alexametrics
24.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Bisa Jadi Pilot Project Nasional

PAMEKASAN – Program beasiswa untuk santri mendapat banyak apresiasi. Ketua PC NU Pamekasan KH. Taufik Hasyim juga mendukung. Program yang digagas pemkab tersebut bisa menjadi percontohan di berbagai daerah.

”Secara substansial baik, kan ada tiga kategori, santri berprestasi, tahfidz, dan tidak mampu,” kata KH. Taufik Hasyim kemarin (25/6).

Program beasiswa santri juga membantu meringankan beban perekonomian masyarakat yang tidak mampu. Sebab, di tengah-tengah masyarakat, banyak keluarga tak mampu dan anak-anaknya terancam putus sekolah.

Selain itu, para santri penerima beasiswa disiapkan pendamping khusus. ”Apalagi di situ ada pendamping khusus santri penerima beasiswa. Pendamping ini di-briefing khusus untuk memberikan wawasan kebangsaan dan keindonesiaan,” jelasnya.

Taufik Hasyim menilai terobosan Pemkab Pamekasan itu berpotensi menjadi pilot project PB NU. ”Rupanya ini juga akan diadopsi oleh PB NU untuk dijadikan pilot project. Kepala daerah yang NU agar meniru Pamekasan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penertiban PKL di Kawasan Arek Lancor Berakhir Ricuh

Secara resmi PC NU Pamekasan tidak terlibat. Tapi, NU Pamekasan mendukung penuh karena dari aspek sosial ekonomi sangat membantu. Sebab di pesantren banyak santri yang tidak mampu dan memang memerlukan sentuhan bantuan.

Beasiswa santri juga berpeluang mendorong wawasan penguatan nilai-nilai keindonesiaan dan kebangsaan. ”Karena instruktur yang akan memberikan materi sudah di-briefing oleh pemerintah, dan saya mendukung penuh,” tegasnya.

Beasiswa santri akan membuka pintu lebar-lebar bagi pesantren untuk semakin berkontribusi baik di Pamekasan. ”Kontribusinya jelas. Lebih-lebih dalam membangun akhlak,” terangnya.

KH. Taufik Hasyim berharap, dari program beasiswa santri itu akan muncul kader yang punya wawasan plural, majemuk, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan mempraktikkan ilmu yang diperolehnya. ”Untuk dikembangkan di tengah-tengah masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga :  Peduli Palestina, Anggota DPRD Pamekasan Turun Jalan

Sebagaimana diketahui, Pemkab Pamekasan akan mulai menyeleksi ribuan santri yang mendaftar pada 7 Juli mendatang. Sementara yang akan dipilih 2.000 santri. Ribuan santri tersebut akan dikirimkan ke 55 pesantren yang ditunjuk pemkab sebagai mitra.

Sementara itu, Kabag Kesra Setkab Pamekasan Halifaturrahman menyampaikan bahwa program beasiswa santri tidak akan hanya berakhir tahun ini. ”Pemkab berharap beasiswa ini akan menopang SDM unggul di Pamekasan,” harapnya. (ky)

- Advertisement -

PAMEKASAN – Program beasiswa untuk santri mendapat banyak apresiasi. Ketua PC NU Pamekasan KH. Taufik Hasyim juga mendukung. Program yang digagas pemkab tersebut bisa menjadi percontohan di berbagai daerah.

”Secara substansial baik, kan ada tiga kategori, santri berprestasi, tahfidz, dan tidak mampu,” kata KH. Taufik Hasyim kemarin (25/6).

Program beasiswa santri juga membantu meringankan beban perekonomian masyarakat yang tidak mampu. Sebab, di tengah-tengah masyarakat, banyak keluarga tak mampu dan anak-anaknya terancam putus sekolah.


Selain itu, para santri penerima beasiswa disiapkan pendamping khusus. ”Apalagi di situ ada pendamping khusus santri penerima beasiswa. Pendamping ini di-briefing khusus untuk memberikan wawasan kebangsaan dan keindonesiaan,” jelasnya.

Taufik Hasyim menilai terobosan Pemkab Pamekasan itu berpotensi menjadi pilot project PB NU. ”Rupanya ini juga akan diadopsi oleh PB NU untuk dijadikan pilot project. Kepala daerah yang NU agar meniru Pamekasan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Harus Selaras dengan 10 Agenda Pokok Bupati-Wabup

Secara resmi PC NU Pamekasan tidak terlibat. Tapi, NU Pamekasan mendukung penuh karena dari aspek sosial ekonomi sangat membantu. Sebab di pesantren banyak santri yang tidak mampu dan memang memerlukan sentuhan bantuan.

Beasiswa santri juga berpeluang mendorong wawasan penguatan nilai-nilai keindonesiaan dan kebangsaan. ”Karena instruktur yang akan memberikan materi sudah di-briefing oleh pemerintah, dan saya mendukung penuh,” tegasnya.

Beasiswa santri akan membuka pintu lebar-lebar bagi pesantren untuk semakin berkontribusi baik di Pamekasan. ”Kontribusinya jelas. Lebih-lebih dalam membangun akhlak,” terangnya.

KH. Taufik Hasyim berharap, dari program beasiswa santri itu akan muncul kader yang punya wawasan plural, majemuk, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan mempraktikkan ilmu yang diperolehnya. ”Untuk dikembangkan di tengah-tengah masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga :  Jumlah Dokter Hewan di Pamekasan Belum Ideal

Sebagaimana diketahui, Pemkab Pamekasan akan mulai menyeleksi ribuan santri yang mendaftar pada 7 Juli mendatang. Sementara yang akan dipilih 2.000 santri. Ribuan santri tersebut akan dikirimkan ke 55 pesantren yang ditunjuk pemkab sebagai mitra.

Sementara itu, Kabag Kesra Setkab Pamekasan Halifaturrahman menyampaikan bahwa program beasiswa santri tidak akan hanya berakhir tahun ini. ”Pemkab berharap beasiswa ini akan menopang SDM unggul di Pamekasan,” harapnya. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/