alexametrics
21.9 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Perbaikan Jalan Masih Tahap DED

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kerusakan jalan penghubung Kecamatan Pasean–Waru sudah sebulan berlalu. Akses utama dua kecamatan utara Pamekasan itu ambrol pada 23 Februari 2021. Akses tersebut belum mendapat perbaikan signifikan hingga kemarin (25/3).

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan menyebut, proses perbaikan masih tahap penggarapan detail engineering design (DED). Pembuatan desain teknik ini kemungkinan selesai pada 1 April mendatang.

Kepala Dinas PUPR Pamekasan Cahya Wibawa menuturkan, akses tersebut memang vital bagi masyarakat. Secara khusus untuk warga Kecamatan Waru dan Pasean. Sebab, jalan tersebut akses utama. ”Sedang kita buat DED-nya,” terangnya.

Dia mengatakan, hingga kemarin, pihaknya belum bisa memastikan berapa anggaran biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan tersebut. ”Karena kami masih menunggu finalisasi hasil refocusing,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Pamekasan Segera Kandangkan Mobil Dinas

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ismail menerangkan, penyusunan DED itu adalah tahap awal. Proses tersebut terbilang lamban. ”Rusaknya jalan tersebut masuk bencana. Jadi, kalau bencana, pemerintah bisa menganggarkan dari dana bencana atau dana tak terduga,” terangnya.

Menurut dia, kerusakan jalan itu harus digarap cepat. Tidak perlu menunggu anggaran 2022. ”Itu akses utama. Itu pembiayaannya bisa diambilkan dari anggaran tidak terduga,” katanya. ”Sebenarnya itu sederhana kalau bencana, tidak perlu melakukan kajian yang terlalu rumit,” imbuhnya.

Supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono menuturkan, bencana tanah ambrol sepanjang 50 meter di Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, itu sudah menjadi kewenangan dinas terkait.

Anisa, warga Desa Tlontoraja mengatakan, kondisi jalan belum diperbaiki hingga kemarin (25/3). Bahkan, kondisinya semakin parah. ”Sekarang ditutup pakai terpal agar air tidak masuk ke rongga,” katanya.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor Dewan Terganjal Lahan

Sementara lalu lintas tetap aktif. Sepeda motor dan roda empat kecil masih bisa melewati akses tersebut. ”Kalau mobil besar tidak bisa. Jalan tersebut membuat kita waswas,” katanya. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kerusakan jalan penghubung Kecamatan Pasean–Waru sudah sebulan berlalu. Akses utama dua kecamatan utara Pamekasan itu ambrol pada 23 Februari 2021. Akses tersebut belum mendapat perbaikan signifikan hingga kemarin (25/3).

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan menyebut, proses perbaikan masih tahap penggarapan detail engineering design (DED). Pembuatan desain teknik ini kemungkinan selesai pada 1 April mendatang.

Kepala Dinas PUPR Pamekasan Cahya Wibawa menuturkan, akses tersebut memang vital bagi masyarakat. Secara khusus untuk warga Kecamatan Waru dan Pasean. Sebab, jalan tersebut akses utama. ”Sedang kita buat DED-nya,” terangnya.


Dia mengatakan, hingga kemarin, pihaknya belum bisa memastikan berapa anggaran biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan tersebut. ”Karena kami masih menunggu finalisasi hasil refocusing,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Pamekasan Segera Kandangkan Mobil Dinas

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ismail menerangkan, penyusunan DED itu adalah tahap awal. Proses tersebut terbilang lamban. ”Rusaknya jalan tersebut masuk bencana. Jadi, kalau bencana, pemerintah bisa menganggarkan dari dana bencana atau dana tak terduga,” terangnya.

Menurut dia, kerusakan jalan itu harus digarap cepat. Tidak perlu menunggu anggaran 2022. ”Itu akses utama. Itu pembiayaannya bisa diambilkan dari anggaran tidak terduga,” katanya. ”Sebenarnya itu sederhana kalau bencana, tidak perlu melakukan kajian yang terlalu rumit,” imbuhnya.

Supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono menuturkan, bencana tanah ambrol sepanjang 50 meter di Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, itu sudah menjadi kewenangan dinas terkait.

Anisa, warga Desa Tlontoraja mengatakan, kondisi jalan belum diperbaiki hingga kemarin (25/3). Bahkan, kondisinya semakin parah. ”Sekarang ditutup pakai terpal agar air tidak masuk ke rongga,” katanya.

Baca Juga :  Tuding Rehab Puskesmas Bermasalah

Sementara lalu lintas tetap aktif. Sepeda motor dan roda empat kecil masih bisa melewati akses tersebut. ”Kalau mobil besar tidak bisa. Jalan tersebut membuat kita waswas,” katanya. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/