alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Museum Mandhilaras Minim Koleksi

PAMEKASAN – Minimnya koleksi benda bersejarah di Museum Mandhilaras akan bertahan hingga tahun depan. Sebab, Pemkab Pamekasan tidak menganggarkan penambahan koleksi. Hanya direncanakan renovasi bangunan museum pada tahun anggaran 2018.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, penambahan koleksi benda bersejarah di Museum Mandhilaras dibutuhkan. Tetapi, pemkab akan melakukan pembenahan secara bertahap.

Tahun depan diusulkan renovasi bangunan. Disparbud mengusulkan anggaran Rp 150 juta. Dana tersebut bakal dimanfaatkan untuk pembangunan toilet, ruang administrasi, dan pembenahan atap.

Mengingat, atap bangunan Museum Mandhilaras yang digunakan menyimpan benda bersejarah kerap bocor. Selain itu, ruangan sempit sehingga perlu ada ruang khusus untuk administrasi.

Achmad menyatakan, pemkab tidak akan mengubah bangunan. Sebab, bangunan Museum Mandhilaras merupakan salah satu cagar budaya di Pamekasan. Siapa pun tidak diperkenankan mengubah bentuk bangunan itu. ”Karena cagar budaya, kami hanya merenovasi,” ucapnya Sabtu (25/11).

Baca Juga :  Jangan Hanya Bayar Iuran JKN Ketika Sakit

Mantan Kepala Dinas PU Pengairan Pamekasan itu melanjutkan, penambahan koleksi akan diprogramkan. Pencarian terhadap benda bersejarah memang perlu. Tetapi untuk sementara pemerintah fokus pada renovasi museum.

Beberapa benda bersejarah yang ada di museum belum mendapat tempat layak. Belum tersedia rak yang representatif untuk menampung benda-benda peninggalan nenek moyang itu.

Achmad berharap, usulan renovasi museum tidak ada kendala. Anggaran Rp 150 juta yang dibutuhkan bisa direalisasikan tahun depan. Dengan demikian, pengembangan musem akan berjalan optimal.

Jika memungkinkan, penambahan benda bersejarah sambil lalu dilakukan. Mengenai anggaran yang dibutuhkan, bisa diusulkan dalam APBD Perubahan 2018 atau APBD 2019 mendatang.

Menurut Achmad, butuh biaya cukup besar untuk menambah koleksi benda bersejarah. Pemerintah harus melakukan pencarian dan pengkajian. Pemerintah harus membeli benda bersejarah. Harga yang dipatok biasanya tinggi. ”Pengembangan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan,” harapnya.

Baca Juga :  Potongan Pelajaran Sejarah yang Hilang

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur mengatakan, penambahan koleksi benda bersejarah di museum penting dilakukan. Tujuannya, agar benda peninggalan nenek moyang itu bisa terakomodasi dengan rapi.

Sahur menyampaikan, keterbatasan anggaran memang menjadi kendala. Tapi, jika sesuai kebutuhan, dewan akan memperjuangkan. ”Kalau sesuai kebutuhan dan asas manfaatnya jelas, akan kami perjuangkan,” katanya.

Sahur berharap, pengembangan dan pengelolaan museum lebih maksimal. Selain melindungi benda bersejarah, juga bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah. ”Kami meminta pengembangan museum lebih maksimal,” tandasnya.

PAMEKASAN – Minimnya koleksi benda bersejarah di Museum Mandhilaras akan bertahan hingga tahun depan. Sebab, Pemkab Pamekasan tidak menganggarkan penambahan koleksi. Hanya direncanakan renovasi bangunan museum pada tahun anggaran 2018.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, penambahan koleksi benda bersejarah di Museum Mandhilaras dibutuhkan. Tetapi, pemkab akan melakukan pembenahan secara bertahap.

Tahun depan diusulkan renovasi bangunan. Disparbud mengusulkan anggaran Rp 150 juta. Dana tersebut bakal dimanfaatkan untuk pembangunan toilet, ruang administrasi, dan pembenahan atap.


Mengingat, atap bangunan Museum Mandhilaras yang digunakan menyimpan benda bersejarah kerap bocor. Selain itu, ruangan sempit sehingga perlu ada ruang khusus untuk administrasi.

Achmad menyatakan, pemkab tidak akan mengubah bangunan. Sebab, bangunan Museum Mandhilaras merupakan salah satu cagar budaya di Pamekasan. Siapa pun tidak diperkenankan mengubah bentuk bangunan itu. ”Karena cagar budaya, kami hanya merenovasi,” ucapnya Sabtu (25/11).

Baca Juga :  Perpusda Bangkalan Minim Koleksi Buku Madura

Mantan Kepala Dinas PU Pengairan Pamekasan itu melanjutkan, penambahan koleksi akan diprogramkan. Pencarian terhadap benda bersejarah memang perlu. Tetapi untuk sementara pemerintah fokus pada renovasi museum.

Beberapa benda bersejarah yang ada di museum belum mendapat tempat layak. Belum tersedia rak yang representatif untuk menampung benda-benda peninggalan nenek moyang itu.

Achmad berharap, usulan renovasi museum tidak ada kendala. Anggaran Rp 150 juta yang dibutuhkan bisa direalisasikan tahun depan. Dengan demikian, pengembangan musem akan berjalan optimal.

Jika memungkinkan, penambahan benda bersejarah sambil lalu dilakukan. Mengenai anggaran yang dibutuhkan, bisa diusulkan dalam APBD Perubahan 2018 atau APBD 2019 mendatang.

Menurut Achmad, butuh biaya cukup besar untuk menambah koleksi benda bersejarah. Pemerintah harus melakukan pencarian dan pengkajian. Pemerintah harus membeli benda bersejarah. Harga yang dipatok biasanya tinggi. ”Pengembangan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan,” harapnya.

Baca Juga :  Nyai Hindun: Perempuan Boleh Berkarir asal Tidak Langgar Syariat Islam

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur mengatakan, penambahan koleksi benda bersejarah di museum penting dilakukan. Tujuannya, agar benda peninggalan nenek moyang itu bisa terakomodasi dengan rapi.

Sahur menyampaikan, keterbatasan anggaran memang menjadi kendala. Tapi, jika sesuai kebutuhan, dewan akan memperjuangkan. ”Kalau sesuai kebutuhan dan asas manfaatnya jelas, akan kami perjuangkan,” katanya.

Sahur berharap, pengembangan dan pengelolaan museum lebih maksimal. Selain melindungi benda bersejarah, juga bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah. ”Kami meminta pengembangan museum lebih maksimal,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/