alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Rencana Pembangunan Pasar Kolpajung Buram  

PAMEKASAN – Rencana pembangunan Pasar Kolpajung, Kota Pamekasan, buram. Sampai saat ini belum ada keputusan sumber dana yang akan digunakan untuk pembangunan pasar terbesar di Kota Gerbang Salam. Apakah akan menggunakan uang negara atau murni dari pihak ketiga.

Jika berharap dari anggaran negara, akan sulit untuk terwujud dalam waktu dekat. Sebab dalam rencana APBD 2018, Pasar Kolpajung tidak masuk dalam agenda prioritas. Anggaran yang mencapai Rp 70 miliar menjadi faktor utama mengapa pemkab tidak mengalokasikan dari APBD.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bambang Edy Suprapto pun berencana untuk menggandeng pihak ketiga atau investor. Perbincangan dengan investor sudah pernah dilakukan. Tetapi perbincangan itu sebatas permulaan dan belum menyepakati mekanisme pembangunan.

Baca Juga :  Minta Dua Pelabuhan Dikelola Pemkab

”Karena anggarannya besar, pembangunan Pasar Kolpajung perlu melibatkan investor,” kata Bambang Selasa (24/10).

Ada tiga investor yang sudah komunikasi dengan Pemkab Pamekasan. Termasuk dengan Bupati Pamekasan (nonaktif) Achmad Syafii. Komunikasi itu terjadi sebelum Syafii dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinas Kepala Kejari Pamekasan Rudi Indra Prasetya.

Pasca OTT itu, belum ada perkembangan pasti mengenai rencana pembangunan Pasar Kolpajung. Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan hal yang sama. Tetapi, dia yakin bahwa komunikasi akan tetap lanjut. Menurutnya, realisasi pembangunan Pasar Kolpajung butuh waktu panjang. Terlebih jika melibatkan pihak ketiga. Sebab ada rentenan perencanaan dan pembahasan yang harus dilalui.

Misalnya, pemkab terlebih dahulu harus melakukan rapat bersama dengan DPRD. Kemudian, pemaparan dari pihak ketiga terkait rencana pembangunan pasar. Bagaimana sistem kerja samanya harus disepakati terlebih dahulu. ”Sampai saat ini belum ada pemaparan dari pihak ketiga dan pemkab yang melibatkan DPRD,” jelas Suli.

Baca Juga :  Polisi - Aktivis Cekamp Baku Hantam di Depan Kantor Bupati

Permasalahan lain, saat ini masa kepemimpinan Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari juga akan berakhir. Pada pertengahan 2018, Pamekasan akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih kepala daerah baru. Hal ini pun diperkirakan akan berpengaruh pada rencana pembangunan Pasar Kolpajung.

”Maka yang paling memungkinkan, pembangunan Pasar Kolpajung dengan melibatkan investor itu baru bisa dilakukan 2019 mendatang. Sebab meski melibatkan pihak ketiga, proses penunjukannya juga harus melalui mekanisme lelang,” tukasnya.

 

 

 

 

PAMEKASAN – Rencana pembangunan Pasar Kolpajung, Kota Pamekasan, buram. Sampai saat ini belum ada keputusan sumber dana yang akan digunakan untuk pembangunan pasar terbesar di Kota Gerbang Salam. Apakah akan menggunakan uang negara atau murni dari pihak ketiga.

Jika berharap dari anggaran negara, akan sulit untuk terwujud dalam waktu dekat. Sebab dalam rencana APBD 2018, Pasar Kolpajung tidak masuk dalam agenda prioritas. Anggaran yang mencapai Rp 70 miliar menjadi faktor utama mengapa pemkab tidak mengalokasikan dari APBD.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bambang Edy Suprapto pun berencana untuk menggandeng pihak ketiga atau investor. Perbincangan dengan investor sudah pernah dilakukan. Tetapi perbincangan itu sebatas permulaan dan belum menyepakati mekanisme pembangunan.

Baca Juga :  Ada Sidik Jari Robi, David Yakin Istrinya Dibunuh

”Karena anggarannya besar, pembangunan Pasar Kolpajung perlu melibatkan investor,” kata Bambang Selasa (24/10).

Ada tiga investor yang sudah komunikasi dengan Pemkab Pamekasan. Termasuk dengan Bupati Pamekasan (nonaktif) Achmad Syafii. Komunikasi itu terjadi sebelum Syafii dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinas Kepala Kejari Pamekasan Rudi Indra Prasetya.

Pasca OTT itu, belum ada perkembangan pasti mengenai rencana pembangunan Pasar Kolpajung. Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan hal yang sama. Tetapi, dia yakin bahwa komunikasi akan tetap lanjut. Menurutnya, realisasi pembangunan Pasar Kolpajung butuh waktu panjang. Terlebih jika melibatkan pihak ketiga. Sebab ada rentenan perencanaan dan pembahasan yang harus dilalui.

Misalnya, pemkab terlebih dahulu harus melakukan rapat bersama dengan DPRD. Kemudian, pemaparan dari pihak ketiga terkait rencana pembangunan pasar. Bagaimana sistem kerja samanya harus disepakati terlebih dahulu. ”Sampai saat ini belum ada pemaparan dari pihak ketiga dan pemkab yang melibatkan DPRD,” jelas Suli.

Baca Juga :  Rastra Ratusan Desa Terancam Hangus

Permasalahan lain, saat ini masa kepemimpinan Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari juga akan berakhir. Pada pertengahan 2018, Pamekasan akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih kepala daerah baru. Hal ini pun diperkirakan akan berpengaruh pada rencana pembangunan Pasar Kolpajung.

”Maka yang paling memungkinkan, pembangunan Pasar Kolpajung dengan melibatkan investor itu baru bisa dilakukan 2019 mendatang. Sebab meski melibatkan pihak ketiga, proses penunjukannya juga harus melalui mekanisme lelang,” tukasnya.

 

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/