alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Armada Bus Tak Boleh Beroperasi

PAMEKASAN – Coronavirus disease 2019 (Covid-19) mengakibatkan moda transportasi umum lumpuh. Seluruh armada bus di Terminal Ronggosukowati Pamekasan dilarang beroperasi.

Kepala Terminal Ronggosukowati Pamekasan Riad Abdillah mengatakan, armada bus tidak boleh beroperasi. Beberapa waktu lalu Kementerian Perhubungan mengeluarkan edaran larangan terminal beraktivitas seperti biasa.

Sesuai edaran tersebut, hanya tiga terminal di Jawa Timur yang boleh beroperasi. Yakni, Terminal Purabaya, Surabaya; Terminal Arjosari, Malang; dan Terminal Ngawi. Selain tiga terminal itu tidak boleh beroperasi.

Selama edaran tersebut belum dicabut, larangan bagi armada beroperasi itu berlaku. Demi memastikan tidak ada armada mengangkut penumpang, pihak terminal memperketat pengawasan.

Jumlah personel yang bertugas di posko pengawasan ditambah. Jika ada bus melintas, akan diperiksa dan diminta putar balik. ”Pengawasan terhadap armada bus kami perketat,” katanya kemarin (26/5).

Baca Juga :  Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Masih Rendah

Riad mengatakan, Pamekasan zona merah Covid-19. Setiap warganya dilarang ke luar daerah. Sebab, ketika bepergian ke luar daerah, otomatis statusnya menjadi orang dalam pemantauan (ODP).

Bahkan, orang yang masuk Kota Gerbang Salam diawasi secara ketat. Sesampainya di terminal harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan. Barang bawaan disterilkan menggunakan cairan disinfektan.

Pengawasan ketat itu akan terus berlaku sampai kondisi stabil. Mengenai armada bus yang tidak boleh beroperasi, menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat. ”Selama ada larangan dari pemerintah pusat, armada bus tidak boleh beroperasi,” katanya.

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah (LKKP) Zahrul Anam mengatakan, pengawasan seharusnya tidak fokus pada moda transportasi umum. Tetapi, transportasi pribadi juga harus diawasi.

Baca Juga :  IAIN Madura Lepas KPM Mandiri sejak 1 Juni

Sebab, sekarang banyak warga luar daerah beralih menggunakan kendaraan pribadi ketika mudik. Sebagian juga menggunakan jasa travel untuk menyiasati agar bisa kembali ke kampung halaman.

Anam mengatakan, sulit membendung keinginan warga yang ingin bertemu keluarga pada hari raya. Sebab, tradisi mudik berlangsung setiap tahun. Mudik juga momentum yang sangat ditunggu. Berbagai cara pasti dilakukan untuk tetap bisa pulang kampung.

Dengan demikian, butuh cara lain yang lebih efektif agar upaya memutus mata rantai persebaran virus korona itu berjalan baik. Salah satunya gencar sosialisasi agar masyarakat paham bahaya mudik.

”Kalau masyarakat sadar bahwa mudik itu berbahaya, saya yakin persentase pemudik akan kecil,” tandasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Coronavirus disease 2019 (Covid-19) mengakibatkan moda transportasi umum lumpuh. Seluruh armada bus di Terminal Ronggosukowati Pamekasan dilarang beroperasi.

Kepala Terminal Ronggosukowati Pamekasan Riad Abdillah mengatakan, armada bus tidak boleh beroperasi. Beberapa waktu lalu Kementerian Perhubungan mengeluarkan edaran larangan terminal beraktivitas seperti biasa.

Sesuai edaran tersebut, hanya tiga terminal di Jawa Timur yang boleh beroperasi. Yakni, Terminal Purabaya, Surabaya; Terminal Arjosari, Malang; dan Terminal Ngawi. Selain tiga terminal itu tidak boleh beroperasi.


Selama edaran tersebut belum dicabut, larangan bagi armada beroperasi itu berlaku. Demi memastikan tidak ada armada mengangkut penumpang, pihak terminal memperketat pengawasan.

Jumlah personel yang bertugas di posko pengawasan ditambah. Jika ada bus melintas, akan diperiksa dan diminta putar balik. ”Pengawasan terhadap armada bus kami perketat,” katanya kemarin (26/5).

Baca Juga :  Wafat di Perjalanan, Jenazah Pemudik Dikubur Sesuai Protokol Covid-19

Riad mengatakan, Pamekasan zona merah Covid-19. Setiap warganya dilarang ke luar daerah. Sebab, ketika bepergian ke luar daerah, otomatis statusnya menjadi orang dalam pemantauan (ODP).

Bahkan, orang yang masuk Kota Gerbang Salam diawasi secara ketat. Sesampainya di terminal harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan. Barang bawaan disterilkan menggunakan cairan disinfektan.

Pengawasan ketat itu akan terus berlaku sampai kondisi stabil. Mengenai armada bus yang tidak boleh beroperasi, menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat. ”Selama ada larangan dari pemerintah pusat, armada bus tidak boleh beroperasi,” katanya.

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah (LKKP) Zahrul Anam mengatakan, pengawasan seharusnya tidak fokus pada moda transportasi umum. Tetapi, transportasi pribadi juga harus diawasi.

Baca Juga :  Benarkah Stok Beras Pamekasan Stabil?? Inilah Penjelasan Bulog

Sebab, sekarang banyak warga luar daerah beralih menggunakan kendaraan pribadi ketika mudik. Sebagian juga menggunakan jasa travel untuk menyiasati agar bisa kembali ke kampung halaman.

Anam mengatakan, sulit membendung keinginan warga yang ingin bertemu keluarga pada hari raya. Sebab, tradisi mudik berlangsung setiap tahun. Mudik juga momentum yang sangat ditunggu. Berbagai cara pasti dilakukan untuk tetap bisa pulang kampung.

Dengan demikian, butuh cara lain yang lebih efektif agar upaya memutus mata rantai persebaran virus korona itu berjalan baik. Salah satunya gencar sosialisasi agar masyarakat paham bahaya mudik.

”Kalau masyarakat sadar bahwa mudik itu berbahaya, saya yakin persentase pemudik akan kecil,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/