alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Renovasi Monumen Arek Lancor Dikebut

PAMEKASAN – Renovasi area Monumen Arek Lancor harus dikebut. Sebab, monumen yang menjadi ikon Kota Gerbang Salam itu akan menjadi venue beberapa kegiatan perayaan Hari Jadi Ke-487 Pamekasan. Antara lain, pameran Batik on The Street, Daul Carnival dan Drum Band Carnival.

Yang paling spektakuler yaitu Malam Kemilau Madura atau yang selama ini akrab disebut Semalam di Madura. Kegiatan itu juga akan dipusatkan di monumen bersejarah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Amin Jabir mengatakan bahwa renovasi monumen tersebut dijadwalkan tuntas pada awal Desember sesuai yang tertera dalam kontrak. Pihaknya, jelas Amin Jabir,  tidak bisa memaksakan renovasi tuntas sebelum jadwal yang ditentukan.

”Kami ingin memberi keleluasaan kepada rekanan untuk menyelesaikan sesuai waktu yang sudah ditentukan,” ujar Amin Jabir Selasa (24/10).  Jika renovasi tuntas sebelum acara Semalam di Madura, Jabir mengaku sangat senang. Monumen Arek Lancor merupakan simbol Kota Pamekasan. Dengan begitu, harus terlihat megah dalam acara besar itu.

Baca Juga :  DLH Punya Utang Puluhan Juta ke Bengkel

Dia ingin tugu tersebut mengiringi rangkaian kegiatan Harjad Pamekasan. Tetapi, lagi-lagi Jabir menegaskan bahwa bukan harjad yang menjadi target utama renovasi Arek Lancor. Dirinya sudah memprogramkan sejak awal 2017 lalu, tepatnya ketika DLH diberi kewenangan mengelola pertamanan.

Ada empat hal penting yang dilakukan untuk renovasi Monumen Arek Lancor. Pertama, perbaikan keramik yang sudah hancur. Saat  ini keramik diganti dengan jenis granit. Kedua, melakukan pengecatan tugu dengan menggunakan cat yang biasa dipakai untuk mobil.

Ketiga, perbaikan pagar. Selama ini pagar yang dipakai dinilai kurang bagus dan mudah roboh. Karena itulah, DLH mengganti dengan pagar jenis galvanis. Model pagarnya dibentuk gaya kubah masjid yang menurut Jabir sesuai dengan nilai-nilai Gerbang Salam.

Baca Juga :  DLH Usulkan Pembentukan Polisi Taman

Keempat, pihaknya juga akan memasang beberapa lampu di area Monumen Arek Lancor. Ada empat atau lima lampu sorot yang akan dipasang. Kemudian, lampu warna-warni yang akan memperindah monumen tersebut. ”Jadi nanti kalau sudah tuntas, Arek Lancor akan terlihat megah di malam hari,” imbuhnya.

Untuk merenovasi Arek Lancor, pemkab menggelontorkan anggaran sekitar Rp 150 juta. Tetapi Jabir mengaku kurang begitu hafal secara detail. ”Lebih jelasnya lebih baik tanya ke pokjanya,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Pamekasan Ismail berharap agar renovasi tugu Arek Lancor itu bisa selesai sebelum pergelaran Semalam di Madura. Sebab acara tersebut akan dihadiri oleh para pejabat penting, khususnya dari empat kabupaten di Pulau Garam. ”Lebih cepat selesai ya lebih baik,” sarannya.

PAMEKASAN – Renovasi area Monumen Arek Lancor harus dikebut. Sebab, monumen yang menjadi ikon Kota Gerbang Salam itu akan menjadi venue beberapa kegiatan perayaan Hari Jadi Ke-487 Pamekasan. Antara lain, pameran Batik on The Street, Daul Carnival dan Drum Band Carnival.

Yang paling spektakuler yaitu Malam Kemilau Madura atau yang selama ini akrab disebut Semalam di Madura. Kegiatan itu juga akan dipusatkan di monumen bersejarah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Amin Jabir mengatakan bahwa renovasi monumen tersebut dijadwalkan tuntas pada awal Desember sesuai yang tertera dalam kontrak. Pihaknya, jelas Amin Jabir,  tidak bisa memaksakan renovasi tuntas sebelum jadwal yang ditentukan.


”Kami ingin memberi keleluasaan kepada rekanan untuk menyelesaikan sesuai waktu yang sudah ditentukan,” ujar Amin Jabir Selasa (24/10).  Jika renovasi tuntas sebelum acara Semalam di Madura, Jabir mengaku sangat senang. Monumen Arek Lancor merupakan simbol Kota Pamekasan. Dengan begitu, harus terlihat megah dalam acara besar itu.

Baca Juga :  9 Kecamatan Jadi Sarang TKI Ilegal

Dia ingin tugu tersebut mengiringi rangkaian kegiatan Harjad Pamekasan. Tetapi, lagi-lagi Jabir menegaskan bahwa bukan harjad yang menjadi target utama renovasi Arek Lancor. Dirinya sudah memprogramkan sejak awal 2017 lalu, tepatnya ketika DLH diberi kewenangan mengelola pertamanan.

Ada empat hal penting yang dilakukan untuk renovasi Monumen Arek Lancor. Pertama, perbaikan keramik yang sudah hancur. Saat  ini keramik diganti dengan jenis granit. Kedua, melakukan pengecatan tugu dengan menggunakan cat yang biasa dipakai untuk mobil.

Ketiga, perbaikan pagar. Selama ini pagar yang dipakai dinilai kurang bagus dan mudah roboh. Karena itulah, DLH mengganti dengan pagar jenis galvanis. Model pagarnya dibentuk gaya kubah masjid yang menurut Jabir sesuai dengan nilai-nilai Gerbang Salam.

Baca Juga :  Butuh Miliaran Rupiah untuk Tambahan Kios

Keempat, pihaknya juga akan memasang beberapa lampu di area Monumen Arek Lancor. Ada empat atau lima lampu sorot yang akan dipasang. Kemudian, lampu warna-warni yang akan memperindah monumen tersebut. ”Jadi nanti kalau sudah tuntas, Arek Lancor akan terlihat megah di malam hari,” imbuhnya.

Untuk merenovasi Arek Lancor, pemkab menggelontorkan anggaran sekitar Rp 150 juta. Tetapi Jabir mengaku kurang begitu hafal secara detail. ”Lebih jelasnya lebih baik tanya ke pokjanya,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Pamekasan Ismail berharap agar renovasi tugu Arek Lancor itu bisa selesai sebelum pergelaran Semalam di Madura. Sebab acara tersebut akan dihadiri oleh para pejabat penting, khususnya dari empat kabupaten di Pulau Garam. ”Lebih cepat selesai ya lebih baik,” sarannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/