alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Dana Rp 64.657.607.900 Belum Terpakai, Serapan ADD Masih 25 Persen

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Serapan anggaran alokasi dana desa (ADD) lebih rendah dibanding dana desa (DD). Buktinya, realisasi penyaluran ADD masih 25 persen sedangkan DD 45,5 persen. Hal itu merujuk pada data yang ada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan.

Tahun ini, jumlah total ADD untuk 178 desa sebesar Rp 86.210.144.000. Jika serapan hingga Jumat (24/6) masih 25 persen, berarti yang terealisasi hanya Rp 21.552.536.100. Artinya, terdapat dana segar sebesar Rp 64.657.607.900 yang belum terserap oleh pemerintah desa.

Kepala DPMD Pamekasan Fathorrachman belum bisa menjelaskan secara detail saat dihubungi Jawa Pos Radar Madura Jumat (24/6). Dia hanya memastikan jika pencairan ADD tahap pertama sudah selesai. Termasuk laporan pertanggungjawaban dari masing-masing desa.

”Yang jelas untuk pencairan ADD tahap pertama sudah semua. Sekarang proses pencairan triwulan kedua. Ada beberapa desa yang sudah mengajukan dan ada juga yang sedang proses. Untuk tahap dua masih berjalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dishub Pamekasan Dirikan Lima Posko Mudik Hingga H+10 Lebaran

Berkaitan dengan DD, tahun ini total anggaran yang digelontorkan untuk desa mencapai Rp 198.575.032.000. Serapannya memang lebih tinggi dibandingkan realisasi ADD. Yakni, mencapai 45,5 persen atau sekitar Rp 90.371.188.960.

Fathor menuturkan, untuk pencairan tahap dua diprediksi lebih lamban. Pasalnya, terdapat sejumlah desa yang baru memiliki kepala desa definitif. Hal itu menyebabkan ada transisi antara Kades yang sudah purna dengan yang baru dilantik.

Fathor mengungkapkan, dalam masa transisi tersebut butuh komunikasi dan koordinasi intensif. Tujuannya, mengantisipasi terjadinya persoalan baru. ”Pak Camat mulai melakukan pendekatan. Prinsipnya, proses peralihan jabatan ini harus tetap mengikuti aturan,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Hamdi mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas teknis dan sejumlah camat. Ada dua poin penting yang dibahas saat rapat berkaitan dengan kondusivitas desa pasca pilkades. ”Masih ada desa yang suasananya masih panas efek pilkades. Banyak dinamika yang muncul pasca pilkades,” ujarnya.

Baca Juga :  Jatuh karena Kursi Diambil saat Hendak Duduk Begini Kondisi Anggun

Pertama, berkaitan dengan proses pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Biasanya, hal itu terjadi jika kepala desanya berubah. Menurutnya, masalah tersebut perlu diantisipasi agar tidak mencuat. ”Camat harus memberikan solusi kepada kepala desa agar suasana aman dan kondusif. Harus sesuai peraturan perundang-undangan,” paparnya.

Kedua, komisi I minta agar camat memberikan pendampingan kepada kepala desa yang masih minim pengalaman dalam pengelolaan desa. Utamanya, kepala desa yang baru menjabat. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan kesalahan dalam proses penganggaran program di desa.

”Kalau tidak didampingi petugas dari kecamatan, khawatir keliru. Kalau petugas dari kecamatan dan pendamping desa turun langsung memberikan pendampingan, insyaallah kesalahan bisa diminimalkan,” tandasnya. (bil/yan)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Serapan anggaran alokasi dana desa (ADD) lebih rendah dibanding dana desa (DD). Buktinya, realisasi penyaluran ADD masih 25 persen sedangkan DD 45,5 persen. Hal itu merujuk pada data yang ada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan.

Tahun ini, jumlah total ADD untuk 178 desa sebesar Rp 86.210.144.000. Jika serapan hingga Jumat (24/6) masih 25 persen, berarti yang terealisasi hanya Rp 21.552.536.100. Artinya, terdapat dana segar sebesar Rp 64.657.607.900 yang belum terserap oleh pemerintah desa.

Kepala DPMD Pamekasan Fathorrachman belum bisa menjelaskan secara detail saat dihubungi Jawa Pos Radar Madura Jumat (24/6). Dia hanya memastikan jika pencairan ADD tahap pertama sudah selesai. Termasuk laporan pertanggungjawaban dari masing-masing desa.


”Yang jelas untuk pencairan ADD tahap pertama sudah semua. Sekarang proses pencairan triwulan kedua. Ada beberapa desa yang sudah mengajukan dan ada juga yang sedang proses. Untuk tahap dua masih berjalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Borong 1.365 Ekor Kambing Etawa Rp 6,2 Miliar

Berkaitan dengan DD, tahun ini total anggaran yang digelontorkan untuk desa mencapai Rp 198.575.032.000. Serapannya memang lebih tinggi dibandingkan realisasi ADD. Yakni, mencapai 45,5 persen atau sekitar Rp 90.371.188.960.

Fathor menuturkan, untuk pencairan tahap dua diprediksi lebih lamban. Pasalnya, terdapat sejumlah desa yang baru memiliki kepala desa definitif. Hal itu menyebabkan ada transisi antara Kades yang sudah purna dengan yang baru dilantik.

Fathor mengungkapkan, dalam masa transisi tersebut butuh komunikasi dan koordinasi intensif. Tujuannya, mengantisipasi terjadinya persoalan baru. ”Pak Camat mulai melakukan pendekatan. Prinsipnya, proses peralihan jabatan ini harus tetap mengikuti aturan,” ungkapnya.

- Advertisement -

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Hamdi mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas teknis dan sejumlah camat. Ada dua poin penting yang dibahas saat rapat berkaitan dengan kondusivitas desa pasca pilkades. ”Masih ada desa yang suasananya masih panas efek pilkades. Banyak dinamika yang muncul pasca pilkades,” ujarnya.

Baca Juga :  SDM Berkualitas Didukung Alat Canggih

Pertama, berkaitan dengan proses pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Biasanya, hal itu terjadi jika kepala desanya berubah. Menurutnya, masalah tersebut perlu diantisipasi agar tidak mencuat. ”Camat harus memberikan solusi kepada kepala desa agar suasana aman dan kondusif. Harus sesuai peraturan perundang-undangan,” paparnya.

Kedua, komisi I minta agar camat memberikan pendampingan kepada kepala desa yang masih minim pengalaman dalam pengelolaan desa. Utamanya, kepala desa yang baru menjabat. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan kesalahan dalam proses penganggaran program di desa.

”Kalau tidak didampingi petugas dari kecamatan, khawatir keliru. Kalau petugas dari kecamatan dan pendamping desa turun langsung memberikan pendampingan, insyaallah kesalahan bisa diminimalkan,” tandasnya. (bil/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/