alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

BEM PTAI Jawa Timur Tuntut Turunkan Harga BBM

PAMEKASAN – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Jawa Timur angkat bicara. Mereka menyampaikan pernyataan sikap mengenai persoalan yang berkembang di tanah air di kawasan Arek Lancor Pamekasan Senin (26/2).

Salah satunya, mereka mengkirtik kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut mereka, kebijakan tersebut sangat membebani masyarakat. ”Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM tentu berdampak buruk bagi masyarakat, terutama rakyat miskin. Daya beli masyarakat merosot,” teriak Nurul Hidayat selaku presiden mahasiswa STAI Al-Khairat.

Mereka juga menyoroti UU MD3. Inisiatif DPR yang merivisi UU 17/2014 terdapat seberapa pasal yang terindikasi mengkriminalisasi demokrasi. Rakyat tidak lagi bebas menyampaikan aspirasi.

Baca Juga :  M. Tabrani ”Pulang Kampung”, Sederhana, Berwawasan Luas, dan Visioner

”Ini bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45. DPR adalah representasi dari rakyat. Bagaimana mungkin antikritik dengan dalih merendahkan martabatnya?” teriak orator lain Anis Rohmatullah selaku koordinator presdeium BEM PTAI Jatim.

Pasal 122 huruf K berpotensi membungkam kritik publik terhadap kualitas kinerja DPR di parlemen. Pasal tersebut tidak ada kejelasan kriteria dan tafsir yang tegas. ”Ini berpotensi penafsiran tunggal dari MKD atau DPR. Pada akhirnya merugikan rakyat yang mengkritik dan dianggap merendahkan martabat MKD. Kami mendesak agar presiden mengeluarkan perpu,” terangnya.

Di sisi lain BEM PTAI Jatim juga mendukung UU MD3. Yaitu, untuk mengambil langkah hukum dan atau langkah lain terhadap orang-perseorangan, kelompok orang atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR.

Baca Juga :  Campor Lorju’ Makanan Khas Pamekasan

”Dengan catatan memperjelas kriteris dan batasan tafsir merendahkan martabat DPR dan MKD sesuai nilai-nilai demokratis. Kalau isinya larangan menghina person saya sepakat. Tapi kalau hak kami untuk mengritik kebijakan dilarang, maka akan kami lawan,” pungkasnya.

PAMEKASAN – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Jawa Timur angkat bicara. Mereka menyampaikan pernyataan sikap mengenai persoalan yang berkembang di tanah air di kawasan Arek Lancor Pamekasan Senin (26/2).

Salah satunya, mereka mengkirtik kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut mereka, kebijakan tersebut sangat membebani masyarakat. ”Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM tentu berdampak buruk bagi masyarakat, terutama rakyat miskin. Daya beli masyarakat merosot,” teriak Nurul Hidayat selaku presiden mahasiswa STAI Al-Khairat.

Mereka juga menyoroti UU MD3. Inisiatif DPR yang merivisi UU 17/2014 terdapat seberapa pasal yang terindikasi mengkriminalisasi demokrasi. Rakyat tidak lagi bebas menyampaikan aspirasi.

Baca Juga :  BEM Se-Bangkalan Soroti Masalah Narkoba

”Ini bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45. DPR adalah representasi dari rakyat. Bagaimana mungkin antikritik dengan dalih merendahkan martabatnya?” teriak orator lain Anis Rohmatullah selaku koordinator presdeium BEM PTAI Jatim.

Pasal 122 huruf K berpotensi membungkam kritik publik terhadap kualitas kinerja DPR di parlemen. Pasal tersebut tidak ada kejelasan kriteria dan tafsir yang tegas. ”Ini berpotensi penafsiran tunggal dari MKD atau DPR. Pada akhirnya merugikan rakyat yang mengkritik dan dianggap merendahkan martabat MKD. Kami mendesak agar presiden mengeluarkan perpu,” terangnya.

Di sisi lain BEM PTAI Jatim juga mendukung UU MD3. Yaitu, untuk mengambil langkah hukum dan atau langkah lain terhadap orang-perseorangan, kelompok orang atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR.

Baca Juga :  Tolak UU MD3, Mahasiswa Desak Terbitkan Perpu

”Dengan catatan memperjelas kriteris dan batasan tafsir merendahkan martabat DPR dan MKD sesuai nilai-nilai demokratis. Kalau isinya larangan menghina person saya sepakat. Tapi kalau hak kami untuk mengritik kebijakan dilarang, maka akan kami lawan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/