Juga :  Jangan Cemas, Bupati Badrut Jamin Kebutuhan Beras Tercukupi Karena Ini

Penduduk Pamekasan berjumlah 857.264 jiwa. Target untuk mencapai UHC 95 persen atau 814.400,8 peserta JKN. Sementara jumlah peserta saat ini masih 84,64 persen atau 725.566 jiwa. Karena itu, untuk mencapai 95 persen kurang 88.834,8 peserta.

Menurut Andi, upaya pemenuhan kuota dalam program tersebut sudah dilakukan tiap bulan. Melalui program itu, warga kurang mampu bisa mendapat layanan kesehatan gratis. Sesuai data Dinsos Pamekasan, sekitar 137 ribu penduduk Kota Gerbang Salam berada di bawah garis kemiskinan.

Andi menuturkan, pemerintah daerah masih berusaha memenuhi target UHC 95 persen. Terutama, dalam penguatan verifikasi dan validasi (verval) data. Misalnya, memperbaiki data penerima manfaat yang sudah meninggal atau pindah domisili ke luar Pamekasan.

Baca Juga :  Trotoar Rusak Bahayakan Pejalan Kaki
- Advertisement -

Sebelum 2024, target UHC harus terealisasi. Meski, kuota yang disediakan per bulan cukup sedikit. ”Kalau target khusus sebenarnya agak berat. Sebab, kuota hampir penuh dan turun terus setiap bulan. Kemudian, anggaran daerah juga sangat terbatas,” ucapnya.

Untuk UHC tahun ini, Pamekasan belum bisa menyusul Sampang. Sebab, hanya tersisa tiga bulan menuju penghujung tahun. ”Rasanya sangat berat tahun ini.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah berpendapat, jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat perlu dioptimalkan. Terutama, dalam memilah penerima manfaat yang masuk daftar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Warda meminta, pemerintah daerah mengakomodasi warga yang belum menerima jaminan kesehatan agar terdaftar sebagai penerima manfaat. ”Butuh penambahan kuota sehingga UHC juga tercapai,” ujarnya. (afg/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/