alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Ruang Terbuka Hijau Pamekasan Belum Ideal

PAMEKASAN – Ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Pamekasan belum ideal. Buktinya sampai saat ini, RTH yang ada belum mencapai 30 persen dari luas wilayah Kota Gerbang Salam. Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, RTH perkotaan minimal 30 persen dari luas yang ada.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi mengatakan, saat ini RTH yang ada masih minim. Berdasarkan informasi yang diterimanya, RTH hanya sekitar 20 persen. Artinya, masih kurang 10 persen untuk memenuhi standar. 

”Kita memang membutuhkan tambahan RTH baru. Sebab yang ada saat ini belum memenuhi standar,” kata Hosnan Ahmadi Rabu (25/10).

Dijelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan RTH belum terpenuhi. Pertama, karena selama ini pemenuhan RTH mengandalkan peran pemkab. Peran-peran masyarakat belum mencapai titik maksimal. ”Seharusnya warga juga menanam pohon perindang di area permukiman,” ungkap Hosnan.

Baca Juga :  BNI Pamekasan Kembali Wujudkan Kepedulian di Bulan Ramadan

Di samping itu, para pengembang juga belum menyediakan RTH yang memadai. Termasuk, aneka pusat bisnis dan perhotelan juga tidak dilengkapi dengan tanaman penghijau. ”Idealnya kan hotel itu sejuk. Tapi saya yakin lambat laun akan mengarah ke sana, mereka akan menyediakan ruang hijau di area hotel,” tambahnya.

Saat ini DPRD Pamekasan juga sedang menyusun raperda tentang RTH. Namun pembahasannya belum tuntas. Ditanya apa kendalanya hingga molor sampai akhir tahun, menurut Hosnan, hanya persoalan waktu. ”Ya, nanti akhir tahun pasti selesai raperda tersebut,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Amin Jabir mengakui bahwa RTH belum mencapai 30 persen. Tetapi, pihaknya mengklaim sudah berupaya agar target tersebut terpenuhi. Meskipun prosesnya tidak langsung tuntas secara serta merta. “Kami akan terus berupaya penuhi kekurangan itu,” katanya.

Baca Juga :  Kawal Tindakan Represif Polisi dan Galian C Ilegal

PAMEKASAN – Ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Pamekasan belum ideal. Buktinya sampai saat ini, RTH yang ada belum mencapai 30 persen dari luas wilayah Kota Gerbang Salam. Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, RTH perkotaan minimal 30 persen dari luas yang ada.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi mengatakan, saat ini RTH yang ada masih minim. Berdasarkan informasi yang diterimanya, RTH hanya sekitar 20 persen. Artinya, masih kurang 10 persen untuk memenuhi standar. 

”Kita memang membutuhkan tambahan RTH baru. Sebab yang ada saat ini belum memenuhi standar,” kata Hosnan Ahmadi Rabu (25/10).


Dijelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan RTH belum terpenuhi. Pertama, karena selama ini pemenuhan RTH mengandalkan peran pemkab. Peran-peran masyarakat belum mencapai titik maksimal. ”Seharusnya warga juga menanam pohon perindang di area permukiman,” ungkap Hosnan.

Baca Juga :  Bangun Lapangan Futsal untuk Gali Potensi Pemuda

Di samping itu, para pengembang juga belum menyediakan RTH yang memadai. Termasuk, aneka pusat bisnis dan perhotelan juga tidak dilengkapi dengan tanaman penghijau. ”Idealnya kan hotel itu sejuk. Tapi saya yakin lambat laun akan mengarah ke sana, mereka akan menyediakan ruang hijau di area hotel,” tambahnya.

Saat ini DPRD Pamekasan juga sedang menyusun raperda tentang RTH. Namun pembahasannya belum tuntas. Ditanya apa kendalanya hingga molor sampai akhir tahun, menurut Hosnan, hanya persoalan waktu. ”Ya, nanti akhir tahun pasti selesai raperda tersebut,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Amin Jabir mengakui bahwa RTH belum mencapai 30 persen. Tetapi, pihaknya mengklaim sudah berupaya agar target tersebut terpenuhi. Meskipun prosesnya tidak langsung tuntas secara serta merta. “Kami akan terus berupaya penuhi kekurangan itu,” katanya.

Baca Juga :  Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon di Dua Kecamatan Tumbang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/