alexametrics
29.4 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

13 Cakades Perempuan Unggul, Empat Calon Tidak Dapat Dukungan

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat 72 desa di Pamekasan sudah menyalurkan suara dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Sabtu (23/4). Hasilnya, 13 dari 28 calon kepala desa (cakades) perempuan berhasil meraup suara terbanyak.

Merujuk pada data panitia Pilkades Kabupaten Pamekasan, belasan cakades perempuan itu tersebar di tujuh kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Waru dengan tiga perempuan yang mendapat dukungan terbanyak. Perinciannya, Siti Amina meraup 600 suara di Desa Tampojung Guwa. Dia mengungguli perolehan Umar Nasim Purnomo yang mendapat 402 suara.

Sementara Kholida unggul dengan 897 suara di Desa Tampojung Tengginah. Suara Kholida lebih banyak dibanding Mohammad yang mendapat 880 suara. Sedangkan Suparma meraih 3.431 suara di Sumber Waru. Sementara rivalnya, Sapraji, mendapat 886 suara.

Di Kecamatan Pasean, dua perempuan unggul di dua desa. Uswatun Hasanah meraih 3.462 suara di Desa Sana Daja. Dia mengungguli Qomaruddin yang mendapat 787 suara. Sedangkan di Desa Batukerbuy, suara Wulandari Utami Putri selisih 5.115 dengan Zainal Fatah. Wulandari Utami Putri meraup 5.433 suara, sedangkan Zainal Fatah 318 suara.

Selanjutnya, masyarakat Desa Pangtonggal, Proppo, banyak memberikan dukungan kepada Mariyah. Dia mendapat 2.167 suara. Sedangkan Hosen 574 suara. Di Desa Gro’om, Kecamatan Proppo, Maftuhah mendapat 1.088 suara. Hanya terpaut 51 suara dengan Soim yang mendapat 1.037.

Calon perempuan juga unggul di Desa Batubintang, Batumarmar. Hasbiyah meraup suara terbanyak hingga 3.907 dukungan. Sedangkan Rafik 1.986 suara, Halik Efendi 18 suara, Marsuki 5 suara, dan Miarto 13 suara.

Perolehan suara di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur juga dipimpin oleh calon perempuan. Muslimah mendapat 4.744, sedangkan Minajib 940 suara dan Zainal Alim suara 568. Sementara di Desa Kertagena Daya, Kecamatan Kadur, Zainani mendapat suara terbanyak dengan 939 dukungan. Perolehan Zainani di atas Moh. Syakur (385 suara) dan Moh. Sapuri (646 suara).

Baca Juga :  Dua Bocah Tewas Tenggelam di Waduk

Cakades perempuan di Desa Montok, Kecamatan Larangan juga mendapat dukungan terbanyak. Yakni Kusmiana Thamrin, yang mendapat 1.104 suara. Suara Kusmiana berada di atas Susanto (392 suara) dan Andie Purwanto (784 suara).

Di Kecamatan Tlanakan ada dua calon Kades perempuan yang mendapat suara terbanyak. Yakni, di Desa Larangan Tokol dan Desa Larangan Slampar. Suara terbanyak Desa Larangan Tokol diraih oleh Rumbiyani dengan 3.198 dukungan. Di bawahnya Abdul Hamid (1.665 suara) dan Mohammad Budiharto (39 suara).

Sementara Hoyyibah unggul di Desa Larangan Slampar dengan 1.887 suara. Perolehan suara Hoyyibah mengungguli Moh. Romliyanto (1.383 suara), Agussuhartono Putra (1 suara), dan Taufik yang tidak mendapat dukungan alias nol.

Cakades yang tidak mendapat suara juga terjadi di Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar. Calon atas nama Bunasan tidak mendapat dukungan. Kemudian cakades atas nama Mujiburrahman di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan. Selain itu, A. Zaiful di Desa Taraban, Kecamatan Larangan.

Di sisi lain, ada tujuh desa yang jumlah suara tidak sahnya seratus ke atas. Antara lain Desa Majungan, Pademawu 223; Kaduara Barat, Larangan 120; Potoan Daja, Palengaan 193; dan Bandaran, Tlanakan 139. Tiga desa lainnya Buddagan, Pademawu 116; Ceguk, Tlanakan 103; dan Bujur Barat, Batumarmar 100. Sementara itu, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo tidak ada satu pun suara yang tidak sah.

Ketua P2KD Pamekasan Totok Hartono mengungkapkan, pemantauan desa masih dilakukan karena masih dalam ruang lingkup pengamanan pilkades serentak. Pihaknya belum menerima laporan kendala atau problem terkait pelaksanaan proses pemungutan suara pilkades. Karena itu, dia menilai pelaksanaan pilkades serentak berjalan sukses dan kondusif.

Baca Juga :  Dapat Modal Rp 1,7 Miliar, tapi Tidak Untung

Menurutnya, suksesi pilkades serentak tidak terlepas dari peran serta semua panitia. Termasuk Bupati Baddrut Tamam beserta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (fokopimda). Karena itu, target tiga sukses bisa tercapai, yakni sukses pelaksanaan, sukses prokes, dan sukses keamanan.

”Atas kerja luar biasa ini kami ucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan pilkades serentak tahun ini,” kata Totok.

Kapolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto menyampaikan, pihaknya masih mengantisipasi timbulnya polemik pasca pemungutan suara. Karena itu, sejumlah personel di beberapa kecamatan masih disiagakan. ”Alhamdulillah semua kondusif. Tapi, kita tetap pantau dari sisi keamanannya,” tuturnya kemarin (24/4).

Menurutnya, situasi pasca pemungutan suara perlu mendapat pengamanan untuk mencegah polemik antar pendukung. Terutama desa rawan dan sangat rawan. ”Besok (hari ini) mudah-mudahan sudah benar-benar kondusif,” harapnya.

Rogib meminta masyarakat tetap menjaga kondusivitas pasca pilkades. Cakades yang mendapat suara terbanyak agar tidak melakukan euforia berlebihan. Sebab, hal itu berpotensi menimbulkan kerugian kepada pribadi atau orang lain. ”Lebih baik tingkatkan doa di bulan suci ini. Jangan sampai arak-arakan atau euforia yang bisa merugikan diri sendiri,” pesannya.

Polres Pamekasan mulai menarik pasukan dari tempat pemungutan suara (TPS) sejak kemarin. Khususnya desa yang dinilai kondusif atau kurang rawan. Bahkan, sebagian personel sudah dikembalikan ke tempat tugas semula. ”Tapi untuk kecamatan yang masih mendapat pengamanan, masih jadi pantauan. Tetap kami monitor,” tegas Rogib. (bil/luq)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat 72 desa di Pamekasan sudah menyalurkan suara dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Sabtu (23/4). Hasilnya, 13 dari 28 calon kepala desa (cakades) perempuan berhasil meraup suara terbanyak.

Merujuk pada data panitia Pilkades Kabupaten Pamekasan, belasan cakades perempuan itu tersebar di tujuh kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Waru dengan tiga perempuan yang mendapat dukungan terbanyak. Perinciannya, Siti Amina meraup 600 suara di Desa Tampojung Guwa. Dia mengungguli perolehan Umar Nasim Purnomo yang mendapat 402 suara.

Sementara Kholida unggul dengan 897 suara di Desa Tampojung Tengginah. Suara Kholida lebih banyak dibanding Mohammad yang mendapat 880 suara. Sedangkan Suparma meraih 3.431 suara di Sumber Waru. Sementara rivalnya, Sapraji, mendapat 886 suara.


Di Kecamatan Pasean, dua perempuan unggul di dua desa. Uswatun Hasanah meraih 3.462 suara di Desa Sana Daja. Dia mengungguli Qomaruddin yang mendapat 787 suara. Sedangkan di Desa Batukerbuy, suara Wulandari Utami Putri selisih 5.115 dengan Zainal Fatah. Wulandari Utami Putri meraup 5.433 suara, sedangkan Zainal Fatah 318 suara.

Selanjutnya, masyarakat Desa Pangtonggal, Proppo, banyak memberikan dukungan kepada Mariyah. Dia mendapat 2.167 suara. Sedangkan Hosen 574 suara. Di Desa Gro’om, Kecamatan Proppo, Maftuhah mendapat 1.088 suara. Hanya terpaut 51 suara dengan Soim yang mendapat 1.037.

Calon perempuan juga unggul di Desa Batubintang, Batumarmar. Hasbiyah meraup suara terbanyak hingga 3.907 dukungan. Sedangkan Rafik 1.986 suara, Halik Efendi 18 suara, Marsuki 5 suara, dan Miarto 13 suara.

Perolehan suara di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur juga dipimpin oleh calon perempuan. Muslimah mendapat 4.744, sedangkan Minajib 940 suara dan Zainal Alim suara 568. Sementara di Desa Kertagena Daya, Kecamatan Kadur, Zainani mendapat suara terbanyak dengan 939 dukungan. Perolehan Zainani di atas Moh. Syakur (385 suara) dan Moh. Sapuri (646 suara).

Baca Juga :  Dua Bocah Tewas Tenggelam di Waduk

Cakades perempuan di Desa Montok, Kecamatan Larangan juga mendapat dukungan terbanyak. Yakni Kusmiana Thamrin, yang mendapat 1.104 suara. Suara Kusmiana berada di atas Susanto (392 suara) dan Andie Purwanto (784 suara).

Di Kecamatan Tlanakan ada dua calon Kades perempuan yang mendapat suara terbanyak. Yakni, di Desa Larangan Tokol dan Desa Larangan Slampar. Suara terbanyak Desa Larangan Tokol diraih oleh Rumbiyani dengan 3.198 dukungan. Di bawahnya Abdul Hamid (1.665 suara) dan Mohammad Budiharto (39 suara).

Sementara Hoyyibah unggul di Desa Larangan Slampar dengan 1.887 suara. Perolehan suara Hoyyibah mengungguli Moh. Romliyanto (1.383 suara), Agussuhartono Putra (1 suara), dan Taufik yang tidak mendapat dukungan alias nol.

Cakades yang tidak mendapat suara juga terjadi di Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar. Calon atas nama Bunasan tidak mendapat dukungan. Kemudian cakades atas nama Mujiburrahman di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan. Selain itu, A. Zaiful di Desa Taraban, Kecamatan Larangan.

Di sisi lain, ada tujuh desa yang jumlah suara tidak sahnya seratus ke atas. Antara lain Desa Majungan, Pademawu 223; Kaduara Barat, Larangan 120; Potoan Daja, Palengaan 193; dan Bandaran, Tlanakan 139. Tiga desa lainnya Buddagan, Pademawu 116; Ceguk, Tlanakan 103; dan Bujur Barat, Batumarmar 100. Sementara itu, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo tidak ada satu pun suara yang tidak sah.

Ketua P2KD Pamekasan Totok Hartono mengungkapkan, pemantauan desa masih dilakukan karena masih dalam ruang lingkup pengamanan pilkades serentak. Pihaknya belum menerima laporan kendala atau problem terkait pelaksanaan proses pemungutan suara pilkades. Karena itu, dia menilai pelaksanaan pilkades serentak berjalan sukses dan kondusif.

Baca Juga :  Tahun Ini 22 Kasus HIV/AIDS

Menurutnya, suksesi pilkades serentak tidak terlepas dari peran serta semua panitia. Termasuk Bupati Baddrut Tamam beserta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (fokopimda). Karena itu, target tiga sukses bisa tercapai, yakni sukses pelaksanaan, sukses prokes, dan sukses keamanan.

”Atas kerja luar biasa ini kami ucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan pilkades serentak tahun ini,” kata Totok.

Kapolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto menyampaikan, pihaknya masih mengantisipasi timbulnya polemik pasca pemungutan suara. Karena itu, sejumlah personel di beberapa kecamatan masih disiagakan. ”Alhamdulillah semua kondusif. Tapi, kita tetap pantau dari sisi keamanannya,” tuturnya kemarin (24/4).

Menurutnya, situasi pasca pemungutan suara perlu mendapat pengamanan untuk mencegah polemik antar pendukung. Terutama desa rawan dan sangat rawan. ”Besok (hari ini) mudah-mudahan sudah benar-benar kondusif,” harapnya.

Rogib meminta masyarakat tetap menjaga kondusivitas pasca pilkades. Cakades yang mendapat suara terbanyak agar tidak melakukan euforia berlebihan. Sebab, hal itu berpotensi menimbulkan kerugian kepada pribadi atau orang lain. ”Lebih baik tingkatkan doa di bulan suci ini. Jangan sampai arak-arakan atau euforia yang bisa merugikan diri sendiri,” pesannya.

Polres Pamekasan mulai menarik pasukan dari tempat pemungutan suara (TPS) sejak kemarin. Khususnya desa yang dinilai kondusif atau kurang rawan. Bahkan, sebagian personel sudah dikembalikan ke tempat tugas semula. ”Tapi untuk kecamatan yang masih mendapat pengamanan, masih jadi pantauan. Tetap kami monitor,” tegas Rogib. (bil/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Bakal Buang 13 Peserta

Kades Ditahan Bersama Oknum LSM

Tareka Se Maha Agung

Artikel Terbaru

/