alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Ditemukan Meninggal di Hotel Bersama Laki-Laki Lain

PAMEKASAN – Sejumlah warga yang berada di Kelurahan Partaker, Kecamatan Kota Pamekasan, digegerkan dengan penemuan mayat di Hotel Garuda, Kamis malam (24/1). Ada dua mayat yang ditemukan di kamar nomor 10.

Mayat pertama perempuan ditemukan tergeletak di tempat tidur. Sedangkan yang kedua mayat laki-laki dengan kondisi tergantung di kamar mandi. Diketahui, dua mayat tersebut yakni Roy Robby, 21, warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, dan Sitti Aisyah, 21, warga Kelurahan Kowel, Pamekasan.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno mengatakan, mayat laki-laki berada di kamar mandi dengan kondisi tubuh tergantung. Sementara mayat perempuan ditemukan telentang di tempat tidur. ”Di tubuh mayat perempuan ada bekas jeratan di leher dan ada bercak darah di atas kasur,” ungkapnya kemarin (25/1).

Mayat ditemukan setelah resepsionis hotel mencurigai kamar nomer 10. Kamar dicurigai karena lampu tidak menyala. Selain itu, pintu kamar terkunci dari dalam. Petugas hotel mendobrak kamar yang berada di belakang pojok barat hotel tersebut. ”Setelah didobrak ditemukan dua mayat,” tuturnya.

Baca Juga :  Bertamu ke Rumah Teman, Warga Parsanga Tiba Tiba Meninggal

Hari menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, Roy Robby melakukan check-in di hotel sekitar pukul 09.00. Tak lama setelah check-in, resepsionis hotel melihat Roy keluar dari hotel. Berselang beberapa saat, Roy datang lagi bersama seorang perempuan.

Bambang Suryanto, leader Vivo yang berkantor di Jalan Mandilaras menyampaikan, Sitti Aisyah merupakan karyawannya. Aisyah bertugas sebagai promotor handphone Vivo di toko yang berada di Kelurahan Partaker.

Pagi hari sekitar pukul 08.56, Aisyah masih mengisi absensi di tempat kerjanya. Sekitar 30 menit setelah mengisi absensi, dia pamit ke teman-temannya untuk membeli kertas folio. Namun Aisyah tidak kembali lagi ke tempat kerjanya.

”(Aisyah) diketahui hilang setelah pukul 20.30. Kami mendengar informasi bahwa di hotel ada orang meninggal. Setelah dicek fotonya, ternyata benar itu karyawan kami. Waktu dia pergi, tas dan HP ditinggal di toko,” urai Bambang Suryanto.

Di tempat terpisah, Lurah Kowel Zainal Mistuki membenarkan bahwa Aisyah merupakan warganya. Dia mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar laporan dari warga lain. Dia mendampingi keluarga Aisyah sejak proses evakuasi hingga disemayamkan.

Baca Juga :  Sterilkan Kantor Radar Madura, Ini yang Dilakukan Relawan Covid-19

Zainal mengungkapkan, Roy Robby dan Sitti Aisyah bukan pasangan suami istri (pasutri). Status Aisyah masih istri sah Dafid, warga Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan.

Penuturan Zainal, tiga bulan lalu hubungan Dafid dan Aisyah dikabarkan tidak baik. Pemicunya, Aisyah yang sudah memiliki seorang anak berusia empat tahun itu dicurigai main mata dengan laki-laki lain. Terbakar cemburu, Dafid marah hingga memukuli Aisyah.

”Dafid diusir mertuanya karena memukul Aisyah. Sejak saat itu, hubungan keluarga mereka tidak harmonis,” ucap Zainal.

Namun, dua minggu terakhir ini, hubungan Dafid dan Aisyah mulai membaik. Dafid akan kembali tinggal di rumah istrinya. Bahkan pasutri ini berencana merayakan ulang tahun (ultah).

”Kebetulan bersamaan dengan ultah Aisyah. Dafid dan Aisyah sudah janjian pukul 16.00 akan keluar jalan-jalan. Mereka berencana merayakan ultah bersama anaknya,” pungkas Zainal. (bil)

PAMEKASAN – Sejumlah warga yang berada di Kelurahan Partaker, Kecamatan Kota Pamekasan, digegerkan dengan penemuan mayat di Hotel Garuda, Kamis malam (24/1). Ada dua mayat yang ditemukan di kamar nomor 10.

Mayat pertama perempuan ditemukan tergeletak di tempat tidur. Sedangkan yang kedua mayat laki-laki dengan kondisi tergantung di kamar mandi. Diketahui, dua mayat tersebut yakni Roy Robby, 21, warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, dan Sitti Aisyah, 21, warga Kelurahan Kowel, Pamekasan.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno mengatakan, mayat laki-laki berada di kamar mandi dengan kondisi tubuh tergantung. Sementara mayat perempuan ditemukan telentang di tempat tidur. ”Di tubuh mayat perempuan ada bekas jeratan di leher dan ada bercak darah di atas kasur,” ungkapnya kemarin (25/1).


Mayat ditemukan setelah resepsionis hotel mencurigai kamar nomer 10. Kamar dicurigai karena lampu tidak menyala. Selain itu, pintu kamar terkunci dari dalam. Petugas hotel mendobrak kamar yang berada di belakang pojok barat hotel tersebut. ”Setelah didobrak ditemukan dua mayat,” tuturnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Ibadah dan Pengabdian

Hari menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, Roy Robby melakukan check-in di hotel sekitar pukul 09.00. Tak lama setelah check-in, resepsionis hotel melihat Roy keluar dari hotel. Berselang beberapa saat, Roy datang lagi bersama seorang perempuan.

Bambang Suryanto, leader Vivo yang berkantor di Jalan Mandilaras menyampaikan, Sitti Aisyah merupakan karyawannya. Aisyah bertugas sebagai promotor handphone Vivo di toko yang berada di Kelurahan Partaker.

Pagi hari sekitar pukul 08.56, Aisyah masih mengisi absensi di tempat kerjanya. Sekitar 30 menit setelah mengisi absensi, dia pamit ke teman-temannya untuk membeli kertas folio. Namun Aisyah tidak kembali lagi ke tempat kerjanya.

”(Aisyah) diketahui hilang setelah pukul 20.30. Kami mendengar informasi bahwa di hotel ada orang meninggal. Setelah dicek fotonya, ternyata benar itu karyawan kami. Waktu dia pergi, tas dan HP ditinggal di toko,” urai Bambang Suryanto.

Di tempat terpisah, Lurah Kowel Zainal Mistuki membenarkan bahwa Aisyah merupakan warganya. Dia mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar laporan dari warga lain. Dia mendampingi keluarga Aisyah sejak proses evakuasi hingga disemayamkan.

Baca Juga :  Klaim Asuransi Nelayan Tak Dicairkan Gara - Gara Ini

Zainal mengungkapkan, Roy Robby dan Sitti Aisyah bukan pasangan suami istri (pasutri). Status Aisyah masih istri sah Dafid, warga Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan.

Penuturan Zainal, tiga bulan lalu hubungan Dafid dan Aisyah dikabarkan tidak baik. Pemicunya, Aisyah yang sudah memiliki seorang anak berusia empat tahun itu dicurigai main mata dengan laki-laki lain. Terbakar cemburu, Dafid marah hingga memukuli Aisyah.

”Dafid diusir mertuanya karena memukul Aisyah. Sejak saat itu, hubungan keluarga mereka tidak harmonis,” ucap Zainal.

Namun, dua minggu terakhir ini, hubungan Dafid dan Aisyah mulai membaik. Dafid akan kembali tinggal di rumah istrinya. Bahkan pasutri ini berencana merayakan ulang tahun (ultah).

”Kebetulan bersamaan dengan ultah Aisyah. Dafid dan Aisyah sudah janjian pukul 16.00 akan keluar jalan-jalan. Mereka berencana merayakan ultah bersama anaknya,” pungkas Zainal. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/