alexametrics
21 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Kecam Tindakan Represif  Polisi

PAMEKASAN – Tindakan represif aparat kepolisian terhadap tiga wartawan saat meliput unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) menuai protes. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan juga angkat bicara.

Ketua PWI Pamekasan Abd. Aziz mengecam tindakan aparat kepolisian tersebut karena sudah keluar dari tugasnya sebagai pengayom masyarakat. ”Ada tiga jurnalis yang menjadi korban akibat tindakan represif aparat kepolisian saat menjalankan tugas jurnalistiknya di Makassar. Ketiga jurnalis itu Muh. Darwin Fatir, Syaiful, dan Ishak Pasabuan,” kata Aziz.

Pria yang sudah dua kali menjabat ketua PWI Pamekasan ini menjelaskan, tindakan represif kepada tiga wartawan tersebut melanggar UU 40/1999 tentang Pers. Pasal 8 UU Pers disebutkan, pers mendapatkan perlindungan hukum saat menjalankan profesi.

Baca Juga :  Pembangunan Gedung DPRD Buram

”Karena itu, kami mendesak agar aparat yang melakukan tindakan represif itu harus disanksi tegas. Para jurnalis itu bekerja dilindungi oleh undang-undang,” kata Aziz.

Polri harus segera mengusut dan memberikan sanksi kepada pelaku. Jika tindakan dibiarkan dan tidak diusut, dia menuding institusi Polri memang ingin menanamkan bibit permusuhan dengan insan pers. ”Keseriusan institusi Polri mengusut kasus ini nanti bisa kita lihat dari sanksi yang akan diberikan kepada oknum polisi tersebut,” terangnya.

Alumnus HMI tersebut menjelaskan, tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak menindak pelaku. Apalagi, tindakan represif petugas terhadap mereka terindikasi ada unsur kesengajaan. Sebab, berdasarkan rekaman video yang beredar di kalangan wartawan, ketiga jurnalis itu telah menunjukkan identitas sebagai jurnalis. ”Seharusnya ketika jelas seperti itu harus dilindungi,” tegasnya.

Baca Juga :  Anggaran Dipangkas Rp 21,7 Miliar

Berkenaan dengan hal tersebut, sejumlah organisasi profesi jurnalis juga ikut mengecam. Di antaranya Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP). Sejumlah wartawan berencana menggelar aksi solidaritas.

PAMEKASAN – Tindakan represif aparat kepolisian terhadap tiga wartawan saat meliput unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) menuai protes. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan juga angkat bicara.

Ketua PWI Pamekasan Abd. Aziz mengecam tindakan aparat kepolisian tersebut karena sudah keluar dari tugasnya sebagai pengayom masyarakat. ”Ada tiga jurnalis yang menjadi korban akibat tindakan represif aparat kepolisian saat menjalankan tugas jurnalistiknya di Makassar. Ketiga jurnalis itu Muh. Darwin Fatir, Syaiful, dan Ishak Pasabuan,” kata Aziz.

Pria yang sudah dua kali menjabat ketua PWI Pamekasan ini menjelaskan, tindakan represif kepada tiga wartawan tersebut melanggar UU 40/1999 tentang Pers. Pasal 8 UU Pers disebutkan, pers mendapatkan perlindungan hukum saat menjalankan profesi.

Baca Juga :  Serapan Tembakau Sangat Rendah

”Karena itu, kami mendesak agar aparat yang melakukan tindakan represif itu harus disanksi tegas. Para jurnalis itu bekerja dilindungi oleh undang-undang,” kata Aziz.

Polri harus segera mengusut dan memberikan sanksi kepada pelaku. Jika tindakan dibiarkan dan tidak diusut, dia menuding institusi Polri memang ingin menanamkan bibit permusuhan dengan insan pers. ”Keseriusan institusi Polri mengusut kasus ini nanti bisa kita lihat dari sanksi yang akan diberikan kepada oknum polisi tersebut,” terangnya.

Alumnus HMI tersebut menjelaskan, tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak menindak pelaku. Apalagi, tindakan represif petugas terhadap mereka terindikasi ada unsur kesengajaan. Sebab, berdasarkan rekaman video yang beredar di kalangan wartawan, ketiga jurnalis itu telah menunjukkan identitas sebagai jurnalis. ”Seharusnya ketika jelas seperti itu harus dilindungi,” tegasnya.

Baca Juga :  Kekosongan Kepala Sekolah Sulit Terisi

Berkenaan dengan hal tersebut, sejumlah organisasi profesi jurnalis juga ikut mengecam. Di antaranya Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP). Sejumlah wartawan berencana menggelar aksi solidaritas.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/