20.7 C
Madura
Tuesday, May 30, 2023

Pilkades Pamaroh Mengalami Kebuntuan

PAMEKASAN – Kelanjutan Pilkades Pamaroh, Kecamatan Kadur, buntu. Pemerintah belum mengambil keputusan. Sementara masyarakat mendesak agar segera ada penetapan pemenang.

DPRD Pamekasan menggelar audiensi bersama Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Pamaroh kemarin (26/9). Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan kecamatan dan panitia pilkades tingkat kabupaten.

Audiensi tersebut tidak menghasilkan kepastian. Wakil rakyat hanya diberi janji untuk segera ada penetapan. Tetapi, jadwal penetapan tersebut belum dipastikan. Padahal, ada batas waktu bagi panitia untuk menetapkan pemenang.

Anggota DPRD Pamekasan Muhammad Sahur mengatakan, masyarakat Pamaroh mendesak pemerintah agar menetapkan pemenang. Sebab, hingga setengah bulan dari pelaksanaan pilkades, belum ada keputusan apa pun.

Atas desakan tersebut, dewan meminta klarifikasi dari panitia. Namun, hasilnya kurang memuaskan. Sebab, panitia hanya berjanji tanpa memberi kepastian. ”Akan segera ditetapkan katanya,” ucap Sahur.

Baca Juga :  Lansia Dapat Makanan Gratis 2 Kali Sehari

Mantan aktivis mahasiswa itu menyampaikan, panitia pilkades harus bekerja cepat. Kepastian hasil pilkades ditunggu masyarakat. Jika dibiarkan mengambang, masyarakat akan terus bertanya dan mendesak.

Kondisi seperti itu kurang baik. Sebab, bukan tidak mungkin masyarakat melakukan desakan dengan cara turun jalan. Dengan demikian, eksekutif harus segera mengambil sikap.  ”Kami minta segera ada keputusan,” katanya.

Ketua P2KD Pamaroh Iskandar mengatakan, persoalan yang terjadi disampaikan secara detail kepada panitia tingkat kabupaten. Selanjutnya, menjadi kewenangan tim di kabupaten. ”Sudah kami pasrahkan pada tim kabupaten,” katanya.

Anggota Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten Muttaqin mengakui belum ada keputusan terkait kisruh Pilkades Pamaroh. Tetapi, panitia melakukan beberapa upaya. Di antaranya, meminta klarifikasi kepada seluruh pihak.

Baca Juga :  Pemkab Cari Lahan untuk Bentuk BNNK

Muttaqin yakin dalam waktu dekat keputusan keluar. Mengingat, secara regulasi, pemerintah memiliki batasan waktu menetapkan pemenang pilkades. Yakni, 30 hari setelah pelaksanaan.

Muttaqin yakin keputusan itu keluar sebelum deadline. Jika nantinya ada yang merasa tidak puas dengan keputusan pemerintah, bisa melayangkan gugatan ke pengadilan tata usaha negara. ”Kami akan bertindak sesuai regulasi yang ada,” katanya.

Untuk diketahui, Pilkades Pamaroh deadlock. Pemicunya, ada selisih 18 suara antara hasil penghitungan dengan jumlah pemilih yang hadir. Selisih tersebut diyakini tidak kebetulan, tetapi atas kesengajaan.

PAMEKASAN – Kelanjutan Pilkades Pamaroh, Kecamatan Kadur, buntu. Pemerintah belum mengambil keputusan. Sementara masyarakat mendesak agar segera ada penetapan pemenang.

DPRD Pamekasan menggelar audiensi bersama Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Pamaroh kemarin (26/9). Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan kecamatan dan panitia pilkades tingkat kabupaten.

Audiensi tersebut tidak menghasilkan kepastian. Wakil rakyat hanya diberi janji untuk segera ada penetapan. Tetapi, jadwal penetapan tersebut belum dipastikan. Padahal, ada batas waktu bagi panitia untuk menetapkan pemenang.


Anggota DPRD Pamekasan Muhammad Sahur mengatakan, masyarakat Pamaroh mendesak pemerintah agar menetapkan pemenang. Sebab, hingga setengah bulan dari pelaksanaan pilkades, belum ada keputusan apa pun.

Atas desakan tersebut, dewan meminta klarifikasi dari panitia. Namun, hasilnya kurang memuaskan. Sebab, panitia hanya berjanji tanpa memberi kepastian. ”Akan segera ditetapkan katanya,” ucap Sahur.

Baca Juga :  Madura Tak Butuh Garam Impor

Mantan aktivis mahasiswa itu menyampaikan, panitia pilkades harus bekerja cepat. Kepastian hasil pilkades ditunggu masyarakat. Jika dibiarkan mengambang, masyarakat akan terus bertanya dan mendesak.

Kondisi seperti itu kurang baik. Sebab, bukan tidak mungkin masyarakat melakukan desakan dengan cara turun jalan. Dengan demikian, eksekutif harus segera mengambil sikap.  ”Kami minta segera ada keputusan,” katanya.

- Advertisement -

Ketua P2KD Pamaroh Iskandar mengatakan, persoalan yang terjadi disampaikan secara detail kepada panitia tingkat kabupaten. Selanjutnya, menjadi kewenangan tim di kabupaten. ”Sudah kami pasrahkan pada tim kabupaten,” katanya.

Anggota Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten Muttaqin mengakui belum ada keputusan terkait kisruh Pilkades Pamaroh. Tetapi, panitia melakukan beberapa upaya. Di antaranya, meminta klarifikasi kepada seluruh pihak.

Baca Juga :  Guru Nonformal Tuntut Kesetaraan Status

Muttaqin yakin dalam waktu dekat keputusan keluar. Mengingat, secara regulasi, pemerintah memiliki batasan waktu menetapkan pemenang pilkades. Yakni, 30 hari setelah pelaksanaan.

Muttaqin yakin keputusan itu keluar sebelum deadline. Jika nantinya ada yang merasa tidak puas dengan keputusan pemerintah, bisa melayangkan gugatan ke pengadilan tata usaha negara. ”Kami akan bertindak sesuai regulasi yang ada,” katanya.

Untuk diketahui, Pilkades Pamaroh deadlock. Pemicunya, ada selisih 18 suara antara hasil penghitungan dengan jumlah pemilih yang hadir. Selisih tersebut diyakini tidak kebetulan, tetapi atas kesengajaan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/