alexametrics
21.6 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Pemkab Gratiskan Ekowisata Mangrove

PAMEKASAN – Ekowisata Mangrove di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, belum memenuhi standar pelayanan minimal. Akibatnya, tempat wisata yang menyedot anggaran ratusan juta itu gratis untuk umum.

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengatakan, untuk sementara Ekowisata Mangrove gratis. Siapa pun boleh berkunjung. Bahkan, pada event tahunan liburan Natal dan tahun baru (Nataru), destinasi wisata baru itu tetap gratis. Pemerintah belum bisa menerapkan retribusi lantaran Ekowisata Mangrove belum memenuhi standar pelayanan minimal.

Pembangunan tahun ini hanya berfokus pada track, gazebo, dan nama. Sementara fasilitas penunjang lainnya belum dibangun lantaran anggaran terbatas. ”Anggaran yang dikeluarkan tahun ini sekitar Rp 500 juta,” katanya kemarin (24/12).

Achmad menuturkan, untuk memenuhi strandar pelayanan minimal, butuh fasilitas tambahan. Di antaranya, pos tiket, toilet, dan tempat sampah. Kemudian, ada spot menarik bagi wisatawan. Destinasi wisata itu juga memerlukan lahan parkir yang aman. ”Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kekuatan anggaran,” katanya.

Baca Juga :  Pengoperasian Rest Area Tunggu Perda

Jika seluruh fasilitas penunjang itu terpenuhi, Ekowisata Mangrove bisa dikelola layaknya destinasi wisata lainnya. Pengunjung bisa dikenakan tarif masuk sesuai dengan regulasi.

Seluruh kebutuhan administrasi pengelolaan Ekowisata Mangrove rampung. Pemkab Pamekasan menandatangani nota kerja sama dengan Perhutani selaku pemilik lahan hutan mangrove tersebut.

Mantan kepala Dinas PU Pengairan Pamekasan itu berharap, pembangunan lancar sesuai dengan rencana. Dengan demikian, Ekowisata Mangrove bisa dikelola dengan baik dan berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Kabid Pariwisata Disparbud Pamekasan Halifaturrahman menambahkan, launching destinasi tersebut akan dilakukan usai penambahan sarana dan prasarana. Dia menyatakan bahwa launching wisata di bibir pantai Galis tersebut akan disegerakan.

Catatan wisatawan 2019, pengunjung lebih banyak menggemari wisata pantai. Misalnya, Pantai Talang Siring dan Jumiang. Tak terkecuali, Ekowisata Mangrove. ”Tetapi, hampir semua objek wisata dikunjungi, mulai Jumiang, Talang Siring, hingga Toron Samalem,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tahun Depan Semua Sekolah Gelar UNBK

Seorang wisatawan asal Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kadarisman Ansyori, menuturkan, Ekowisata Mangrove cukup menarik. Hanya, lokasinya jauh dari permukiman warga dan beberapa orang sulit menjangkau.

Pantauan JPRM, di lokasi belum ada penjaga tiket atau sekadar penjaga fasilitas gazebo. Tetapi, banyak wisatawan datang, mulai anak-anak, remaja, hingga beberapa pasangan suami istri. Wisatawan leluasa keluar-masuk.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pemerintah tidak mungkin mangakomodasi kebutuhan pembangunan sekaligus. Sebab, anggaran terbatas sehingga harus menggunakan skala prioritas. ”Harus gandeng investor agar pembangunan destinasi wisata itu cepat,” tandasnya. (c2)

PAMEKASAN – Ekowisata Mangrove di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, belum memenuhi standar pelayanan minimal. Akibatnya, tempat wisata yang menyedot anggaran ratusan juta itu gratis untuk umum.

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengatakan, untuk sementara Ekowisata Mangrove gratis. Siapa pun boleh berkunjung. Bahkan, pada event tahunan liburan Natal dan tahun baru (Nataru), destinasi wisata baru itu tetap gratis. Pemerintah belum bisa menerapkan retribusi lantaran Ekowisata Mangrove belum memenuhi standar pelayanan minimal.

Pembangunan tahun ini hanya berfokus pada track, gazebo, dan nama. Sementara fasilitas penunjang lainnya belum dibangun lantaran anggaran terbatas. ”Anggaran yang dikeluarkan tahun ini sekitar Rp 500 juta,” katanya kemarin (24/12).


Achmad menuturkan, untuk memenuhi strandar pelayanan minimal, butuh fasilitas tambahan. Di antaranya, pos tiket, toilet, dan tempat sampah. Kemudian, ada spot menarik bagi wisatawan. Destinasi wisata itu juga memerlukan lahan parkir yang aman. ”Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kekuatan anggaran,” katanya.

Baca Juga :  Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon di Dua Kecamatan Tumbang

Jika seluruh fasilitas penunjang itu terpenuhi, Ekowisata Mangrove bisa dikelola layaknya destinasi wisata lainnya. Pengunjung bisa dikenakan tarif masuk sesuai dengan regulasi.

Seluruh kebutuhan administrasi pengelolaan Ekowisata Mangrove rampung. Pemkab Pamekasan menandatangani nota kerja sama dengan Perhutani selaku pemilik lahan hutan mangrove tersebut.

Mantan kepala Dinas PU Pengairan Pamekasan itu berharap, pembangunan lancar sesuai dengan rencana. Dengan demikian, Ekowisata Mangrove bisa dikelola dengan baik dan berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Kabid Pariwisata Disparbud Pamekasan Halifaturrahman menambahkan, launching destinasi tersebut akan dilakukan usai penambahan sarana dan prasarana. Dia menyatakan bahwa launching wisata di bibir pantai Galis tersebut akan disegerakan.

Catatan wisatawan 2019, pengunjung lebih banyak menggemari wisata pantai. Misalnya, Pantai Talang Siring dan Jumiang. Tak terkecuali, Ekowisata Mangrove. ”Tetapi, hampir semua objek wisata dikunjungi, mulai Jumiang, Talang Siring, hingga Toron Samalem,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kantor Cabang PT Taspen Pamekasan Resmi Dibuka

Seorang wisatawan asal Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kadarisman Ansyori, menuturkan, Ekowisata Mangrove cukup menarik. Hanya, lokasinya jauh dari permukiman warga dan beberapa orang sulit menjangkau.

Pantauan JPRM, di lokasi belum ada penjaga tiket atau sekadar penjaga fasilitas gazebo. Tetapi, banyak wisatawan datang, mulai anak-anak, remaja, hingga beberapa pasangan suami istri. Wisatawan leluasa keluar-masuk.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pemerintah tidak mungkin mangakomodasi kebutuhan pembangunan sekaligus. Sebab, anggaran terbatas sehingga harus menggunakan skala prioritas. ”Harus gandeng investor agar pembangunan destinasi wisata itu cepat,” tandasnya. (c2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/