alexametrics
28.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Jamin Stok Pupuk Aman

PAMEKASAN – Petani mulai bercocok tanam jagung. Bibit yang mereka tanam sudah tumbuh. Mereka mempersiapkan pupuk untuk menjaga pertumbuhan bibit tersebut.

Abd Halik, pemilik kios pupuk bersubsidi UD Barokah mengatakan, petani yang sudah menanam bibit jagung mulai membeli pupuk. Yaitu, pupuk jenis urea.

Pupuk urea cocok untuk bibit jagung yang baru tumbuh. Pupuk tersebut bisa menjadi penunjang pertumbuhan tanaman agar lebih subur. ”Petani biasa pakai pupuk urea,” katanya Minggu (25/11).

Selain urea, pupuk organik petroganik dan NPK phonska juga dicari petani. Pupuk tersebut juga cocok untuk bibit yang baru tumbuh. Pupuk tersebut bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Halik menyampaikan, harga pupuk saat ini normal. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, harga pupuk tidak ada perubahan. ”Harga stabil. Tidak ada perubahan,” ujarnya sambil membuka buku catatan penjualan.

Baca Juga :  Gelar Pilkades Serentak, Ini Jumlah Petugas Yang Disiapkan Polres

Pupuk urea ukuran 50 kilogram dijual dengan harga Rp 90 ribu. Pupuk NPK phonska lebih mahal, yakni Rp 115 ribu. Pupuk organik petroganik harganya lebih murah. ”Harga pupuk organik Rp 20 ribu per karung ukuran 40 kilogram,” sebutnya.

Penjualan pupuk juga masih stabil. Petani banyak yang membeli pupuk di kios miliknya. Menurut Halik, petani yang bergabung dengan kelompok tani (poktan) mayoritas sudah mempunyai pupuk.

Sejak September, poktan sudah banyak yang membeli pupuk. Itu dilakukan sebagai persiapan menghadapi masa tanam. ”Petani menyediakan pupuk sebelum menanam,” imbuh pria asal Kelurahan Kowel, Kota Pamekasan itu.

Untuk jenis pupuk yang lain, lanjut Halik, dari distributor belum ada. Seperti pupuk ZA dan SP-36. Dua pupuk jenis tersebut tidak tersedia di kios miliknya. Dua jenis pupuk itu belum dibutuhkan petani. Biasanya pupuk tersebut digunakan ketika tanaman sudah berbunga.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi Mahal dan Langka

Halik meyakini, kebutuhan pupuk untuk masa tanam tahun ini tidak akan kurang. Stok yang ada di kios diperkirakan mencukupi kebutuhan petani. ”Stok banyak. Kalau kurang tinggal minta kirim ke distributor,” pungkasnya. (c1)

PAMEKASAN – Petani mulai bercocok tanam jagung. Bibit yang mereka tanam sudah tumbuh. Mereka mempersiapkan pupuk untuk menjaga pertumbuhan bibit tersebut.

Abd Halik, pemilik kios pupuk bersubsidi UD Barokah mengatakan, petani yang sudah menanam bibit jagung mulai membeli pupuk. Yaitu, pupuk jenis urea.

Pupuk urea cocok untuk bibit jagung yang baru tumbuh. Pupuk tersebut bisa menjadi penunjang pertumbuhan tanaman agar lebih subur. ”Petani biasa pakai pupuk urea,” katanya Minggu (25/11).


Selain urea, pupuk organik petroganik dan NPK phonska juga dicari petani. Pupuk tersebut juga cocok untuk bibit yang baru tumbuh. Pupuk tersebut bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Halik menyampaikan, harga pupuk saat ini normal. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, harga pupuk tidak ada perubahan. ”Harga stabil. Tidak ada perubahan,” ujarnya sambil membuka buku catatan penjualan.

Baca Juga :  Gelar Pilkades Serentak, Ini Jumlah Petugas Yang Disiapkan Polres

Pupuk urea ukuran 50 kilogram dijual dengan harga Rp 90 ribu. Pupuk NPK phonska lebih mahal, yakni Rp 115 ribu. Pupuk organik petroganik harganya lebih murah. ”Harga pupuk organik Rp 20 ribu per karung ukuran 40 kilogram,” sebutnya.

Penjualan pupuk juga masih stabil. Petani banyak yang membeli pupuk di kios miliknya. Menurut Halik, petani yang bergabung dengan kelompok tani (poktan) mayoritas sudah mempunyai pupuk.

Sejak September, poktan sudah banyak yang membeli pupuk. Itu dilakukan sebagai persiapan menghadapi masa tanam. ”Petani menyediakan pupuk sebelum menanam,” imbuh pria asal Kelurahan Kowel, Kota Pamekasan itu.

Untuk jenis pupuk yang lain, lanjut Halik, dari distributor belum ada. Seperti pupuk ZA dan SP-36. Dua pupuk jenis tersebut tidak tersedia di kios miliknya. Dua jenis pupuk itu belum dibutuhkan petani. Biasanya pupuk tersebut digunakan ketika tanaman sudah berbunga.

Baca Juga :  Usaha Perajin Batik Pamekasan Menjaga Khas Daerah

Halik meyakini, kebutuhan pupuk untuk masa tanam tahun ini tidak akan kurang. Stok yang ada di kios diperkirakan mencukupi kebutuhan petani. ”Stok banyak. Kalau kurang tinggal minta kirim ke distributor,” pungkasnya. (c1)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/