alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Lebih Lega Bayar Iuran JKN-KIS dengan Niat Sedekah

PAMEKASAN – Memiliki jaminan kesehatan di era modern saat ini sangat penting. Sebab, biaya pelayanan kesehatan cukup tinggi. Jika ada jaminan kesehatan, setiap orang yang terkena penyakit dapat terhindar dari resiko kesulitan finansial.

Kendati demikian, tak sedikit masyarakat yang memiliki niat mulia mendaftarkan diri ke dalam jaminan kesehatan dengan niat untuk membantu orang lain.

Hal itulah dilakukan Ach. Fauzi, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai karyawan swasta di Pamekasan itu mengaku sangat paham dengan makna gotong royong yang menjadi semangat dari program JKN-KIS.

Baca Juga :  Cerita Syaiful Jalani Cuci Darah Dua Kali Seminggu sejak 2018

“BPJS (JKN-KIS) ini kan kalau dipikir-pikir kan seperti kita patungan. Jadi semua orang membayar iuran, nanti hasl iuran itu digunakan untuk yang lagi sakit,” ujar ayah dua anak itu.

Menurut Fauzi, adanya gotong royong tersebut membuat program JKN-KIS sangat bermanfaat bagi banyak orang. Sehingga, dirinya tidak ragu mengikuti program tersebut sejak tahun 2014.

“Saya merasa senang punya kartu JKN-KIS. Sebab, sudah tidak perlu lagi pusing mikir biaya berobat.  saya pikir-pikir lagi, iuran yang dibayar dianggap sedekah saya dan keluarga. Kalau berpikir seperti itu, merasa lebih tenang. Semoga diberi kesehatan terus,” imbuhnya.

Fauzi menyesalkan adanya perilaku dari sebagian peserta JKN-KIS yang hanya membayar iuran jaminan kesehatan saat sakit saja. Menurut dia, perilaku itu kurang terpuji dan terkesan mencari keuntungan sendiri.

Baca Juga :  Ralita FM Bersama JPRM Edukasi Masyarakat

Karena itu, Fauzi berharap agar setiap peserta JKN-KIS tetap menanamkan semangat gotong royong. Termmasuk membayar iuran untuk kepentingan bersama.

“Sekarang kan banyak Mas orang mau operasi daftar BPJS Kesehatan, setelah selesai dan sembuh ternyata gak mau bayar iuran. Itu kan namanya mau menang sendiri. Jadi, mau sehat atau sakit, kita harus tetap bayar iuran. Saling membantu,” pungkasnya. (ar/tw)

PAMEKASAN – Memiliki jaminan kesehatan di era modern saat ini sangat penting. Sebab, biaya pelayanan kesehatan cukup tinggi. Jika ada jaminan kesehatan, setiap orang yang terkena penyakit dapat terhindar dari resiko kesulitan finansial.

Kendati demikian, tak sedikit masyarakat yang memiliki niat mulia mendaftarkan diri ke dalam jaminan kesehatan dengan niat untuk membantu orang lain.

Hal itulah dilakukan Ach. Fauzi, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai karyawan swasta di Pamekasan itu mengaku sangat paham dengan makna gotong royong yang menjadi semangat dari program JKN-KIS.

Baca Juga :  Parkir Sembarangan Picu Kemacetan di Depan Pasar

“BPJS (JKN-KIS) ini kan kalau dipikir-pikir kan seperti kita patungan. Jadi semua orang membayar iuran, nanti hasl iuran itu digunakan untuk yang lagi sakit,” ujar ayah dua anak itu.

Menurut Fauzi, adanya gotong royong tersebut membuat program JKN-KIS sangat bermanfaat bagi banyak orang. Sehingga, dirinya tidak ragu mengikuti program tersebut sejak tahun 2014.

“Saya merasa senang punya kartu JKN-KIS. Sebab, sudah tidak perlu lagi pusing mikir biaya berobat.  saya pikir-pikir lagi, iuran yang dibayar dianggap sedekah saya dan keluarga. Kalau berpikir seperti itu, merasa lebih tenang. Semoga diberi kesehatan terus,” imbuhnya.

Fauzi menyesalkan adanya perilaku dari sebagian peserta JKN-KIS yang hanya membayar iuran jaminan kesehatan saat sakit saja. Menurut dia, perilaku itu kurang terpuji dan terkesan mencari keuntungan sendiri.

Baca Juga :  Setelah 49 Tahun, Pamekasan Kembali Jadi Tuan Rumah MTQ Jatim

Karena itu, Fauzi berharap agar setiap peserta JKN-KIS tetap menanamkan semangat gotong royong. Termmasuk membayar iuran untuk kepentingan bersama.

“Sekarang kan banyak Mas orang mau operasi daftar BPJS Kesehatan, setelah selesai dan sembuh ternyata gak mau bayar iuran. Itu kan namanya mau menang sendiri. Jadi, mau sehat atau sakit, kita harus tetap bayar iuran. Saling membantu,” pungkasnya. (ar/tw)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/