alexametrics
23 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Operasional Terminal Kargo Buram

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan telah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk pembangunan terminal kargo di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Tetapi sampai sekarang terminal barang tersebut tak kunjung dioperasikan. Padahal, dinas perhubungan (dishub) berjanji akan mengoperasikan pada 2017 lalu.

Tak pelak, keberadaan terminal kargo menjadi mubazir. Saat ini terminal yang berada di pinggir jalan nasional itu mulai ditumbuhi rumput-rumput liar. Beberapa fasilitas mulai rusak. Termasuk aspal di sisi selatan juga mengelupas.

Belum ada kepastian kapan terminal tersebut akan dioperasikan. Namun, menurut salah satu penjaga terminal tersebut, rencananya tahun ini akan beroperasi. ”Kabarnya akan dioperasikan tahun ini. Tapi tidak tahu bulan apa,” katanya.

Baca Juga :  Hemat Anggaran, Bupati Banting Setir

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Abdul Haq mengaku kecewa dengan belum dioperasikannya terminal kargo. Sebab terminal tersebut sejatinya sudah selesai dibangun. Termasuk fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan juga sudah memadai.

”Kami mendesak agar dishub segera mengoperasikannya. Mau menunggu apa lagi,” kata Abdul Haq kemarin (25/1).

Politikus PAN itu mendesak, jika memang ada masalah administratif agar segera diselesaikan. Sebab operasionalisasi terminal kargo sudah sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Terutama untuk mencegah terjadinya kemacetan di wilayah perkotaan.

”Mobil-mobil barang saat ini masuk ke perkotaan di siang hari. Akibatnya, jalur kota sering macet,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kepala Dishub Pamekasan Ajib Abdullah irit bicara saat ditanya kapan terminal kargo akan dioperasikan. Apakah masih akan ada tambahan pembangunan pada 2018? Ajib mengaku tidak ada. ”Tidak ada, tidak ada,” ucapnya.

Baca Juga :  BOP Enam Lembaga Dicairkan Pihak Lain

Menurut Ajib, terminal kargo hanya butuh persiapan administratif. Untuk fasilitas sudah memadai. ”Salah satu yang dibutuhkan yaitu diterbitkannya perbup mengenai pengoperasian terminal kargo,” pungkasnya. 

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan telah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk pembangunan terminal kargo di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Tetapi sampai sekarang terminal barang tersebut tak kunjung dioperasikan. Padahal, dinas perhubungan (dishub) berjanji akan mengoperasikan pada 2017 lalu.

Tak pelak, keberadaan terminal kargo menjadi mubazir. Saat ini terminal yang berada di pinggir jalan nasional itu mulai ditumbuhi rumput-rumput liar. Beberapa fasilitas mulai rusak. Termasuk aspal di sisi selatan juga mengelupas.

Belum ada kepastian kapan terminal tersebut akan dioperasikan. Namun, menurut salah satu penjaga terminal tersebut, rencananya tahun ini akan beroperasi. ”Kabarnya akan dioperasikan tahun ini. Tapi tidak tahu bulan apa,” katanya.

Baca Juga :  Launching Pelabuhan Taddan Buram

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Abdul Haq mengaku kecewa dengan belum dioperasikannya terminal kargo. Sebab terminal tersebut sejatinya sudah selesai dibangun. Termasuk fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan juga sudah memadai.

”Kami mendesak agar dishub segera mengoperasikannya. Mau menunggu apa lagi,” kata Abdul Haq kemarin (25/1).

Politikus PAN itu mendesak, jika memang ada masalah administratif agar segera diselesaikan. Sebab operasionalisasi terminal kargo sudah sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Terutama untuk mencegah terjadinya kemacetan di wilayah perkotaan.

”Mobil-mobil barang saat ini masuk ke perkotaan di siang hari. Akibatnya, jalur kota sering macet,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kepala Dishub Pamekasan Ajib Abdullah irit bicara saat ditanya kapan terminal kargo akan dioperasikan. Apakah masih akan ada tambahan pembangunan pada 2018? Ajib mengaku tidak ada. ”Tidak ada, tidak ada,” ucapnya.

Baca Juga :  Realisasi BOS Tahap Tiga Abu-Abu

Menurut Ajib, terminal kargo hanya butuh persiapan administratif. Untuk fasilitas sudah memadai. ”Salah satu yang dibutuhkan yaitu diterbitkannya perbup mengenai pengoperasian terminal kargo,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/