alexametrics
22.8 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Madura Tidak Keras seperti Kata Orang

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Universitas Madura (Unira) menerima 18 mahasiswa luar Madura yang ikut dalam program pertukaran mahasiswa dalam negeri sekitar dua pekan lalu. Di antara 18 mahasiswa itu adalah Bashariah, 20.

Dia merupakan mahasiswa semester lima di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Karena tertarik ikut program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbud RI, dia akhirnya ikut program pertukaran mahasiswa di dalamnya. Dia sudah dua pekan berada di Unira.

”Ternyata orang Madura ramah-ramah,” terang perempuan yang berasal dari Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan itu.

”Sebab, sebelum saya datang langsung ke sini, katanya orang Madura (wataknya) keras-keras, dan orang rumah meminta saya hati-hati dan jangan sembarang bertingkah,” sambung mahasiswa yang mengambil jurusan pertanian di Unira itu.

Baca Juga :  Dua Kilometer Jalan Ditanami Pohon Pisang

Dia mengatakan, sebelum datang ke Madura, dirinya sempat mengaku takut mendengar informasi soal Madura. Namun, kenyataannya jauh dari informasi yang dia terima.

”Setelah sampai, saya ngekos dan saya berbaur dengan teman-teman, dan ternyata mereka baik, ramah, dan humble,” ungkapnya.

Bashariah menyebut sejauh ini tidak menemukan sosok orang Madura yang bertipikal keras. Teman-teman di kampus dan di tempat kosannya sejauh ini friendly dan sangat ramah.

Person in Charge (PIC) Mahasiswa Merdeka dalam Negeri Unira Moh. Zayyadi menerangkan, MBKM ini sudah berlangsung sejak awal Oktober lalu. Mereka tidak sekadar mengikuti kuliah dan belajar mata kuliah formal, tapi juga belajar tentang kebudayaan.

Dia mengatakan, selain menerima, pihak Unira juga mengirimkan mahasiswa sebanyak 19 orang dalam MBKM. ”Mereka ikut yang ke luar Pulau Jawa, di antaranya ke Banda Aceh,” tutupnya. 

Baca Juga :  Perajin Genting Minta Perhatian Pemkab

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Universitas Madura (Unira) menerima 18 mahasiswa luar Madura yang ikut dalam program pertukaran mahasiswa dalam negeri sekitar dua pekan lalu. Di antara 18 mahasiswa itu adalah Bashariah, 20.

Dia merupakan mahasiswa semester lima di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Karena tertarik ikut program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbud RI, dia akhirnya ikut program pertukaran mahasiswa di dalamnya. Dia sudah dua pekan berada di Unira.

”Ternyata orang Madura ramah-ramah,” terang perempuan yang berasal dari Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan itu.

”Sebab, sebelum saya datang langsung ke sini, katanya orang Madura (wataknya) keras-keras, dan orang rumah meminta saya hati-hati dan jangan sembarang bertingkah,” sambung mahasiswa yang mengambil jurusan pertanian di Unira itu.

Baca Juga :  Keluarga Korban Duga Pembunuhan Suliman Terencana

Dia mengatakan, sebelum datang ke Madura, dirinya sempat mengaku takut mendengar informasi soal Madura. Namun, kenyataannya jauh dari informasi yang dia terima.

”Setelah sampai, saya ngekos dan saya berbaur dengan teman-teman, dan ternyata mereka baik, ramah, dan humble,” ungkapnya.

Bashariah menyebut sejauh ini tidak menemukan sosok orang Madura yang bertipikal keras. Teman-teman di kampus dan di tempat kosannya sejauh ini friendly dan sangat ramah.

Person in Charge (PIC) Mahasiswa Merdeka dalam Negeri Unira Moh. Zayyadi menerangkan, MBKM ini sudah berlangsung sejak awal Oktober lalu. Mereka tidak sekadar mengikuti kuliah dan belajar mata kuliah formal, tapi juga belajar tentang kebudayaan.

Dia mengatakan, selain menerima, pihak Unira juga mengirimkan mahasiswa sebanyak 19 orang dalam MBKM. ”Mereka ikut yang ke luar Pulau Jawa, di antaranya ke Banda Aceh,” tutupnya. 

Baca Juga :  Tuding Penertiban tanpa Perencanaan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/