alexametrics
23.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Imigrasi Permudah Paspor Timnas Amputasi dengan Program Idaman

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan ikut memberikan dukungan kepada tim nasional (timnas) Indonesia Amputee Footbal (INAF). Di antaranya dengan membantu mempermudah proses pembuatan paspor kepada salah satu pemain, yakni Robi Ansalni.

Atlet asal Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, itu mendapat panggilan dari timnas INAF untuk bermain pada kejuaraan Piala Dunia Sepak Bola Amputasi 2022 di Turki. Timnas Indonesia mengantongi tiket Piala Dunia setelah meraih kemenangan atas Malaysia dalam laga kedua babak kualifikasi Zona Asia Timur yang digelar pada Maret 2022 lalu.

Robi Ansalni menyatakan sudah siap untuk berlaga dalam kompetisi sepak bola terakbar di dunia tersebut. Dia sudah menyiapkan semua kebutuhan untuk terbang ke Turki agar dapat berlaga dalam event yang digelar pada Oktober 2022 mendatang. Termasuk sudah mengantongi paspor.

SUPPORT: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam foto bersama Robi Ansalni di Pendapa Ronggosukowati. (IMIGRASI UNTUK RadarMadura.id)

Robi mengaku sangat senang setelah mendapatkan paspor yang diberikan petugas imigrasi melalui program Idaman. ”Saya sangat berterima kasih kepada petugas kantor Imigrasi Pamekasan karena telah mengantarkan paspor berharga ini. Sehingga, mempermudah saya untuk dapat berlaga di kancah internasional,” ujarnya Rabu (22/6).

Baca Juga :  Harun Suyitno Dukung Penuh Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Kepala Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan Imam Bahri menegaskan, institusinya mendukung timnas INAF untuk berlaga di Piala Dunia Sepak Bola Amputasi. Yakni, dengan memberikan pelayanan dan mempermudah pembuatan paspor.

Menurutnya, program Idaman merupakan bentuk kepedulian kepada kaum difabel dan dukungan untuk timnas yang akan berlaga di Piala Dunia. ”Kita telah menerbitkan paspor kepada salah satu pemain timnas sepak bola amputasi Indonesia sebagai dukungan untuk mereka yang akan berlaga di Turki,” ungkapnya.

Imam menjelaskan, program Idaman merupakan akronim dari Imigrasi Datang Melayani Anda. Yakni, program pelayanan jemput bola dalam pembuatan paspor dengan cara pengambilan foto dan pengantaran paspor ke alamat pemohon.

Baca Juga :  Terapkan Antrean Online, Segera Luncurkan SMS Gateway

Program ini ditujukan kepada pemohon prioritas seperti kaum difabel, lansia, balita, ibu hamil dan menyusui serta orang yang sedang sakit. Khusus program Idaman, pemohon tidak akan dikenakan biaya apa pun, baik transpor saat diantar ataupun biaya pelayanan lainnya. Pemohon cukup memenuhi kewajiban pembayaran biaya paspor senilai Rp 350 ribu.

Menurut Imam, biaya tersebut nantinya akan jadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bagi instansi terkait. ”Semoga perjalanan ke Turki lancar dan bisa berkompetisi dengan baik,” harapnya.

Hal senada juga dipertegas oleh Kepala Subseksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian Agus Surono. Dia menilai pelayanan ramah hak asasi manusia juga telah diaplikasikan lewat berbagai fasilitas bagi penyandang disabilitas. Di antaranya ruang tunggu prioritas, ruang pelayanan prioritas, serta konter prioritas.

”Program Idaman merupakan sebuah inovasi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin ramah hak asasi manusia,” tandas Agus Surono. (bil/yan)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan ikut memberikan dukungan kepada tim nasional (timnas) Indonesia Amputee Footbal (INAF). Di antaranya dengan membantu mempermudah proses pembuatan paspor kepada salah satu pemain, yakni Robi Ansalni.

Atlet asal Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, itu mendapat panggilan dari timnas INAF untuk bermain pada kejuaraan Piala Dunia Sepak Bola Amputasi 2022 di Turki. Timnas Indonesia mengantongi tiket Piala Dunia setelah meraih kemenangan atas Malaysia dalam laga kedua babak kualifikasi Zona Asia Timur yang digelar pada Maret 2022 lalu.

Robi Ansalni menyatakan sudah siap untuk berlaga dalam kompetisi sepak bola terakbar di dunia tersebut. Dia sudah menyiapkan semua kebutuhan untuk terbang ke Turki agar dapat berlaga dalam event yang digelar pada Oktober 2022 mendatang. Termasuk sudah mengantongi paspor.

SUPPORT: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam foto bersama Robi Ansalni di Pendapa Ronggosukowati. (IMIGRASI UNTUK RadarMadura.id)

Robi mengaku sangat senang setelah mendapatkan paspor yang diberikan petugas imigrasi melalui program Idaman. ”Saya sangat berterima kasih kepada petugas kantor Imigrasi Pamekasan karena telah mengantarkan paspor berharga ini. Sehingga, mempermudah saya untuk dapat berlaga di kancah internasional,” ujarnya Rabu (22/6).

Baca Juga :  Terbakar, Mazda Tinggal Rangka

Kepala Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan Imam Bahri menegaskan, institusinya mendukung timnas INAF untuk berlaga di Piala Dunia Sepak Bola Amputasi. Yakni, dengan memberikan pelayanan dan mempermudah pembuatan paspor.

Menurutnya, program Idaman merupakan bentuk kepedulian kepada kaum difabel dan dukungan untuk timnas yang akan berlaga di Piala Dunia. ”Kita telah menerbitkan paspor kepada salah satu pemain timnas sepak bola amputasi Indonesia sebagai dukungan untuk mereka yang akan berlaga di Turki,” ungkapnya.

Imam menjelaskan, program Idaman merupakan akronim dari Imigrasi Datang Melayani Anda. Yakni, program pelayanan jemput bola dalam pembuatan paspor dengan cara pengambilan foto dan pengantaran paspor ke alamat pemohon.

Baca Juga :  Imigrasi Dorong Kinerja dan Kenyamanan Pelayanan
- Advertisement -

Program ini ditujukan kepada pemohon prioritas seperti kaum difabel, lansia, balita, ibu hamil dan menyusui serta orang yang sedang sakit. Khusus program Idaman, pemohon tidak akan dikenakan biaya apa pun, baik transpor saat diantar ataupun biaya pelayanan lainnya. Pemohon cukup memenuhi kewajiban pembayaran biaya paspor senilai Rp 350 ribu.

Menurut Imam, biaya tersebut nantinya akan jadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bagi instansi terkait. ”Semoga perjalanan ke Turki lancar dan bisa berkompetisi dengan baik,” harapnya.

Hal senada juga dipertegas oleh Kepala Subseksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian Agus Surono. Dia menilai pelayanan ramah hak asasi manusia juga telah diaplikasikan lewat berbagai fasilitas bagi penyandang disabilitas. Di antaranya ruang tunggu prioritas, ruang pelayanan prioritas, serta konter prioritas.

”Program Idaman merupakan sebuah inovasi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin ramah hak asasi manusia,” tandas Agus Surono. (bil/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/