alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Pemkab Pusat Gelontorkan Rp 25 Miliar untuk Pengembangan Embung

PAMEKASAN – Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran fantastis untuk Kabupaten Pamekasan senilai Rp 25 Miliar. Anggaran itu akan dimanfaatkan untuk pengembangan Embung di Desa Kodik Kecamatan Proppo. Namun, PDAM Pamekasan pembangunan itu akan terealisasi tahun depan.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, pengembangan embung bakal digarap tahun depan. Dijelaskan, jika embung seluas 1 hektare itu akan diperluas menjadi lima hektare. Sejak 2017, dilakukan pembebasan lahan. Dana yang dikeluarkan sekitar Rp 9 miliar.

Dana Rp 25 miliar dari pemerintah pusat bakal digunakan untuk pembangunan water treatment plant (WTP). Air sungai akan diolah menjadi bahan baku konsumsi masyarakat.

Air dari WTP itu didistribusikan kepada seluruh pelanggan PDAM. Kebutuhan air bersih masyarakat diharapkan terpenuhi dengan optimal. ”Tahun depan kami lakukan pengembangan,” katanya kemarin (25/9).

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Pamekasan Kawal Pengelolaan Dana BOS yang Profesional

Agoes menyampaikan, Pamekasan baru memiliki satu WTP di Desa Samiran, Kecamatan Proppo. Air sungai tersebut diolah menjadi air layak konsumsi di tempat pengolahan itu.

Dengan penambahan WTP, distribusi air akan lebih optimal. Ketersediaan bahan baku semakin banyak. ”Pengadaan WTP baru ini akan sangat membantu distribusi air kepada pelanggan PDAM,” ujarnya.

Jika musim kemarau, debit air berkurang. Simpanan air juga berkurang. Akibatnya, volume distribusi dikurangi. ”Rp 25 miliar itu bersumber dari APBN,” sebutnya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyatakan, pengembangan embung direncanakan beberapa tahun lalu. Pada 2017, dilakukan pembebasan lahan.

Namun, sampai tahun ini belum ada realisasi. PDAM selaku instansi yang mengelola embung itu harus proaktif menanyakan anggaran kepada pemerintah pusat. ”PDAM jangan diam,” sarannya.

Baca Juga :  PKL Bakal Tempati Bekas Rumah Sakit

PAMEKASAN – Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran fantastis untuk Kabupaten Pamekasan senilai Rp 25 Miliar. Anggaran itu akan dimanfaatkan untuk pengembangan Embung di Desa Kodik Kecamatan Proppo. Namun, PDAM Pamekasan pembangunan itu akan terealisasi tahun depan.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, pengembangan embung bakal digarap tahun depan. Dijelaskan, jika embung seluas 1 hektare itu akan diperluas menjadi lima hektare. Sejak 2017, dilakukan pembebasan lahan. Dana yang dikeluarkan sekitar Rp 9 miliar.

Dana Rp 25 miliar dari pemerintah pusat bakal digunakan untuk pembangunan water treatment plant (WTP). Air sungai akan diolah menjadi bahan baku konsumsi masyarakat.


Air dari WTP itu didistribusikan kepada seluruh pelanggan PDAM. Kebutuhan air bersih masyarakat diharapkan terpenuhi dengan optimal. ”Tahun depan kami lakukan pengembangan,” katanya kemarin (25/9).

Baca Juga :  Prabowo Unggul di Tempat Bupati dan Wabup Pamekasan Nyoblos

Agoes menyampaikan, Pamekasan baru memiliki satu WTP di Desa Samiran, Kecamatan Proppo. Air sungai tersebut diolah menjadi air layak konsumsi di tempat pengolahan itu.

Dengan penambahan WTP, distribusi air akan lebih optimal. Ketersediaan bahan baku semakin banyak. ”Pengadaan WTP baru ini akan sangat membantu distribusi air kepada pelanggan PDAM,” ujarnya.

Jika musim kemarau, debit air berkurang. Simpanan air juga berkurang. Akibatnya, volume distribusi dikurangi. ”Rp 25 miliar itu bersumber dari APBN,” sebutnya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyatakan, pengembangan embung direncanakan beberapa tahun lalu. Pada 2017, dilakukan pembebasan lahan.

Namun, sampai tahun ini belum ada realisasi. PDAM selaku instansi yang mengelola embung itu harus proaktif menanyakan anggaran kepada pemerintah pusat. ”PDAM jangan diam,” sarannya.

Baca Juga :  Lelang Ulang TPS 3R Tunggu Putusan BPK
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/