alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Kalung dan Tato Jadi Petunjuk Identitas Korban

PAMEKASAN – Satu per satu jenazah korban KM Cahaya Bahari Jaya yang hilang kontak pekan lalu ditemukan. Tim gabungan menemukan dua jenazah anak buah kapal (ABK) asal Desa/Kecamatan Mayangan, Probolinggo, itu Kamis (25/10).

Anggota Tim SAR gabungan Ipda Yudhi mengatakan, kali pertama jenazah ditemukan sekitar pukul 09.30 di perairan Camplong, Sampang. Jenazah itu ditemukan ABK KM Tegat Jaya milik SKK Migas Santos Pty. Ltd yang melakukan survei lokasi minyak.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Kelas III Branta, Pamekasan. Lalu, dibawa ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo untuk identifikasi dan otopsi. Hasilnya, diketahui jenazah tersebut bernama Iwan, 28, asal Mayangan.

Kemudian, pada pukul 11.50, satu mayat lain kembali ditemukan. Lokasinya di perairan Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Jenazah juga dibawa ke rumah sakit pelat merah itu untuk diidentifikasi.

Hasilnya, diketahui mayat pria itu bernama Abu Yasid Bustomi atau biasa dipanggil Tomi, 18 tahun. ”Alhamdulillah, pada pencarian hari ini ditemukan dua jenazah lagi. Total yang ditemukan tiga orang,” katanya.

Baca Juga :  FORSISSBA Sukses Gelar Tabligh Akbar

Setelah otopsi, kedua jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Ditpolair Polda Jatim, Tim SAR Surabaya, BPBD Pamekasan, Tagana, dan Polri melakukan penyisiran secara maksimal.

Hingga hari ketujuh pasca hilang kontak, baru tiga orang yang ditemukan. Berdasarkan informasi pemilik kapal, jumlah ABK delapan orang. ”Masih lima orang yang belum ditemukan,” katanya.

Yudhi menyampaikan, sebenarnya pencarian korban sudah berakhir. Masa pencarian dibatasi tujuh hari. Jika ada perkembangan di lapangan, penyisiran korban kapal hilang itu akan diperpanjang.

Kapolsek Tlanakan AKP Achmad Soleh mengatakan, Polri terlibat dalam pencarian jenazah itu. Tim Inafis Polres Pamekasan juga turun langsung melakukan identifikasi korban. Pada saat diotopsi, tim inafis mengalami kesulitan. Sebab, bagian tubuh korban hancur. Sidik jari tidak bisa lagi diidentifikasi.

Baca Juga :  Jadi Kader JKN Untuk Memberikan Manfaat Bagi Orang Banyak

Kedua jenazah itu bisa dikenali dari ciri-ciri lain yang cocok dengan korban. Iwan dikenali dari kalung yang dikenakan. Sementara Tomi dikenali dari tato yang ada di badannya. Salah satu nelayan yang kebetulan teman mereka berdua membenarkan ciri-ciri itu cocok.

Korban langsung diserahkan kepada keluarga. Secara kelembagaan, Kapolres AKBP Teguh Wibowo berkoordinasi dengan Kapolres Probolinggo mengenai penemuan jenazah korban kapal hilang itu.

Soleh mengatakan, sebenarnya, informasi yang beredar, ada satu lagi korban yang ditemukan di Perairan Pulau Mandangin, Sampang. Jenazah langsung dibawa ke Proboliggo oleh nelayan yang menemukan.

Namun, kebenaran informasi itu belum bisa dipastikan. Sebab, belum ada koordinasi dari pihak berwenang. ”Semoga korban lainnya masih bisa ditemukan,” kata mantan Kapolsek Palengaan itu.

PAMEKASAN – Satu per satu jenazah korban KM Cahaya Bahari Jaya yang hilang kontak pekan lalu ditemukan. Tim gabungan menemukan dua jenazah anak buah kapal (ABK) asal Desa/Kecamatan Mayangan, Probolinggo, itu Kamis (25/10).

Anggota Tim SAR gabungan Ipda Yudhi mengatakan, kali pertama jenazah ditemukan sekitar pukul 09.30 di perairan Camplong, Sampang. Jenazah itu ditemukan ABK KM Tegat Jaya milik SKK Migas Santos Pty. Ltd yang melakukan survei lokasi minyak.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Kelas III Branta, Pamekasan. Lalu, dibawa ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo untuk identifikasi dan otopsi. Hasilnya, diketahui jenazah tersebut bernama Iwan, 28, asal Mayangan.


Kemudian, pada pukul 11.50, satu mayat lain kembali ditemukan. Lokasinya di perairan Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Jenazah juga dibawa ke rumah sakit pelat merah itu untuk diidentifikasi.

Hasilnya, diketahui mayat pria itu bernama Abu Yasid Bustomi atau biasa dipanggil Tomi, 18 tahun. ”Alhamdulillah, pada pencarian hari ini ditemukan dua jenazah lagi. Total yang ditemukan tiga orang,” katanya.

Baca Juga :  Geger, Nelayan Temukan Mayat Diduga ABK KM Cahaya Bahari Jaya

Setelah otopsi, kedua jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Ditpolair Polda Jatim, Tim SAR Surabaya, BPBD Pamekasan, Tagana, dan Polri melakukan penyisiran secara maksimal.

Hingga hari ketujuh pasca hilang kontak, baru tiga orang yang ditemukan. Berdasarkan informasi pemilik kapal, jumlah ABK delapan orang. ”Masih lima orang yang belum ditemukan,” katanya.

Yudhi menyampaikan, sebenarnya pencarian korban sudah berakhir. Masa pencarian dibatasi tujuh hari. Jika ada perkembangan di lapangan, penyisiran korban kapal hilang itu akan diperpanjang.

Kapolsek Tlanakan AKP Achmad Soleh mengatakan, Polri terlibat dalam pencarian jenazah itu. Tim Inafis Polres Pamekasan juga turun langsung melakukan identifikasi korban. Pada saat diotopsi, tim inafis mengalami kesulitan. Sebab, bagian tubuh korban hancur. Sidik jari tidak bisa lagi diidentifikasi.

Baca Juga :  Basarnas Lakukan Pencarian Korban Kapal Tenggelam

Kedua jenazah itu bisa dikenali dari ciri-ciri lain yang cocok dengan korban. Iwan dikenali dari kalung yang dikenakan. Sementara Tomi dikenali dari tato yang ada di badannya. Salah satu nelayan yang kebetulan teman mereka berdua membenarkan ciri-ciri itu cocok.

Korban langsung diserahkan kepada keluarga. Secara kelembagaan, Kapolres AKBP Teguh Wibowo berkoordinasi dengan Kapolres Probolinggo mengenai penemuan jenazah korban kapal hilang itu.

Soleh mengatakan, sebenarnya, informasi yang beredar, ada satu lagi korban yang ditemukan di Perairan Pulau Mandangin, Sampang. Jenazah langsung dibawa ke Proboliggo oleh nelayan yang menemukan.

Namun, kebenaran informasi itu belum bisa dipastikan. Sebab, belum ada koordinasi dari pihak berwenang. ”Semoga korban lainnya masih bisa ditemukan,” kata mantan Kapolsek Palengaan itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/