alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Jika Polisi Serius, Pemberantasan Narkoba Mudah

PAMEKASAN – Peredaran narkoba di Pamekasan masih marak. Kawasan pantai utara (pantura) menjadi lahan empuk distribusi barang haram itu. Polisi diminta lebih serius memberantas peredaran obat terlarang yang membahayakan tersebut.

Tokoh Pantura Pamekasan Andi Suparto menilai, upaya pemberantasan narkoba di wilayah pantura biasa-biasa saja. Tidak ada spesialisasi penanganan yang dilakukan Polres Pamekasan. Padahal, polisi menetapkan wilayah utara sebagai zona merah narkoba.

Idealnya, kata dia, polisi juga memiliki peta titik-titik rawan penyalahgunaan narkoba. Bahkan, polisi seharusnya memiliki data akurat lokasi yang biasa dijadikan transaksi barang haram tersebut.

Dengan data itu, lanjut Andi, polisi bisa menurunkan pasukan khusus untuk memantau setiap pergerakan penyalahguna narkoba. Dengan pemantauan tersebut, polisi dengan mudah menangkap dalang peredaran obat yang merusak masa depan generasi bangsa.

Baca Juga :  Amankan Rekapitulasi Suara, 456 Personel Dikerahkan

Fakta di lapangan berbeda. Pengawasan di wilayah pantura sangat biasa. Akibatnya, pengedar narkoba yang tertangkap rata-rata kelas teri. Sementara bandar kelas kakap tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum itu.

Dengan demikian, Andi meminta agar pengawasan dan upaya pemberantasan narkoba lebih dimaksimalkan. Para tersangka yang diamankan bisa dijadikan pintu membuka tabir dalang kelas kakap peredaran narkoba itu. ”Pengawasan harus lebih dimaksimalkan,” desaknya Senin (25/12).

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan itu berharap, masyarakat pantura siap membantu polisi memberantas narkoba. ”Kalau (polisi) serius, saya rasa pemberantasan narkoba mudah,” ujarnya.

Politikus PPP itu menegaskan, narkoba adalah musuh bersama. Semua orang wajib menjauhi barang membahayakan tersebut. Kinerja polisi juga harus lebih maksimal dalam melakukan tindakan pemberantasan.

Baca Juga :  Anggota DPRD Tagih Janji Dishub Operasionalkan Terminal Kargo

Sebelumnya, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, wilayah pantura menjadi atensi polisi. Sebab, pasokan narkoba melalui akases utara meningkat. ”Personel di lapangan terus menyerap informasi dari masyarakat,” katanya..

Polres Pamekasan juga menjalin koordinasi intens dengan polres di Madura. Tujuannya, agar pergerakan pengedar narkoba terpantau sehingga polisi dengan mudah melakukan pencegahan. Koordinasi dengan Polda Jatim dalam rangka meminta arahan juga dilakukan.

Kemudian, polisi menggali informasi sedalam-dalamnya dari tersangka yang tertangkap. Dengan demikian, langkah mengungkap jaringan bisnis haram itu semakin mudah dilakukan. ”Pengembangan di lapangan juga terus kami lakukan,” tandasnya.

PAMEKASAN – Peredaran narkoba di Pamekasan masih marak. Kawasan pantai utara (pantura) menjadi lahan empuk distribusi barang haram itu. Polisi diminta lebih serius memberantas peredaran obat terlarang yang membahayakan tersebut.

Tokoh Pantura Pamekasan Andi Suparto menilai, upaya pemberantasan narkoba di wilayah pantura biasa-biasa saja. Tidak ada spesialisasi penanganan yang dilakukan Polres Pamekasan. Padahal, polisi menetapkan wilayah utara sebagai zona merah narkoba.

Idealnya, kata dia, polisi juga memiliki peta titik-titik rawan penyalahgunaan narkoba. Bahkan, polisi seharusnya memiliki data akurat lokasi yang biasa dijadikan transaksi barang haram tersebut.


Dengan data itu, lanjut Andi, polisi bisa menurunkan pasukan khusus untuk memantau setiap pergerakan penyalahguna narkoba. Dengan pemantauan tersebut, polisi dengan mudah menangkap dalang peredaran obat yang merusak masa depan generasi bangsa.

Baca Juga :  Baanar Kampanyekan Bahaya Narkoba

Fakta di lapangan berbeda. Pengawasan di wilayah pantura sangat biasa. Akibatnya, pengedar narkoba yang tertangkap rata-rata kelas teri. Sementara bandar kelas kakap tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum itu.

Dengan demikian, Andi meminta agar pengawasan dan upaya pemberantasan narkoba lebih dimaksimalkan. Para tersangka yang diamankan bisa dijadikan pintu membuka tabir dalang kelas kakap peredaran narkoba itu. ”Pengawasan harus lebih dimaksimalkan,” desaknya Senin (25/12).

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan itu berharap, masyarakat pantura siap membantu polisi memberantas narkoba. ”Kalau (polisi) serius, saya rasa pemberantasan narkoba mudah,” ujarnya.

Politikus PPP itu menegaskan, narkoba adalah musuh bersama. Semua orang wajib menjauhi barang membahayakan tersebut. Kinerja polisi juga harus lebih maksimal dalam melakukan tindakan pemberantasan.

Baca Juga :  Anggota DPRD Tagih Janji Dishub Operasionalkan Terminal Kargo

Sebelumnya, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, wilayah pantura menjadi atensi polisi. Sebab, pasokan narkoba melalui akases utara meningkat. ”Personel di lapangan terus menyerap informasi dari masyarakat,” katanya..

Polres Pamekasan juga menjalin koordinasi intens dengan polres di Madura. Tujuannya, agar pergerakan pengedar narkoba terpantau sehingga polisi dengan mudah melakukan pencegahan. Koordinasi dengan Polda Jatim dalam rangka meminta arahan juga dilakukan.

Kemudian, polisi menggali informasi sedalam-dalamnya dari tersangka yang tertangkap. Dengan demikian, langkah mengungkap jaringan bisnis haram itu semakin mudah dilakukan. ”Pengembangan di lapangan juga terus kami lakukan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/