alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pamekasan Dapat Jatah 450 Formasi

PAMEKASAN – Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) disambut baik honorer kategori dua (K-2). Mereka berharap janji pemerintah dipenuhi. Yakni, mengangkat honorer K-2 menjadi PNS.

Wakil Ketua Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Pamekasan Miftahul Arifin mengatakan, rekrutmen CPNS 2019 momentum bagi pemerintah menepati janji. Yakni, menyelesaikan tunggakan pengangkatan honorer K-2 menjadi PNS.

Janji tersebut sering dilontarkan. Tetapi, belum ditepati. Bahkan, pemerintah terkesan tidak serius merealisasikan janjinya itu. Terbukti, pada rekrutmen CPNS 2018, tidak ada perlakuan khusus bagi honorer.

Status honorer K-2 sama dengan pendaftar umum. Akibatnya, banyak yang kalah saing. Padahal, jika dilihat dari pengabdian kepada pemerintah, honorer K-2 tidak diragukan. Mereka sudah puluhan tahun mengabdi dengan hanya bayaran seadanya.

Baca Juga :  Akhmad Zaini, Mantan Aktivis Kampus yang Dipercaya Jadi Kadisdik

”Kami berharap rekrutmen CPNS tahun 2019 ini dikhususkan kepada honorer K-2. Tes bisa digelar hanya formalitas. Jangan dicampur antara peserta umum dengan honorer,” katanya kemarin (24/10).

Anggota DPRD Pamekasan Ismail mendorong pengangkatan honorer K-2 menjadi CPNS. Sebab, data mereka tercantum di Kemen PAN-RB. Kemudian, dari sisi waktu pengabdian, rata-rata di atas 10 tahun.

Pemerintah sangat layak memberikan apresiasi kepada honorer K-2 berupa pengangkatan menjadi abdi negara. Menurut Ismail, tes CPNS menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Tenaga honorer yang sepuh bisa kalah saing dengan peserta yang baru lulus kuliah. Sebab, tes tersebut berbasis teknologi.

Dengan demikian, butuh kebijaksanaan dari pemerintah. Yakni, tes dilakukan sekadar formalitas untuk mengangkat honorer K-2 menjadi PNS. ”Honorer K-2 harus diangkat menjadi PNS,” kata mantan ketua komisi I itu.

Baca Juga :  Bangkalan Dapat Kuota 297 CPNS

Kasubbid Formasi dan Pengadaan Aparatur BKPSDM Pamekasan Abdul Malik mengatakan, formasi sudah turun. Pamekasan mendapat jatah 450 formasi dalam rekrutmen CPNS 2019.

Hanya, untuk perincian masing-masing formasi belum diputuskan. BKPSDM menunggu keputusan bupati. ”Menunggu dari bupati dulu. Insyaallah dalam waktu dekat sudah ada,” tandasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) disambut baik honorer kategori dua (K-2). Mereka berharap janji pemerintah dipenuhi. Yakni, mengangkat honorer K-2 menjadi PNS.

Wakil Ketua Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) Pamekasan Miftahul Arifin mengatakan, rekrutmen CPNS 2019 momentum bagi pemerintah menepati janji. Yakni, menyelesaikan tunggakan pengangkatan honorer K-2 menjadi PNS.

Janji tersebut sering dilontarkan. Tetapi, belum ditepati. Bahkan, pemerintah terkesan tidak serius merealisasikan janjinya itu. Terbukti, pada rekrutmen CPNS 2018, tidak ada perlakuan khusus bagi honorer.


Status honorer K-2 sama dengan pendaftar umum. Akibatnya, banyak yang kalah saing. Padahal, jika dilihat dari pengabdian kepada pemerintah, honorer K-2 tidak diragukan. Mereka sudah puluhan tahun mengabdi dengan hanya bayaran seadanya.

Baca Juga :  Empat Kecamatan Butuh Tambahan Puskesmas

”Kami berharap rekrutmen CPNS tahun 2019 ini dikhususkan kepada honorer K-2. Tes bisa digelar hanya formalitas. Jangan dicampur antara peserta umum dengan honorer,” katanya kemarin (24/10).

Anggota DPRD Pamekasan Ismail mendorong pengangkatan honorer K-2 menjadi CPNS. Sebab, data mereka tercantum di Kemen PAN-RB. Kemudian, dari sisi waktu pengabdian, rata-rata di atas 10 tahun.

Pemerintah sangat layak memberikan apresiasi kepada honorer K-2 berupa pengangkatan menjadi abdi negara. Menurut Ismail, tes CPNS menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Tenaga honorer yang sepuh bisa kalah saing dengan peserta yang baru lulus kuliah. Sebab, tes tersebut berbasis teknologi.

Dengan demikian, butuh kebijaksanaan dari pemerintah. Yakni, tes dilakukan sekadar formalitas untuk mengangkat honorer K-2 menjadi PNS. ”Honorer K-2 harus diangkat menjadi PNS,” kata mantan ketua komisi I itu.

Baca Juga :  Komitmen Tingkatkan Pembelajaran Menyenangkan

Kasubbid Formasi dan Pengadaan Aparatur BKPSDM Pamekasan Abdul Malik mengatakan, formasi sudah turun. Pamekasan mendapat jatah 450 formasi dalam rekrutmen CPNS 2019.

Hanya, untuk perincian masing-masing formasi belum diputuskan. BKPSDM menunggu keputusan bupati. ”Menunggu dari bupati dulu. Insyaallah dalam waktu dekat sudah ada,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/