alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Target Pembelian Tembakau Baru 1.800 Ton

PAMEKASAN – Permasalahan tata niaga tembakau tahun lalu terancam terulang. Pasalnya, tak semua pabrikan menyampaikan target pembeliannya hingga saat ini. Break-even point (BEP) harga tembakau juga belum ditetapkan.

Padahal, sejumlah petani sudah menanam tembakau. Mereka masih harap-harap cemas. Petani butuh peran serta pemerintah dan legislatif agar tidak merugi lagi.

Sampai saat ini baru tiga pabrikan yang mengonfirmasi target pembelian. Yakni, PT Sadhana Arifnusa, PT Djarum, dan PT Sukun. Masing-masing 200.000 kg, 900.000 kg, dan 700.000 kg. Total 1.800.000 kilogram atau 1.800 ton. Secara umum, target pembelian tahun ini lebih rendah daripada 2019 (perincian lihat grafis).

PT Bentoel sudah memastikan tidak akan melakukan pembelian tahun ini. Pada 2019 lalu, target pembelian pabrikan tersebut capai 1.500.000 kilogram. Sementara empat pabrikan lainnya, PT Gudang Garam, PT Nojorono, PT Wismilak, dan PT Grendel belum mengonfirmasi target serapan di 2020.

Baca Juga :  Klaim Tahun Ini Panen 100 Persen

Pimpinan Warehouse Madura Unit PT Gudang Garam Budi Hartono menyampaikan, setiap tahun Gudang Garam tidak pernah menentukan target di awal. ”Dari awal musim kami nggak pernah menentukan memang, nanti biasanya ditentukan hari per hari,” ujarnya kemarin (24/6).

Tidak adanya target pembelian karena situasi dan keadaan yang terus berubah. ”Ya kalau memenuhi dan bisa memenuhi. Selain itu, kami juga nggak tahu harga pasar nanti, tembakau masih kecil-kecil semua,” paparnya.

Budi memastikan rencana pembelian tidak ada kaitannya dengan pandemi Covid-19. ”Masalah Covid-19 itu kan hanya berefek pada prosedur pembelian saja,” sambungnya.

Dari penjualan rokok pun tidak ada efek Covid-19. ”Kami tetap bagus dan stabil, makanya terhadap rencana pembelian tembakau pun kami tidak ada pengaruh,” ucap Budi.

Tahun 2019 lalu, PT Gudang Garam melakukan pembelian sekitar 90.000–100.000 bal. ”Tahun ini berapa, nggak berani bicara soal itu, karena itu kondisional, dan yang pasti nggak bakal tutup,” imbuhnya.

Baca Juga :  Petani Berharap Harga Tak Semakin Anjlok

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, selain PT Bentoel, PT Sadhana Arifnusa dan PT Djarum, PT Sukun juga mengonfirmasi akan melakukan pembelian tembakau.

”PT Sukun tahun ini akan membeli sekitar 700 ton. Yang lain, seperti PT Gudang Garam belum konfirmasi secara langsung akan membeli berapa,” kata Sjaifudin kemarin.

Pihaknya memaklumi bila ada pabrikan belum mengonfirmasi rencana pembelian. ”Karena pengusaha itu pasti wait and see situasi,” sambungnya.

Bila PT Gudang Garam menilai tak ada dampak Covid-19, disperindag menyatakan sebaliknya. ”Kami tidak bisa lepas dari situasi pandemi Covid-19, karena terkait daya beli masyarakat juga permintaan,” tandasnya. (ky)

PAMEKASAN – Permasalahan tata niaga tembakau tahun lalu terancam terulang. Pasalnya, tak semua pabrikan menyampaikan target pembeliannya hingga saat ini. Break-even point (BEP) harga tembakau juga belum ditetapkan.

Padahal, sejumlah petani sudah menanam tembakau. Mereka masih harap-harap cemas. Petani butuh peran serta pemerintah dan legislatif agar tidak merugi lagi.

Sampai saat ini baru tiga pabrikan yang mengonfirmasi target pembelian. Yakni, PT Sadhana Arifnusa, PT Djarum, dan PT Sukun. Masing-masing 200.000 kg, 900.000 kg, dan 700.000 kg. Total 1.800.000 kilogram atau 1.800 ton. Secara umum, target pembelian tahun ini lebih rendah daripada 2019 (perincian lihat grafis).


PT Bentoel sudah memastikan tidak akan melakukan pembelian tahun ini. Pada 2019 lalu, target pembelian pabrikan tersebut capai 1.500.000 kilogram. Sementara empat pabrikan lainnya, PT Gudang Garam, PT Nojorono, PT Wismilak, dan PT Grendel belum mengonfirmasi target serapan di 2020.

Baca Juga :  Wajib Jaga Harga Tembakau dan Pakai Timbangan Elektrik

Pimpinan Warehouse Madura Unit PT Gudang Garam Budi Hartono menyampaikan, setiap tahun Gudang Garam tidak pernah menentukan target di awal. ”Dari awal musim kami nggak pernah menentukan memang, nanti biasanya ditentukan hari per hari,” ujarnya kemarin (24/6).

Tidak adanya target pembelian karena situasi dan keadaan yang terus berubah. ”Ya kalau memenuhi dan bisa memenuhi. Selain itu, kami juga nggak tahu harga pasar nanti, tembakau masih kecil-kecil semua,” paparnya.

Budi memastikan rencana pembelian tidak ada kaitannya dengan pandemi Covid-19. ”Masalah Covid-19 itu kan hanya berefek pada prosedur pembelian saja,” sambungnya.

Dari penjualan rokok pun tidak ada efek Covid-19. ”Kami tetap bagus dan stabil, makanya terhadap rencana pembelian tembakau pun kami tidak ada pengaruh,” ucap Budi.

Tahun 2019 lalu, PT Gudang Garam melakukan pembelian sekitar 90.000–100.000 bal. ”Tahun ini berapa, nggak berani bicara soal itu, karena itu kondisional, dan yang pasti nggak bakal tutup,” imbuhnya.

Baca Juga :  Target Pembelian Tembakau Tak Jelas

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, selain PT Bentoel, PT Sadhana Arifnusa dan PT Djarum, PT Sukun juga mengonfirmasi akan melakukan pembelian tembakau.

”PT Sukun tahun ini akan membeli sekitar 700 ton. Yang lain, seperti PT Gudang Garam belum konfirmasi secara langsung akan membeli berapa,” kata Sjaifudin kemarin.

Pihaknya memaklumi bila ada pabrikan belum mengonfirmasi rencana pembelian. ”Karena pengusaha itu pasti wait and see situasi,” sambungnya.

Bila PT Gudang Garam menilai tak ada dampak Covid-19, disperindag menyatakan sebaliknya. ”Kami tidak bisa lepas dari situasi pandemi Covid-19, karena terkait daya beli masyarakat juga permintaan,” tandasnya. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Ngarte Oreng Madura Apangeran

Gugatan Mohni Bakal Masuk Agenda Sidang

Proyek Pasar Keppo Baru Digarap

Artikel Terbaru

/