24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

BISNIS TEMBAKAU MASA TANAM 2022

Trading House Tak Bisa Dibangun Tahun Ini

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Karut-marut bisnis tembakau di Pulau Garam sampai ke telinga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Juli lalu, politikus PKB itu berkunjung ke Pamekasan untuk menghadiri deklarasi Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM).

Berbagai problematika tata niaga tembakau yang dihadapi petani membuat mantan Menteri Sosial (Mensos) itu tak tinggal diam. Dia berencana untuk membangun rumah dagang (trading house) di Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur IV (Bakorwil IV) Pamekasan. Namun, rencana itu belum mendapatkan kejelasan.

Sudah dua kali Bakorwil IV Pamekasan mengadakan koordinasi mengenai progres trading house. Serap aspirasi masih terus dilakukan. ”Sepertinya untuk tahun ini belum,” ujar Analis Muda Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur Sofiatus Sholihah.

Rencananya, pembangunan sarana fasilitas pertembakauan itu akan dilakukan di tiga wilayah berbeda. Yaitu, Jember, Pamekasan, dan Bojonegoro yang notabene sebagai penghasil tembakau di Jawa Timur. Sehingga, bisa menjadi solusi untuk pemasaran tembakau di masing-masing daerah.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Tak Terbendung

Dari hasil koordinasi bersama stakeholder terkait, Sofi mengaku belum menemukan rule yang tepat untuk merancang sebuah trading house. Sejauh ini, para pemangku kebijakan hanya terfokus pada permasalahan-permasalahan yang dialami oleh petani tembakau di Madura.

Akibatnya, konsep mengenai usulan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa belum terselesaikan. Dengan begitu, Pemprov Jawa Timur tak bisa memastikan trading house bisa dibangun dalam waktu dekat. ”Saya rasa mungkin di tiga bulan terakhir belanja masalah dulu,” ucapnya.

Termasuk pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pengembangan dan perlindungan tembakau Jawa Timur. Targetnya, bisa selesai di akhir tahun, sehingga bisa segera disahkan. Dengan demikian, tata niaga tembakau berjalan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.

Baca Juga :  Rencanakan Sekolah Jadi Tempat Isolasi

Konsep trading house dirancang untuk melindungi petani tembakau. Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Karena itu, Pemprov Jawa Timur berencana untuk membahas mekanisme lanjutan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Wakil Ketua Umum P4TM Abdul Bari menegaskan, pembangunan trading house harus bisa menjadi solusi dari kemelut pertembakauan di Pulau Garam. Selama ini, petani tak bisa mendapat hasil panen dengan maksimal. Karena itu, rencana pembangunan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi solusi terbaik.

Bari meyakini, dengan adanya trading house, tembakau tidak hanya menjadi kebutuhan industri secara nasional, namun juga bisa diekspor ke luar negeri. Nantinya akan dibahas mengenai mekanisme transaksi dan budi daya tembakau. ”Hasil akhirnya adalah kejayaan petani tembakau terulang lagi,” tandasnya. (afg/han)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Karut-marut bisnis tembakau di Pulau Garam sampai ke telinga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Juli lalu, politikus PKB itu berkunjung ke Pamekasan untuk menghadiri deklarasi Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM).

Berbagai problematika tata niaga tembakau yang dihadapi petani membuat mantan Menteri Sosial (Mensos) itu tak tinggal diam. Dia berencana untuk membangun rumah dagang (trading house) di Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur IV (Bakorwil IV) Pamekasan. Namun, rencana itu belum mendapatkan kejelasan.

Sudah dua kali Bakorwil IV Pamekasan mengadakan koordinasi mengenai progres trading house. Serap aspirasi masih terus dilakukan. ”Sepertinya untuk tahun ini belum,” ujar Analis Muda Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur Sofiatus Sholihah.


Rencananya, pembangunan sarana fasilitas pertembakauan itu akan dilakukan di tiga wilayah berbeda. Yaitu, Jember, Pamekasan, dan Bojonegoro yang notabene sebagai penghasil tembakau di Jawa Timur. Sehingga, bisa menjadi solusi untuk pemasaran tembakau di masing-masing daerah.

Baca Juga :  Dewan Tunggu Hasil Konsultasi ke Kemenkeu

Dari hasil koordinasi bersama stakeholder terkait, Sofi mengaku belum menemukan rule yang tepat untuk merancang sebuah trading house. Sejauh ini, para pemangku kebijakan hanya terfokus pada permasalahan-permasalahan yang dialami oleh petani tembakau di Madura.

Akibatnya, konsep mengenai usulan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa belum terselesaikan. Dengan begitu, Pemprov Jawa Timur tak bisa memastikan trading house bisa dibangun dalam waktu dekat. ”Saya rasa mungkin di tiga bulan terakhir belanja masalah dulu,” ucapnya.

Termasuk pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pengembangan dan perlindungan tembakau Jawa Timur. Targetnya, bisa selesai di akhir tahun, sehingga bisa segera disahkan. Dengan demikian, tata niaga tembakau berjalan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.

Baca Juga :  Mengalkulasi Jangkauan PLN di Pulau Garam
- Advertisement -

Konsep trading house dirancang untuk melindungi petani tembakau. Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Karena itu, Pemprov Jawa Timur berencana untuk membahas mekanisme lanjutan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Wakil Ketua Umum P4TM Abdul Bari menegaskan, pembangunan trading house harus bisa menjadi solusi dari kemelut pertembakauan di Pulau Garam. Selama ini, petani tak bisa mendapat hasil panen dengan maksimal. Karena itu, rencana pembangunan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi solusi terbaik.

Bari meyakini, dengan adanya trading house, tembakau tidak hanya menjadi kebutuhan industri secara nasional, namun juga bisa diekspor ke luar negeri. Nantinya akan dibahas mengenai mekanisme transaksi dan budi daya tembakau. ”Hasil akhirnya adalah kejayaan petani tembakau terulang lagi,” tandasnya. (afg/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/