alexametrics
25.6 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Bupati Kerahkan Semua Kekuatan Mulai Tingkat Desa hingga Kabupaten

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan akan melangkah lebih tegas untuk mengantisipasi potensi penyebaran Covid-19 ke bumi Gerbang Salam. Skema kerja sudah disiapkan.

Selain akan melakukan penyemprotan di seluruh wilayah di Pamekasan, pemkab melibatkan semua stakeholder dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Pemerintah juga akan menggandeng ikatan perawat, dokter, dan relawan di Pamekasan untuk turun melakukan pencegahan.

Skema kerja tersebut disampaikan Bupati Baddrut Tamam didampingi Wabup Raja’e, Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari, dan Dandim 0826 Letkol Inf. M. Effendi, M.S. di depan tim satgas penanggulangan bencana nonalam dan pencegahan Covid-19, forkompimda, camat se-Pamekasan, dan sejumlah pimpinan OPD terkait di ruang peringgitan, Senin malam (23/3).

Dalam skema tersebut, pertama Pemkab Pamekasan secara tegas dan solid akan mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan di keramaian. Jika sudah ada yang terencana, pemkab bakal menginstruksikan agar massa dalam acara tersebut diminimalkan.

Kedua, pemkab setiap hari akan melakukan penyemprotan ke tempat-tempat umum, pasar, dan tempat ibadah. Termasuk ke ratusan pondok pesantren di Pamekasan. Di seluruh instansi dari tingkat desa hingga kabupaten bakal dibuatkan skema agar menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Baca Juga :  Perpanjang Pemangkasan Jam Kerja ASN hingga Dua Pekan

Ketiga, pemkab akan melakukan siaran keliling dan sosialisasi ke desa-desa. Tujuannya, agar masyarakat di desa-desa juga paham dan tergerak mengantisipasi mewabahnya Covid-19 ke wilayah desa di Pamekasan. Caranya, rajin cuci tangan dan menerapkan pola hidup sehat.

Keempat, pemkab akan melibatkan ikatan perawat, dokter, tenaga kesehatan, dan relawan di Pamekasan untuk terjun langsung secara bersama-sama dan melakukan aksi pencegahan serta penanggulangan potensi ancaman Covid-19 di seluruh titik di Pamekasan.

Kelima, pemkab bakal menutup tempat-tempat keramaian. Mulai dari Taman Arek Lancor hingga sejumlah taman lainnya. Termasuk akan membuat skema penutupan tempat pariwisata, kafe, restoran, dan hotel.

Selain itu, seluruh desa di Pamekasan sesuai rencana roadmap harus menyediakan satu alat pengukur suhu dan alat cuci tangan. Selain itu, melakukan penyemprotan disinfektan ke dusun-dusun di seluruh desa. ”Kami akan usahakan tim satgas dan relawan datang ke rumah-rumah warga. Jika ada warga yang suhu tubuhnya melewati batas normal, segera dilakukan penanganan. Pola ini bertujuan memaksimalkan penanganan hingga unsur paling dasar di lingkungan masyarakat,” jelas mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Lirik BUMDes Bidang Pariwisata

Baddrut Tamam menyampaikan bahwa pencegahan Covid-19 harus ditingkatkan. ”Pemerintah pusat sudah naik penetrasi pencegahannya. Misalnya, maklumat Kapolri agar tidak mengadakan kegiatan publik. Gubernur juga mengimbau tidak mengadakan kegiatan publik,” tambahnya. Untuk itu, Pemkab Pamekasan juga akan menaikkan intensitas pencegahan.

Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari menyatakan kesiapannya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah dalam mengantisipasi Covid-19. ”Masyarakat sudah tahu imbauan kami. Namun, sekarang ada masyarakat yang masih menyepelekan dan di Jawa Timur angka yang terpapar meningkat. Untuk itu, kita harus upayakan lebih ekstra melalui pencegahan acara-acara yang mengundang massa,” paparnya.

Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf. M. Effendi, M.S. juga berkomitmen untuk menerjunkan pasukannya melakukan pencegahan. ”Kami akan jaga agar masyarakat tidak panik. Kemudian, kami akan ikuti perkembangan penyebaran Covid-19, respons pembatasan ini, dan akan mendukung langkah forkopimda. Kami juga akan menyiagakan seratus personel untuk melakulan bantuan penanganan,” tandasnya. (ky)

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan akan melangkah lebih tegas untuk mengantisipasi potensi penyebaran Covid-19 ke bumi Gerbang Salam. Skema kerja sudah disiapkan.

Selain akan melakukan penyemprotan di seluruh wilayah di Pamekasan, pemkab melibatkan semua stakeholder dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Pemerintah juga akan menggandeng ikatan perawat, dokter, dan relawan di Pamekasan untuk turun melakukan pencegahan.

Skema kerja tersebut disampaikan Bupati Baddrut Tamam didampingi Wabup Raja’e, Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari, dan Dandim 0826 Letkol Inf. M. Effendi, M.S. di depan tim satgas penanggulangan bencana nonalam dan pencegahan Covid-19, forkompimda, camat se-Pamekasan, dan sejumlah pimpinan OPD terkait di ruang peringgitan, Senin malam (23/3).


Dalam skema tersebut, pertama Pemkab Pamekasan secara tegas dan solid akan mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan di keramaian. Jika sudah ada yang terencana, pemkab bakal menginstruksikan agar massa dalam acara tersebut diminimalkan.

Kedua, pemkab setiap hari akan melakukan penyemprotan ke tempat-tempat umum, pasar, dan tempat ibadah. Termasuk ke ratusan pondok pesantren di Pamekasan. Di seluruh instansi dari tingkat desa hingga kabupaten bakal dibuatkan skema agar menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Baca Juga :  Bakal Evaluasi Tata Kota

Ketiga, pemkab akan melakukan siaran keliling dan sosialisasi ke desa-desa. Tujuannya, agar masyarakat di desa-desa juga paham dan tergerak mengantisipasi mewabahnya Covid-19 ke wilayah desa di Pamekasan. Caranya, rajin cuci tangan dan menerapkan pola hidup sehat.

Keempat, pemkab akan melibatkan ikatan perawat, dokter, tenaga kesehatan, dan relawan di Pamekasan untuk terjun langsung secara bersama-sama dan melakukan aksi pencegahan serta penanggulangan potensi ancaman Covid-19 di seluruh titik di Pamekasan.

Kelima, pemkab bakal menutup tempat-tempat keramaian. Mulai dari Taman Arek Lancor hingga sejumlah taman lainnya. Termasuk akan membuat skema penutupan tempat pariwisata, kafe, restoran, dan hotel.

Selain itu, seluruh desa di Pamekasan sesuai rencana roadmap harus menyediakan satu alat pengukur suhu dan alat cuci tangan. Selain itu, melakukan penyemprotan disinfektan ke dusun-dusun di seluruh desa. ”Kami akan usahakan tim satgas dan relawan datang ke rumah-rumah warga. Jika ada warga yang suhu tubuhnya melewati batas normal, segera dilakukan penanganan. Pola ini bertujuan memaksimalkan penanganan hingga unsur paling dasar di lingkungan masyarakat,” jelas mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.

Baca Juga :  Program Sehat Nelayan Fokus untuk Wilayah Utara

Baddrut Tamam menyampaikan bahwa pencegahan Covid-19 harus ditingkatkan. ”Pemerintah pusat sudah naik penetrasi pencegahannya. Misalnya, maklumat Kapolri agar tidak mengadakan kegiatan publik. Gubernur juga mengimbau tidak mengadakan kegiatan publik,” tambahnya. Untuk itu, Pemkab Pamekasan juga akan menaikkan intensitas pencegahan.

Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari menyatakan kesiapannya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah dalam mengantisipasi Covid-19. ”Masyarakat sudah tahu imbauan kami. Namun, sekarang ada masyarakat yang masih menyepelekan dan di Jawa Timur angka yang terpapar meningkat. Untuk itu, kita harus upayakan lebih ekstra melalui pencegahan acara-acara yang mengundang massa,” paparnya.

Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf. M. Effendi, M.S. juga berkomitmen untuk menerjunkan pasukannya melakukan pencegahan. ”Kami akan jaga agar masyarakat tidak panik. Kemudian, kami akan ikuti perkembangan penyebaran Covid-19, respons pembatasan ini, dan akan mendukung langkah forkopimda. Kami juga akan menyiagakan seratus personel untuk melakulan bantuan penanganan,” tandasnya. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/