Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BLT DBHCHT Pamekasan Susut Miliaran Rupiah

A
Penulis: Amin Basiri❯
BAHAGIA: Buruh rokok menerima BLT DBHCHT di CV Jawara Internasional Djaya, Senin (20/10/2025).
BAHAGIA: Buruh rokok menerima BLT DBHCHT di CV Jawara Internasional Djaya, Senin (20/10/2025).

PAMEKASAN, RadarMadura.id -; Program bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) dipastikan tetap berlanjut pada tahun ini.


Advertisement

Namun, pagu anggaran yang dialokasikan mengalami penyusutan hingga miliaran rupiah (lihat grafis).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyampaikan, alokasi BLT DBHCHT pada 2026 ditetapkan sebesar Rp 5 miliar.

Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 13,8 miliar.

Advertisement

Artinya, terjadi penurunan anggaran sebesar Rp 8,8 miliar atau sekitar 63,77 persen.

”Karena DBHCHT yang diterima Pamekasan tahun ini berkurang. Dari Rp 112,9 miliar pada 2025, menjadi Rp 59,4 miliar di 2026, ungkap Herman kemarin (26/1).

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan skema penyaluran BLT DBHCHT tahun ini.

Advertisement

Apakah akan dilakukan pengurangan jumlah penerima manfaat atau penyesuaian nominal bantuan yang diberikan.

”Semua kemungkinan masih terbuka, bergantung kemampuan anggaran yang tersedia, terangnya.

Terkait usulan penambahan nominal bantuan dan jumlah penerima manfaat yang disampaikan pengusaha rokok dalam forum silaturahmi di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (22/1), Herman mengaku seluruh masukan telah dipertimbangkan. Namun, tetap disesuaikan dengan kondisi anggaran.

”Proses penentuan nilai BLT dan sasaran penerimanya tetap seperti tahun-tahun sebelumnya, melalui peraturan bupati (perbup)," tuturnya.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili menyampaikan, pengurangan DBHCHT tidak hanya terjadi di Pamekasan, tetapi juga di seluruh daerah penerima.

Kendati demikian, dia meminta mekanisme penyaluran BLT dilakukan secara selektif dan transparan.

”Penyesuaian harus mempertimbangkan kondisi buruh kecil sebagai kelompok penerima utama. Data harus benar-benar akurat agar bantuan tepat sasaran, pesannya. (lil/han)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Perda Perubahan APBD Ditetapkan, Belanja Daerah Pamekasan Turun 1,05 Persen

Perda Perubahan APBD Ditetapkan, Belanja Daerah Pamekasan Turun 1,05 Persen

Penetapan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Perubahan APBD 2026 menjadi peraturan daerah (perda) dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bersama DPRD, Senin (26/10).

Disperindag Pamekasan Gelontorkan Anggaran Ratusan Juta  Untuk Paving dan Los Pasar Pakong

Disperindag Pamekasan Gelontorkan Anggaran Ratusan Juta  Untuk Paving dan Los Pasar Pakong

revitalisasi diusulkan karena kondisi pasar sudah tidak layak setelah tiga tahun tak tersentuh perbaikan.

Pemkab Pamekasan Sebut Antrean Solar Dipicu Pengurangan Kuota

Pemkab Pamekasan Sebut Antrean Solar Dipicu Pengurangan Kuota

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setkab Pamekasan Sri Puji Harijani menyebut pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait persoalan tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer