alexametrics
20.6 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Perumdam Tirta Jaya di Bawah Kepemimpinan Agoes Bachtiar

PAMEKASAN – Perumdam Tirta Jaya mengalami kemajuan dan peningkatan cukup pesat dari tahun ke tahun. Baik dari inovasi layanan maupun program-program strategis lainnya. Hasilnya, badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut juga meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dengan nilai 3,43 (baik/sehat).

Apresiasi nilai tersebut berdasarkan hasil audit Badan Peningkatan dan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) dan BPKP Tahun Anggaran 2019. ”Alhamdulillah, selama ini beberapa kabupaten lain datang ke Kabupaten Pamekasan untuk studi banding,” kata Direktur Perumdam Tirta Jaya Agoes Bachtiar.

Agoes mengatakan, banyak program yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan. Di antaranya, water treatment plant (WTP) di Desa Samiran. Manfaat fasilitas tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat.

Capaian kegiatan fisik tahun 2020 di antaranya pemasangan sambungan rumah (SR) gratis di dua kecamatan. Yakni, 80 unit di Kecamatan Tlanakan dan 10 unit di Kecamatan Pademawu. Program tersebut kerja sama perumdam dengan dinas PUPR melalui dana alokasi khusus (DAK) 2019. 

Selain itu, pemasangan SR murah dari program hibah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 2020 sebanyak 500 rumah. Di Kecamatan Pademawu 303 unit, Tlanakan 78 unit, Proppo 98 unit, dan Kecamatan Kota 21 unit. Pelanggan hanya dikenai biaya Rp 350 ribu.

Kemudian, pemasangan SR reguler dari program internal Perumdam 2020 sebanyak 453 unit rumah. Tersebar di enam kecamatan. Lalu, pengembangan jaringan di unit Galis untuk lokasi Desa Konang. Fasilitas tersebut dapat melayani 300 unit SR.

Capaian program lain pada 2020 yaitu, pembacaan meter air pelanggan dengan sistem Android. Layanan itu untuk pelanggan di unit pelayanan Kota Pamekasan, ibu kota kecamatan (IKK) Tlanakan, Pademawu, dan Blumbungan. Sedangkan kecamatan lain dalam proses karena terkendala jaringan internet. Lalu, pelaksanaan simpadu bidang keuangan yang terintegrasi mulai dari unit sampai kantor pusat. 

Baca Juga :  Target PAD di Pamekasan Bakal Menyusut

”Sebelum menggunakan sistem Android atau masih manual, kurang efektif. Sejak ada Android, pelayanan semakin efektif dan memicu PAD semakin meningkat. Program ini juga sebagai wujud komitmen transparansi kami kepada pelanggan,” papar Agoes.

Perumdam juga telah merencanakan berbagai program hingga 2022. Sekitar enam program yang ditarget terealisasi selama dua tahun tersebut. Yaitu, pembangunan tambahan Embung 2 Kodik seluas 40.000 meter persegi. Sumber dana berasal dari APBN (BBWS Brantas) Rp 25 miliar tahun anggaran 2021.

Proyek tersebut berlokasi di Desa Samiran, Kecamatan Proppo. ”Untuk output/outcome-nya tersedia air baku untuk WTP guna memenuhi kebutuhan air minum di Kecamatan Tlanakan, Pademawu, dan Kota Pamekasan,” terangnya.

Kemudian, pembangunan WTP Samiran 2 dengan kapasitas 50 liter/det di Kecamatan Proppo. Kegiatan dengan anggaran Rp 43 miliar itu bersumber dari APBN melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jatim.

Program tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga dan upaya agar lepas dari wilayah kekeringan. ”Sasarannya untuk masyarakat Kecamatan Tlanakan, Pademawu, dan Pamekasan Kota dengan total terlayani 20 ribu jiwa atau 4.000 SR,” ungkap Agoes.

Program lainnya, pembangunan satu unit sumur produksi dan jaringan pipa distribusi di Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan. Sumber dananya DAK (BPPW Jatim) Rp 2,5 miliar tahun anggaran 2021. Sasaran layanan untuk Desa Terrak, Mangar, Bandaran, Kramat, dan Ambat, Kecamatan Tlanakan dengan total terlayani 4.000 jiwa atau 800 SR.

Baca Juga :  Gelar Evaluasi, Disdik Rekomendasi PTM Dilanjutkan

Wilayah utara juga akan ada pembangunan WTP Kapong dengan kapasitas 30 liter/det di Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar. Sumber dana dari APBN (BPPW Jatim) Rp 22 miliar tahun anggaran 2021–2022. 

Manfaatnya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Desa Kapong, Tamberu, dan Batubintang, Kecamatan Batumarmar. ”Selain itu, di Desa Sotabar, Tlontoraja, dan Batukerbuy, Kecamatan Pasean dengan total terlayani sekitar 12 ribu jiwa atau 2.400 unit SR,” terangnya.

Juga direncanakan pembangunan 2 unit sumur produksi kapasitas 40 liter/det dan jaringan pipa distribusi di Desa Artodung, Kecamatan Galis. Anggarannya Rp 17,4 miliar dari APBN (BPPW Jatim). Sasarannya di wilayah Kecamatan Pademawu dan Kecamatan Galis dengan total terlayani 16.000 jiwa atau 3.200 SR.

Lalu, pembangunan ground reservoir kapasitas 500 meter kubik di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan. Program tersebut bersumber dari APBN (BPPW Jatim) Rp 1,7 miliar tahun anggaran 2021–2022. ”Kami akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” terangnya.

Bupati Baddrut Tamam menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berkomitmen untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat. Termasuk, pemenuhan air bersih dan upaya mengatasi kekeringan.

Berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan perumdam menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak diam. Tapi, telah melakukan ikhtiar yang maksimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat. ”Alhamdulillah, kami melalui perumdam telah berupaya untuk meningkatkan sambungan atau pelayanan. Termasuk, pelayanan di pantura juga telah diprogramkan,” terangnya.

PDAM adalah BUMD yang didirikan berdasarkan Perda 04/1981. Kemudian, diperbarui dengan Perda 10/2004 pada 5 Januari 2004. Berdasarkan amanat PP 54/2017 tentang BUMD, kemudian diubah menjadi Perumdam Tirta Jaya. (sin/luq/par)

PAMEKASAN – Perumdam Tirta Jaya mengalami kemajuan dan peningkatan cukup pesat dari tahun ke tahun. Baik dari inovasi layanan maupun program-program strategis lainnya. Hasilnya, badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut juga meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dengan nilai 3,43 (baik/sehat).

Apresiasi nilai tersebut berdasarkan hasil audit Badan Peningkatan dan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) dan BPKP Tahun Anggaran 2019. ”Alhamdulillah, selama ini beberapa kabupaten lain datang ke Kabupaten Pamekasan untuk studi banding,” kata Direktur Perumdam Tirta Jaya Agoes Bachtiar.

Agoes mengatakan, banyak program yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan. Di antaranya, water treatment plant (WTP) di Desa Samiran. Manfaat fasilitas tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat.


Capaian kegiatan fisik tahun 2020 di antaranya pemasangan sambungan rumah (SR) gratis di dua kecamatan. Yakni, 80 unit di Kecamatan Tlanakan dan 10 unit di Kecamatan Pademawu. Program tersebut kerja sama perumdam dengan dinas PUPR melalui dana alokasi khusus (DAK) 2019. 

Selain itu, pemasangan SR murah dari program hibah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 2020 sebanyak 500 rumah. Di Kecamatan Pademawu 303 unit, Tlanakan 78 unit, Proppo 98 unit, dan Kecamatan Kota 21 unit. Pelanggan hanya dikenai biaya Rp 350 ribu.

Kemudian, pemasangan SR reguler dari program internal Perumdam 2020 sebanyak 453 unit rumah. Tersebar di enam kecamatan. Lalu, pengembangan jaringan di unit Galis untuk lokasi Desa Konang. Fasilitas tersebut dapat melayani 300 unit SR.

Capaian program lain pada 2020 yaitu, pembacaan meter air pelanggan dengan sistem Android. Layanan itu untuk pelanggan di unit pelayanan Kota Pamekasan, ibu kota kecamatan (IKK) Tlanakan, Pademawu, dan Blumbungan. Sedangkan kecamatan lain dalam proses karena terkendala jaringan internet. Lalu, pelaksanaan simpadu bidang keuangan yang terintegrasi mulai dari unit sampai kantor pusat. 

Baca Juga :  Rogib Triyanto: 3 Tersangka Kasus Curanmor Ngaku Beraksi di 11 Lokasi

”Sebelum menggunakan sistem Android atau masih manual, kurang efektif. Sejak ada Android, pelayanan semakin efektif dan memicu PAD semakin meningkat. Program ini juga sebagai wujud komitmen transparansi kami kepada pelanggan,” papar Agoes.

Perumdam juga telah merencanakan berbagai program hingga 2022. Sekitar enam program yang ditarget terealisasi selama dua tahun tersebut. Yaitu, pembangunan tambahan Embung 2 Kodik seluas 40.000 meter persegi. Sumber dana berasal dari APBN (BBWS Brantas) Rp 25 miliar tahun anggaran 2021.

Proyek tersebut berlokasi di Desa Samiran, Kecamatan Proppo. ”Untuk output/outcome-nya tersedia air baku untuk WTP guna memenuhi kebutuhan air minum di Kecamatan Tlanakan, Pademawu, dan Kota Pamekasan,” terangnya.

Kemudian, pembangunan WTP Samiran 2 dengan kapasitas 50 liter/det di Kecamatan Proppo. Kegiatan dengan anggaran Rp 43 miliar itu bersumber dari APBN melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jatim.

Program tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga dan upaya agar lepas dari wilayah kekeringan. ”Sasarannya untuk masyarakat Kecamatan Tlanakan, Pademawu, dan Pamekasan Kota dengan total terlayani 20 ribu jiwa atau 4.000 SR,” ungkap Agoes.

Program lainnya, pembangunan satu unit sumur produksi dan jaringan pipa distribusi di Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan. Sumber dananya DAK (BPPW Jatim) Rp 2,5 miliar tahun anggaran 2021. Sasaran layanan untuk Desa Terrak, Mangar, Bandaran, Kramat, dan Ambat, Kecamatan Tlanakan dengan total terlayani 4.000 jiwa atau 800 SR.

Baca Juga :  BNI Serahkan Bantuan CSR kepada Pelaku UMKM

Wilayah utara juga akan ada pembangunan WTP Kapong dengan kapasitas 30 liter/det di Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar. Sumber dana dari APBN (BPPW Jatim) Rp 22 miliar tahun anggaran 2021–2022. 

Manfaatnya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Desa Kapong, Tamberu, dan Batubintang, Kecamatan Batumarmar. ”Selain itu, di Desa Sotabar, Tlontoraja, dan Batukerbuy, Kecamatan Pasean dengan total terlayani sekitar 12 ribu jiwa atau 2.400 unit SR,” terangnya.

Juga direncanakan pembangunan 2 unit sumur produksi kapasitas 40 liter/det dan jaringan pipa distribusi di Desa Artodung, Kecamatan Galis. Anggarannya Rp 17,4 miliar dari APBN (BPPW Jatim). Sasarannya di wilayah Kecamatan Pademawu dan Kecamatan Galis dengan total terlayani 16.000 jiwa atau 3.200 SR.

Lalu, pembangunan ground reservoir kapasitas 500 meter kubik di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan. Program tersebut bersumber dari APBN (BPPW Jatim) Rp 1,7 miliar tahun anggaran 2021–2022. ”Kami akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” terangnya.

Bupati Baddrut Tamam menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berkomitmen untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat. Termasuk, pemenuhan air bersih dan upaya mengatasi kekeringan.

Berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan perumdam menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak diam. Tapi, telah melakukan ikhtiar yang maksimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat. ”Alhamdulillah, kami melalui perumdam telah berupaya untuk meningkatkan sambungan atau pelayanan. Termasuk, pelayanan di pantura juga telah diprogramkan,” terangnya.

PDAM adalah BUMD yang didirikan berdasarkan Perda 04/1981. Kemudian, diperbarui dengan Perda 10/2004 pada 5 Januari 2004. Berdasarkan amanat PP 54/2017 tentang BUMD, kemudian diubah menjadi Perumdam Tirta Jaya. (sin/luq/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/