alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

JKN-KIS Jadi Anugerah Bagi Keluarga Mutmainnah

PAMEKASAN – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membawa anugerah tersendiri bagi keluarga Mutmainnah (49), warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Selama menjadi peserta JKN-KIS, itulah pengalaman yang dirasakan penjual kue keliling tiga anak tersebut.

“Waktu belum ada BPJS (JKN – KIS, Red), pusing mas kalau butuh biaya berobat. Dulu, suami saya masuk rumah sakit karena sakit jantung dan habis sekitar Rp 11 juta. Akhirnya ambil uang tabungan,” ujarnya.

Saat mengetahui ada program JKN-KIS, Mutmainnah langsung mendaftarkan keluarganya sebagai peserta. Apalagi, suaminya harus menjalani perawatan rutin setiap bulan. Sebab, mengidap penyakit diabetes dan jantung.

Baca Juga :  Bawaslu Pamekasan Tertibkan APK dan Stiker di Mobil Angkutan Umum

“Awalnya diberi tau tetangga sama saudara, katanya suruh daftar BPJS biar mudah kontrolnya setiap bulan. Pada tahun 2015, saya sudah menjadi peserta (JKN – KIS, Red). Ternyata benar – benar sangat memudahkan keluarga saya,” imbuhnya.

Mutmainnah menegaskan, JKN – KIS telah membantu menopang keuangan keluarganya untuk dapat berobat. “Ibaratnya hasil jualan hari ini ya untuk makan hari ini. BPJS ini sangat membantu. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan pasti berat,” imbuhnya.

Mutmainnah juga sangat berterima kasih kepada seluruh peserta JKN – KIS yang telah bergotong royong membantu sesama untuk memperoleh pelayanan kesehatan. “Semoga bisa menjadi amal ibadah dan dibalas kebaikannya oleh Allah SWT,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Ratusan Industri Rokok Tak Berizin

PAMEKASAN – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membawa anugerah tersendiri bagi keluarga Mutmainnah (49), warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Selama menjadi peserta JKN-KIS, itulah pengalaman yang dirasakan penjual kue keliling tiga anak tersebut.

“Waktu belum ada BPJS (JKN – KIS, Red), pusing mas kalau butuh biaya berobat. Dulu, suami saya masuk rumah sakit karena sakit jantung dan habis sekitar Rp 11 juta. Akhirnya ambil uang tabungan,” ujarnya.

Saat mengetahui ada program JKN-KIS, Mutmainnah langsung mendaftarkan keluarganya sebagai peserta. Apalagi, suaminya harus menjalani perawatan rutin setiap bulan. Sebab, mengidap penyakit diabetes dan jantung.

Baca Juga :  Ratusan Industri Rokok Tak Berizin


“Awalnya diberi tau tetangga sama saudara, katanya suruh daftar BPJS biar mudah kontrolnya setiap bulan. Pada tahun 2015, saya sudah menjadi peserta (JKN – KIS, Red). Ternyata benar – benar sangat memudahkan keluarga saya,” imbuhnya.

Mutmainnah menegaskan, JKN – KIS telah membantu menopang keuangan keluarganya untuk dapat berobat. “Ibaratnya hasil jualan hari ini ya untuk makan hari ini. BPJS ini sangat membantu. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan pasti berat,” imbuhnya.

Mutmainnah juga sangat berterima kasih kepada seluruh peserta JKN – KIS yang telah bergotong royong membantu sesama untuk memperoleh pelayanan kesehatan. “Semoga bisa menjadi amal ibadah dan dibalas kebaikannya oleh Allah SWT,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Tolak Minimarket Modern, LSAKP Demo Kantor DPRD Pamekasan
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/