alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Bupati Kena OTT KPK, Lelang Jabatan Sekkab Buram

PAMEKASAN – Sudah hampir tiga bulan kursi sekretaris kabupaten (Sekkab) Pamekasan tidak diisi pejabat definitif. Sejak Sekkab sebelumnya Asyhar pensiun pada 1 Juni, jabatan Sekkab diisi Mohammad Alwi sebagai pelaksana tugas (Plt). Durasi waktu menjabatnya Alwi sebagai Plt Sekkab tidak ditentukan alias hingga terpilih Sekkab definitif.

Sebelum terjadi operasi tangkap tangan (OTT) pada 2 Agustus, Bupati Pamekasan Achmad Syafii (nonaktif) berjanji segera melakukan lelang jabatan Sekkab. Diperkirakan, Agustus rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) turun. Namun, sampai sekarang belum ada tanda-tanda jabatan tertinggi di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS) itu akan dilelang secara terbuka.

Plt Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari mengaku belum tahu pasti apakah rekomendasi KASN turun atau tidak. ”Sampai sekarang saya belum menerima salinan itu (rekomendasi KASN, Red). Tapi kalau memang sudah turun, nanti kami bicarakan dengan teman-teman,” jelasnya.

Baca Juga :  Lima Jabatan Struktural Masih Kosong

Khalil Asy’ari juga mengaku masih perlu berkonsultasi dengan pemerintahan di atasnya. Baik kepada gubernur Jawa Timur ataupun pemerintah pusat. Sebab, sisa waktu kepemimpinannya tinggal hitungan bulan.

”Masa pemerintahan kami tinggal sekian bulan. Jadi, secara aturan bagaimana. Ini kami belum memahami apakah dalam waktu sekian bulan boleh atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Koalisi Parlemen Hosnan Ahmadi mengaku tidak mempermasalahkan jabatan Sekkab diisi Plt. Dia meminta agar orang yang ditunjuk jadi Plt bekerja secara maksimal.

Itulah yang menurut dia lebih urgen daripada membahas soal Sekkab definif atau tidak definitif. ”Kalau memang bisa bekerja secara maksimal, saya kira tidak terlalu berpengaruh. Apakah Sekkab definitif atau Plt,” tegasnya.

Baca Juga :  Petugas Laboratorium Jadi Pasien Covid Ke-15
- Advertisement -

PAMEKASAN – Sudah hampir tiga bulan kursi sekretaris kabupaten (Sekkab) Pamekasan tidak diisi pejabat definitif. Sejak Sekkab sebelumnya Asyhar pensiun pada 1 Juni, jabatan Sekkab diisi Mohammad Alwi sebagai pelaksana tugas (Plt). Durasi waktu menjabatnya Alwi sebagai Plt Sekkab tidak ditentukan alias hingga terpilih Sekkab definitif.

Sebelum terjadi operasi tangkap tangan (OTT) pada 2 Agustus, Bupati Pamekasan Achmad Syafii (nonaktif) berjanji segera melakukan lelang jabatan Sekkab. Diperkirakan, Agustus rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) turun. Namun, sampai sekarang belum ada tanda-tanda jabatan tertinggi di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS) itu akan dilelang secara terbuka.

Plt Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari mengaku belum tahu pasti apakah rekomendasi KASN turun atau tidak. ”Sampai sekarang saya belum menerima salinan itu (rekomendasi KASN, Red). Tapi kalau memang sudah turun, nanti kami bicarakan dengan teman-teman,” jelasnya.

Baca Juga :  Tommy dan Budi Masih Nonjob, Kadinkes Plt

Khalil Asy’ari juga mengaku masih perlu berkonsultasi dengan pemerintahan di atasnya. Baik kepada gubernur Jawa Timur ataupun pemerintah pusat. Sebab, sisa waktu kepemimpinannya tinggal hitungan bulan.

”Masa pemerintahan kami tinggal sekian bulan. Jadi, secara aturan bagaimana. Ini kami belum memahami apakah dalam waktu sekian bulan boleh atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Koalisi Parlemen Hosnan Ahmadi mengaku tidak mempermasalahkan jabatan Sekkab diisi Plt. Dia meminta agar orang yang ditunjuk jadi Plt bekerja secara maksimal.

Itulah yang menurut dia lebih urgen daripada membahas soal Sekkab definif atau tidak definitif. ”Kalau memang bisa bekerja secara maksimal, saya kira tidak terlalu berpengaruh. Apakah Sekkab definitif atau Plt,” tegasnya.

Baca Juga :  Pers Bukan Tukang Peras
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/